
SEMARANG, satukanindonesia.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyambangi kawasan Heritage Menara Syahbandar Sleko, Bandarharjo, Semarang Utara, Rabu (30/09/2026).
Lokasi itu dulunya dijuluki sebagai “Jalur Gaza” karena kerap terjadi tawuran. Kini, tempat tersebut dijadikan percontohan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (Redam) yang digagas oleh Kementerian HAM.
“Seperti di sini dulunya dijuluki Jalur Gaza,”kata Pigai saat ditemui di lokasi, Rabu (30/09/2026).
Pigai berharap, program Redam dapat membantu mengantisipasi dan menangani konflik sosial yang terjadi di wilayah dengan melibatkan pemerintah daerah.
Dicecar mengenai jumlah data dan daerah yang dipilih untuk mengaplikasikan program tersebut, Pigai mengaku, masih melakukan penjaringan.
“Belum, kita lagi inventarisasi,”ucap dia.
Di lokasi yang sama, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyebut, tempat ini dulu “ruwet”.
“Beliau tahu ada pembakaran, ada ini, wah dulu sini ruwet. Maka kita pilih ini menjadi kayak sesuatu contoh. Ini loh sudah dilakukan secara temurun, turun-temurun. Dan titiknya itu adalah rekonsiliasi,”ucap Agustina.
Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian HAM, agar bisa menjadikan Bandarharjo sebagai milestone Kampung Redam.
“Untuk kesadaran bahwa kita butuh Semarang damai untuk membangun,”ucapnya. [***/GRW]













