• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Melihat Kinerja BUMN yang Buat Staf Erick Thohir Dipolisikan

Melihat Kinerja BUMN yang Buat Staf Erick Thohir Dipolisikan

November 17, 2020
Wamenkomdigi Dorong Kolaborasi Semikonduktor Perkuat Fondasi AI Berdaulat

Wamenkomdigi Dorong Kolaborasi Semikonduktor Perkuat Fondasi AI Berdaulat

Juli 9, 2026
Menko Yusril: LGBT Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter Negara

Menko Yusril: LGBT Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter Negara

Juli 9, 2026
ADVERTISEMENT
Menag Nasaruddin Sebut Keadilan Harus Dibangun melalui Sinergi Penegak Hukum, Advokat dan Kampus

Menag Nasaruddin Sebut Keadilan Harus Dibangun melalui Sinergi Penegak Hukum, Advokat dan Kampus

Juli 9, 2026
Tri Adhianto Dorong Lansia Aktif dan Bahagia Melalui Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026

Tri Adhianto Dorong Lansia Aktif dan Bahagia Melalui Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026

Juli 9, 2026
Kementerian Pariwisata Menilai Wisata Olahraga Berpotensi Mempercepat Pertumbuhan Pariwisata Nasional

Kementerian Pariwisata Menilai Wisata Olahraga Berpotensi Mempercepat Pertumbuhan Pariwisata Nasional

Juli 9, 2026
Komisi IV DPRD Batam Tampung Aspirasi Mahasiswa IPMKOB Pekanbaru, Bahas Kemajuan Daerah

Komisi IV DPRD Batam Tampung Aspirasi Mahasiswa IPMKOB Pekanbaru, Bahas Kemajuan Daerah

Juli 9, 2026
Rapat Paripurna DPRD Kota Batam Dengarkan Penyampaian Rancangan KUA/PPAS APBD 2027, Wali Kota Proyeksikan Anggaran Belanja Rp 4,6 T

Rapat Paripurna DPRD Kota Batam Dengarkan Penyampaian Rancangan KUA/PPAS APBD 2027, Wali Kota Proyeksikan Anggaran Belanja Rp 4,6 T

Juli 9, 2026
Gelar Paripurna, DPRD Kota Batam Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

Gelar Paripurna, DPRD Kota Batam Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

Juli 9, 2026
Realisasi & Pengawasan Program RP.100 Juta Tiap RW di Kota Bekasi, Ketua Komisi I DPRD Angkat Bicara

Realisasi & Pengawasan Program RP.100 Juta Tiap RW di Kota Bekasi, Ketua Komisi I DPRD Angkat Bicara

Juli 9, 2026
Wamendagri Sebut Tata Ruang yang Baik Diperlukan untuk Kembangkan Potensi Kepri

Wamendagri Sebut Tata Ruang yang Baik Diperlukan untuk Kembangkan Potensi Kepri

Juli 8, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Juli 9, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Melihat Kinerja BUMN yang Buat Staf Erick Thohir Dipolisikan

[Nasional]

November 17, 2020
in Nasional
0
0
SHARES
426
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com –  Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) melaporkan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga ke Bareskrim Polri atas tuduhan pencemaran nama baik. Pasalnya, Arya sempat berpandangan di WhatsApp Group (WAG) bahwa BUMN merugi saat anggota Pospera menduduki jabatan komisaris.

“Posko Perjuangan Rakyat, dalam hal ini merasa sangat dirugikan, dicemarkan nama baik, kehormatan organisasi, maka, mau tidak mau kami harus melaporkan atas tindakan yang tidak bertanggung jawab, atas fitnah yang dilakukan oleh Jubir Kementerian BUMN, Staf Khusus Kementerian BUMN, dalam hal ini Arya Sinulingga,” kata Ketua Umum DPP Pospera Indonesia Mustar Bona Ventura di Gedung Bareskrim Polri, Senin (16/11).

Sementara berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, ada enam orang anggota Pospera yang menduduki jabatan komisaris di BUMN. Mereka adalah Mustar Bonaventura sebagai Komisaris PT Dahana (Persero) dan Fendy Eventius Mugni sebagai Komisaris PT Hotel Indonesia Natour (Persero).

Lalu, Marajohan Budiman Napitupulu sebagai Komisaris PT Yodya Karya (Persero) dan Katno Rizki sebagai Komisaris PT Industri Kapal Indonesia (Persero). Kemudian, Yervis M Pakan sebagai Komisaris PT Barata Indonesia (Persero) dan Ranto Roy Rogers Simanjuntak sebagai Komisaris Independen PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus.

Lantas bagaimana kinerja masing-masing perusahaan pelat merah ketika para anggota Pospera mengisi struktur komisaris perusahaan? Berikut hasil penelusuran redaksi.

1. Dahana

Perusahaan negara yang bergerak di bidang layanan bahan peledak terintegrasi untuk sektor minyak & gas, pertambangan, konstruksi, dan pertahanan ini mencatatkan penurunan laba bersih pada akhir tahun lalu. Tercatat laba hanya mencapai Rp74,09 miliar dari sebelumnya Rp133,96 miliar pada 2018.

Padahal, laba perusahaan tengah menanjak dari sebelumnya Rp82,09 miliar pada 2016. Lalu, naik menjadi Rp125,25 miliar pada 2017. Begitu juga pada 2018 hingga akhirnya ‘terjung payung’ pada 2019.

Penurunan laba terjadi karena beberapa beban perusahaan bertambah. Tambahan itu antara lain, beban manajemen naik dari Rp30,46 miliar menjadi Rp31,2 miliar. Lalu, beban administrasi dan umum juga naik dari Rp92,49 miliar menjadi Rp101,43 miliar.

