
JAYAPURA, SatukanIndonesia.com – Menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan Amerika terhadap Iran, Militer Amerika Serikat meningkatkan status kewaspadaan di Guam dan Kepulauan Mariana Utara.
Komando Gabungan Wilayah Mariana (Joint Region Marianas) mengonfirmasi telah menaikkan tingkat Force Protection Condition (FPCON) dari Alpha ke Bravo sebagai langkah pencegahan, seiring peningkatan kewaspadaan berdasarkan protokol keamanan Departemen Pertahanan. Demikian dikutip media ini, Rabu (04/03/2026) dari laman internet RNZ Pasifik.
Meski demikian, pejabat menegaskan tidak ada ancaman spesifik terhadap kawasan tersebut. Personel pangkalan dan pengunjung diperkirakan akan menghadapi peningkatan langkah pengamanan acak antiterorisme serta kemungkinan penyesuaian prosedur akses.
Operasional tetap berjalan normal sesuai pedoman FPCON Bravo.
Langkah tersebut diambil ketika para pemimpin wilayah teritori Pasifik Amerika Serikat (AS) yang memiliki hubungan kuat dengan militer menyuarakan dukungan bagi prajurit yang ditugaskan, di luar negeri.
Delegasi Kongres AS dari Kepulauan Mariana Utara, Kimberlyn King-Hinds mengatakan, ketidakstabilan global sangat dirasakan secara pribadi oleh komunitas pulau kecil.
“Sebagai perwakilan wilayah teritori AS di Indo-Pasifik, saya memahami secara langsung bahwa ketidakstabilan global bukanlah hal yang abstrak bagi kami. Ini bersifat pribadi,”ujarnya.
“Ketika ketegangan meningkat yang melibatkan Iran, komunitas seperti kami segera memikirkan keselamatan para prajurit dan keluarga mereka. Banyak dari mereka berasal dari komunitas pulau kecil seperti kami. Kami mengenal nama mereka. Kami mengenal orang tua mereka.”
“Dalam momen seperti ini, kami berdiri bersatu mendukung para pria dan perempuan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat serta tetap berkomitmen melindungi nyawa warga Amerika sambil mengupayakan kekuatan, stabilitas, dan perdamaian.”
Sementara itu, delegasi Guam untuk Kongres AS, James Moylan mengatakan, ia terus memantau perkembangan setelah aksi militer AS dan aktivitas balasan di kawasan tersebut.
“Sebagai seorang veteran, saya memahami bahwa situasi seperti ini menempatkan beban besar di pundak para prajurit yang bertugas.
“Doa saya menyertai seluruh prajurit yang sedang ditugaskan, khususnya putra-putri Guam yang ditempatkan di kawasan ini dan berjaga demi negara kita,”katanya.
Moylan menambahkan bahwa keselamatan pasukan AS “harus tetap menjadi prioritas tertinggi” sembari kantornya terus mencari informasi mengenai strategi pemerintah dalam beberapa hari ke depan. [Rilis/GRW]













