
Sulawesi Utara, satukanindonesia.com – Bahan Bakar Minyak (BBM) melanda wilayah Sulawesi Utara. Hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di 15 Kabupaten/Kota kehabisan stok BBM.
Pemantauan selang dua hari belakangan stok Pertalite dan Pertamax yg disuplai PT (Pesero) Pertamina tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Apalagi solar yg diduga sering dimainkan oknum mavia solar.
Ryo, operator SPBU di Kawasan Tikala, Jumat (16/10/2026, mengatakan pasoka BBM ke SPBU Tikala biasanya setiap hari 24 ribu liter. Namun saat ini berkurang 18 ribu liter.
“Jumlah tersebut pasti tidak cukup. Jam 12 : 00 Wita pasti habis,” jelasnya.
Dikatakan, SPBU Tikala tetap melayani semua konsumen. Tak ada pembatasan ganjil – genap. Selamat BBM masih ada konsumen dilayani.
Kalaupun terjadi antrian panjang itu sudah menjadi resiko. BBM habis kami mau bagimana.
“Apakah mungkin terjadi keterlambatan saya tidak tau,” katanya.

Pengamatan di sejumlah SPBU di Sulut antrian kendaraan sekitar 2 KM. “Pak saya antri sudaha malam hari. Saya bertanya-tanya..Kok, pemerintah seakan biarkan tak peduli. Padahal krisis BBM berpengaruh pada perputaran ekonomi,” tegas seorang mengaku bernama Adrian dilokasi antrian kendaraan di SPBU kota Tomohon.
Pemerintah mesti transparan menyampaikan krisis BBM terjadi. “Ini tidak fair. Seakan-akan pemerintah diam, rakyat semakin susah. BBM langkah harga kebutuhan pokok meroket,'” tegasnya.
Kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, Kota Kotamobagu dan Bitung, semua SPBU kosong BBM. Kalaupun ada di pedagang eceran. Tapi, per liter Rp 25 ribu dan Per 1 stenga liter Rp 30 ribu. Stoknya pun terbatas. (Voucke)













