• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Melacak Saham yang ‘Kebal’ Omnibus Law Cipta Kerja

Melacak Saham yang ‘Kebal’ Omnibus Law Cipta Kerja

Oktober 12, 2020
Minggu, BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Mayoritas Ibu Kota Provinsi

Minggu, BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Mayoritas Ibu Kota Provinsi

April 19, 2026
Pansus DPRD Kota Batam Matangkan Pembahasan RANPERDA Penyelenggaraan PSU Perumahan

Pansus DPRD Kota Batam Matangkan Pembahasan RANPERDA Penyelenggaraan PSU Perumahan

April 19, 2026
ADVERTISEMENT
Wali Kota Pematang Siantar & Perumda Tirta Uli Raih Medali Golden TOP BUMD Awards 2026

Wali Kota Pematang Siantar & Perumda Tirta Uli Raih Medali Golden TOP BUMD Awards 2026

April 19, 2026
Panglima TNI Didesak Evaluasi Operasi Penindakan TPNPB

Panglima TNI Didesak Evaluasi Operasi Penindakan TPNPB

April 18, 2026
Wawali Harris Bobihoe : IPHI Organisasi Strategis Mitra Pemerintah

Wawali Harris Bobihoe : IPHI Organisasi Strategis Mitra Pemerintah

April 18, 2026
Tri Adhianto Tetapkan Kebijakan Kolaborasi Swasta Bangun Sumur Resapan di Kota Bekasi

Tri Adhianto Tetapkan Kebijakan Kolaborasi Swasta Bangun Sumur Resapan di Kota Bekasi

April 18, 2026
Republik Indonesia Kuasai Sawit Dunia

Republik Indonesia Kuasai Sawit Dunia

April 18, 2026
DPR Dukung Komdigi Tegas soal PSE, Wikimedia Foundation Diminta Patuh

DPR Dukung Komdigi Tegas soal PSE, Wikimedia Foundation Diminta Patuh

April 18, 2026
Presiden Prabowo Berikan Arahan kepada Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang

Presiden Prabowo Berikan Arahan kepada Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang

April 18, 2026
BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada Sabtu

BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada Sabtu

April 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, April 19, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Melacak Saham yang ‘Kebal’ Omnibus Law Cipta Kerja

[Ekonomi]

Oktober 12, 2020
in Ekonomi
0
0
SHARES
68
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Analis saham menilai gejolak penolakan Omnibus Law Cipta Kerja mewarnai pergerakan IHSG. Jika aksi demo berlanjut, indeks saham bakal makin tertekan. Ilustrasi demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu meningkat 2,58 persen, yaitu naik dari 4.926 menjadi 5.053. Pelaku asing tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp8,09 triliun.

Indeks saham yang hijau selama 5 hari berturut-turut pada perdagangan pekan lalu seakan bergeming dengan sentimen negatif penolakan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) oleh kalangan buruh.

Analis Pasar Modal Riska Afriani menilai hal tersebut dikarenakan investor cenderung melihat implementasi dan manfaat UU Cipta Kerja dalam jangka panjang.

Namun, ia tak memungkiri gejolak penolakan turut mewarnai pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Sebab, menurut dia, jika tak diwarnai aksi penolakan, potensi pertumbuhan IHSG bakal lebih kencang dari saat ini.

“Indeks sendiri masih cukup kuat, jadi saya kira saat ini investor melihat ke jangka panjang. Dalam jangka pendek, (penolakan) membuat pergerakan IHSG relatif terbatas, penguatan tidak bisa sekencang yang diharapkan,” ujarnya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (12/10/2020).

Meski pasar menyambut positif UU Cipta Kerja, namun ia mengingatkan penolakan tersebut masih akan menjadi sentimen negatif hingga beberapa pekan ke depan karena faktor ketidakpastian.

Ketidakpastian yang dimaksud Riska, yakni tuntutan berbagai kalangan agar UU Cipta Kerja dibatalkan lewat penerbitan Peraturan Pemerintah (Perppu), termasuk juga uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

Meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan tidak akan memenuhi tuntutan tersebut, namun ia menilai selama masih ada penolakan massa, indeks masih akan dihantui isu pembatalan UU.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi meminta kalangan yang tak puas dengan UU Ciptaker untuk mengajukan uji materi atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (9/12/2020) lalu.

Jokowi menilai penolakan dilatari oleh disinformasi mengenai substansi dari UU, juga hoaks yang beredar di media sosial.

Karenanya, ia membantah soal isu yang dikeluhkan seperti penghilangan hak cuti pekerja, penghapusan ketentutan Upah Minimum Provinsi (UMP), jaminan kesejahteraan, hingga kemudahan perusahaan untuk melakukan PHK.

Dengan alasan tersebut, dia enggan menerbitkan Perppu, meski penolakan terjadi secara massif di berbagai daerah.

Lebih lanjut, Riska menyebut investor akan memantau kelanjutan dari tuntutan terkait. Jika akan terjadi demonstrasi lanjutan, bisa jadi indeks bakal tertekan karena tujuan UU, yaitu kemudahan masuknya investasi asing ke RI terancam tak terwujud.

