
JAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Menjelang dilaksanakannya Musyawarah Besar (Mubes) V Kesatuan Organisasi Sebaga Guna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, La Ode Safiul Akbar dikabarkan berencana akan meramaikan bursa calon untuk merebut jabatan Ketua Umum periode 2026 – 2031.
Rencana dan tekad La Ode itu beredar luas Media Sosial melalui adanya rencana kegiatan Deklarasi yang akan dilaksanakan besok, Minggu (25/5/2026) di wilayah Jakarta Utara.
Niat La Ode maju sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 didasarkan pada keberadaan oragnisas yang akan dinahkodainya sebagai salah satu ormas pendiri Partai Golkar, Kosgoro 1957 bertransformasi ke era digitalisasi. Ia menyatakan bahwa periode kepemimpinan 2026-2031 akan menjadi era transformasi bagi Kosgoro 1957.
Selain itu, posisinya saat ini sebagai Ketua DPP Partai Golkar bidang Ketenagakerjaan dan Profesi membuatnya memiliki pemahaman lintas sektoral.
Di tengah persiapan Musyawarah Besar (Mubes) KOSGORO 1957 yang akan datang, La Ode Safiul Akbar sosok kandidat tangguh Ketua Umum periode 2026-2031.
Dengan munculnya La Ode sebagai bakal Calon Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026 – 2031, akan meramaikan bursa calon untuk bertanding dengan Sari Yuliati yang sebelaumnya telah beredar di Media Sosial sebagai bakal calon ketua umum.
Bagi La Ode, kursi pimpinan bukanlah sekadar simbol status, melainkan garda terdepan untuk membumikan kembali ideologi kekaryaan organisasi yang lahir pada 10 November 1957 ini.La Ode Safiul Akbar bukanlah sosok yang tumbuh di atas hamparan rumput hijau kemudahan.
Pria berdarah Muna, Sulawesi Tenggara, ini memulai kariernya dari nol. Selepas pendidikan dasar di kampung halaman, ia memilih merantau ke Pulau Jawa, mengasah karakter di Pondok Pesantren Gontor, hingga akhirnya meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Ateneo de Manila University, Filipina .
Perjalanan intelektual dan spiritualnya menjadi bekal utama dalam memandang sebuah organisasi: sebagai ekosistem yang harus diberdayakan, bukan sekadar struktur yang dikuasai.
Kiprah La Ode Safiul Akbar dalam struktur KOSGORO 1957 memiliki akar pengabdiannya dalam organisasi massa yang berafiliasi dengan Partai Golkar ini cukup kuat.
Sebelum memantapkan diri sebagai pengusaha dan politisi, ia aktif di berbagai organisasi kepemudaan yang menjadi tulang punggung kaderisasi Kosgoro 1957, seperti BMK (Barisan Muda KOSGORO 1957) (sebagai salah satu ketua yang saat itu di BMK 1957 dipimpin oleh Bapak Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum BMK 1957), KNPI (Ketua OKK DPP KNPI) dan AMPI (Ketua Kaderisasi DPP AMPI).
Pengalaman inilah yang membuatnya paham betul bahwa untuk memenangkan pertarungan di era digital, KOSGORO 1957 harus meremajakan barisannya tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong.
Selain itu, posisinya sebagai Ketua DPP Partai Golkar bidang Ketenagakerjaan dan Profesi membuatnya memiliki pemahaman lintas sektoral.
Ia juga merupakan Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI), sebuah posisi yang membuktikan kapasitasnya dalam mengelola organisasi besar dengan anggota tersebar di seluruh Indonesia.Dalam berbagai kesempatan, La Ode Safiul Akbar menyatakan bahwa periode kepemimpinan 2026-2031 akan menjadi era transformasi bagi KOSGORO 1957.
Visi utamanya adalah menjadikan organisasi ini sebagai hub antara pemerintah, pengusaha, dan rakyat kecil.
Mengingat KOSGORO 1957 lahir dari gerakan koperasi, La Ode Safiul Akbar berencana untuk “menghidupkan kembali” roh ekonomi tersebut melalui digitalisasi .Ia ingin membangun ekosistem koperasi modern yang tidak hanya mengandalkan simpan-pinjam, tetapi juga inkubator bisnis bagi kader muda.
“Kader KOSGORO 1957 harus menjadi problem solver bagi masyarakat, bukan sekadar mesin politik saat pemilu,” ujarnya dalam sebuah wawancara belum lama ini.Kesiapannya maju sebagai Ketua Umum bukanlah isapan jempol belaka.
Dengan filosofi hidup “Man Jadda Wa Jadda” (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil), La Ode Safiul Akbar menegaskan bahwa dirinya siap membawa beban amanah besar. Ia percaya bahwa pengalamannya meruntuhkah batas antara daerah dan pusat, pengalaman internasionalnya, serta rekam jejaknya dalam konsolidasi partai, adalah modal untuk merangkul seluruh elemen KOSGORO 1957 dari Sabang sampai Merauke.
Dengan target periode 2026-2031, La Ode Safiul Akbar ingin melihat KOSGORO1957 tidak hanya sebagai mitra strategis pemerintah (terutama mendukung program Prabowo-Gibran), tetapi juga sebagai lokomotif kemandirian ekonomi di daerah-daerah .
Momentum Mubes nanti akan menjadi ajang pembuktian ketokohan La Ode sebagai tokoh politik asal Sultra itu yang meniti karier mulai dari bawah, sekolah pesantren Gontor di jawa Timur hingga sekolah di Luar Negeri dan kni menjadi salah satu tokoh yang diperhitungkan di lingkungan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar dibawah kepemimpinan Bahlil Lahadalai.
Pengalaman organisasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun jejaring kader lintas generasi di tubuh Kosgoro 1957
Tak hanya aktif di organisasi politik dan kepemudaan, La Ode juga memiliki rekam jejak di sektor dunia usaha. Saat ini ia tercatat sebagai Ketua DPP Partau Golkar Bidang Ketenagakerjaan dan Profesi serta menjabat Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).
Posisi tersebut dinilai memperkuat kapasitasnya dalam mengelola organisasi besar dengan jaringan anggota tersebar di berbagai daerah. (01/Redaksi)