Totalnya beban usaha naik dari Rp147,04 miliar menjadi Rp167,72 miliar. Sementara pendapatan usaha cuma naik tipis dari Rp1,982 triliun menjadi Rp1,989 triliun.

2. Hotel Indonesia Natour

Perusahaan mencatatkan laba bersih yang belum diaudit sebanyak Rp50,8 miliar pada akhir 2019. Laba perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan akomodasi, makanan dan minuman ini tercatat meningkat dari Rp17,4 miliar pada 2018.

HIN berhasil mempertahankan laba bersih di tren positif dalam tiga tahun terakhir sejak 2017 dengan laba Rp9,1 juta. Sebelumnya, perusahaan kerap merugi, misalnya pada 2015 rugi Rp113,5 miliar dan 2016 rugi Rp92,2 miliar.

Tren laba positif berhasil dijaga karena pendapatan perusahaan naik dari Rp698,7 miliar menjadi Rp726,4 miliar pada periode yang sama. Pendapatan usaha meningkat karena kenaikan okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel dan lainnya.

Di sisi lain, tren keuangan positif juga didukung oleh optimalisasi pengelolaan aset sesuai skala prioritas yang sudah dirancang perusahaan. Misalnya, aset di Kelapa Gading, Semarang, Sukabumi, dan Yogyakarta.

3. Yodya Karya

BUMN yang bergerak dalam jasa konsultan teknik dan manajemen ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,37 miliar pada 2019. Torehan laba itu merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Tercatat, laba mencapai Rp18,43 miliar pada 2015, lalu naik menjadi Rp21,5 miliar pada 2016. Kemudian, laba meningkat lagi menjadi Rp24,23 miliar pada 2017 dan puncaknya mencapai Rp122,09 miliar pada 2018.

Namun, pada tahun lalu justru anjlok. Hal ini terjadi karena pendapatan usaha merosot hampir setengahnya dari 2018. Pendapatan usaha cuma Rp243,5 miliar dari sebelumnya Rp518,06 miliar.

Selain itu juga digunakan untuk pelunasan utang perusahaan. Hal ini tercermin dari posisi liabilitas perusahaan yang turun dari Rp274,29 miliar menjadi Rp240,67 miliar pada 2019.

4. Industri Kapal Indonesia

Berdasarkan penelusuran redaksi, tidak ada laporan keuangan resmi yang dipublikasikan perusahaan di situs resmi mereka. Data terakhir mencatat perusahaan mengantongi laba bersih sebesar Rp8,62 miliar pada 2013. Jumlahnya meningkat dari Rp2,76 miliar pada 2012.

Namun setelah itu, tidak diketahui seperti apa kinerja keuangan perusahaan. Laba bersih didapat dari pendapatan usaha yang naik dari Rp50,42 miliar menjadi Rp66,53 miliar.

Jumlah pendapatan masih lebih tinggi dari beban, meski meningkat. Tercatat, beban pokok melonjak dari Rp31,76 miliar menjadi Rp41,58 miliar pada periode tersebut.

5. Barata Indonesia

BUMN yang memiliki bisnis makanan dan minuman, energi, air, dan permesinan ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp67,8 miliar pada 2018. Laba perusahaan naik dari tahun-tahun sebelumnya.

Tercatat, laba sebesar Rp51,61 miliar pada 2017, Rp20,25 miliar pada 2016, Rp12,54 miliar pada 2015, dan rugi Rp96,56 miliar pada 2014.

Laba bersih berasal dari pendapatan usaha yang meningkat dua kali lipat, yaitu dari Rp1,19 triliun menjadi Rp2,17 triliun. Sementara beban keuangan turun separuhnya dari Rp10,04 miliar menjadi Rp5,27 miliar.

6. Perinus

Perusahaan pelat merah di bidang perikanan ini mengantongi pendapatan sebesar Rp1 triliun pada 2018. Torehannya meningkat dari Rp600 miliar pada 2017.

Hal ini membuat laba bersih perusahaan naik dari Rp7,98 miliar menjadi Rp27 miliar pada periode yang sama. Sayangnya, tidak diketahui berapa posisi pendapatan dan laba perusahaan secara rinci pada 2019 lalu.

Perinus pernah menyatakan bahwa peningkatan pendapatan berasal dari kenaikan pendapatan di sektor pelabuhan, budidaya ikan, hingga perdagangan.

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Bareskrim PolriErick ThohirMenteri BUMN
ShareTweetSend

Related Posts

Menpora Beberkan Komitmen Prabowo Majukan Olahraga Disabilitas Lewat Sertifikasi Pelatih

Menpora Beberkan Komitmen Prabowo Majukan Olahraga Disabilitas Lewat Sertifikasi Pelatih

Juni 20, 2026
PSSI Berharap Timnas Indonesia Lanjutkan Tren Kemenangan Saat Hadapi Mozambique

PSSI Berharap Timnas Indonesia Lanjutkan Tren Kemenangan Saat Hadapi Mozambique

Juni 6, 2026
Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 21 Kilogram Sabu di Riau, 1 Kurir Ditangkap

Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 21 Kilogram Sabu di Riau, 1 Kurir Ditangkap

Mei 11, 2026

Menpora Erick Thohir Dorong Transformasi SEA Games Jadi Ajang Prestasi dan Ekonomi Regional

Mei 5, 2026

Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Komoditas Pangan, Puluhan Ton Bawang Disita

April 19, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?