“Malah sekarang menjadi kekhawatiran, dalam hal ini tuntutan menunda atau membatalkan UU Omnibus Law. Jadi, harus melihat seberapa jauh massa akan melakukan demo lanjutan,” imbuhnya.

Hal lainnya yang perlu diwaspadai, kata Riska, yaitu potensi melonjaknya angka positif covid-19 akibat kerumunan massa di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung selama pekan lalu.

Melonjaknya angka positif covid-19 akan menjadi rapor buruk Indonesia dan membuat pasar modal dalam negeri kian tak menarik bagi investor. Sehingga, dikhawatirkan dana asing akan mengalir keluar kian deras.

Dia bilang yang diharapkan investor saat ini adalah sikap tegas pemerintah untuk menenangkan berbagai pihak dan menghindari potensi pecahnya konflik yang lebih besar. “Harus ada tindakan tegas untuk menenangkan semua pihak,” saran dia.

Dari analisisnya, Riska menilai saham-saham yang tak banyak terpengaruh ialah saham berkapitalisasi besar atau lapis satu, khususnya, di sektor perbankan dan konsumer.

Untuk sektor perbankan, Riska merekomendasikan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI. Bercermin dari penguatan yang terjadi sepanjang perdagangan pekan lalu, Riska menyimpulkan bahwa BMRI termasuk salah satu saham yang kebal UU Ciptaker.

Pada pekan lalu, BMRI mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,73 persen, bertengger di posisi 5.550. Ia melihat BMRI potensi naik hingga ke level 6.000. Namun, waspada aksi ambil untung (profit taking) karena telah terjadi penguatan signifikan.

“BMRI bisa (menjadi pilihan), tapi beli di kisaran 5.200-5.450 dengan strategi buy on weakness (beli di harga rendah). Potensi atau harga target BMRI di level 6.000,” kata dia.

Saham perbankan lainnya yang masuk dalam radar Riska yakni PT BCA Tbk atau BBCA. Alasannya, karena terjadinya tren balik arah, sepanjang pekan lalu saham naik sebesar 4,9 persen, menyentuh Rp28.875 per saham.

Ia menilai emiten masih akan melanjutkan penguatan, sehingga ia memasang harga target di 31 ribu dengan saran beli di kisaran 28.500-28.900.

Sementara, untuk sektor konsumer, dia memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Saham, menurut dia, masih cocok dikoleksi dengan batasan harga 8.100. Ada pun harga target terdekatnya yakni di 8.400.

Lebih lanjut, saham-saham pilihan lainnya yang dapat diperhatikan, yaitu sektor pertambangan, khususnya batu bara. Pasalnya, ia menyebut permintaan ekspor komoditas tersebut masih tinggi, khususnya ke pasar China.

Oleh karena itu, ia melihat potensi penguatan. PTBA dan ADRO disebutnya sebagai dua saham yang dapat dipantau investor.

“Secara keseluruhan saya melihat potensi penguatan tapi cenderung terbatas, potensi untuk level resistance IHSG pekan ini di 5.127 dan level support di 5.006,” katanya.

Berkah La Nina

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya menyebut bahwa anomali iklim La Nina akan menjadi pendongkrak bagi sektor perkebunan kelapa sawit.

Setidaknya, ada dua faktor yang mendasari analisisnya. Pertama, La Nina melanda di tengah rendahnya stok minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

ADVERTISEMENT

Kedua, peningkatan curah hujan yang melanda di Asia Tenggara, rumah bagi produsen utama CPO, akan menekan jumlah produksi yang berujung pada kenaikan harga komoditas.

Kedua faktor tersebut membuat dia merekomendasikan saham-saham di sektor perkebunan, seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

“La Nina datang saat persediaan kelapa sawit sedang rendah, (sehingga) harga CPO dan minyak kedelai diperkirakan terus naik,” kata Hari seperti dikutip dari risetnya.

Seperti dikonfirmasi oleh Biro Meteorologi AS (NOAA) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), La Nina diperkirakan mencapai intensitas moderat hingga akhir tahun nanti.

La Nina diprediksi menyapu hampir di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera. Peningkatan curah hujan diperkirakan terjadi dari Oktober hingga Februari 2021 mendatang. (*)

 

Komentar Facebook

Tags: Demo Tolak Omnibus LawEkonomiIHSGOmnibus LawUU Cipta Kerja
ShareTweetSend

Related Posts

Terkait Kebijakan WFH, Pemprov Papua Tengah Masih Menunggu Edaran Kemendagri

Terkait Kebijakan WFH, Pemprov Papua Tengah Masih Menunggu Edaran Kemendagri

Maret 28, 2026
Pastikan Layanan Tetap Berjalan, Wali Kota Bekasi Pantau Pelayanan Publik Pasca Idul Fitri

Pastikan Layanan Tetap Berjalan, Wali Kota Bekasi Pantau Pelayanan Publik Pasca Idul Fitri

Maret 26, 2026
Perluas Ruang Fiskal, Batam Dorong Skema Pembiayaan Inovatif

Perluas Ruang Fiskal, Batam Dorong Skema Pembiayaan Inovatif

Maret 26, 2026

Tri Adhianto: Selain Berdakwah, Ulama Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Mei 3, 2025

Anggota DPD RI Dukung Perjuangan Suku Awyu dan Moi Tolak Sawit

Juni 5, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?