
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Tinggal menghitung hari menjelang perayaan hari raya Idul Fitri, untuk pengamanan menjelang perayaan Idul Fitri hingga hari perayaan polri akan menggelar Operasi Ketupat Jaya 2021 yang dimulai dini hari nanti.
Untuk wilayah Jakarta Pusat sendiri, pengamanan akan difokuskan di lokasi sentra perekonomian hingga lokasi wisata.
“Titik fokus di sentra-sentra ekonomi, sentra kegiatan masyarakat yang kita fokuskan. Intinya di sentra-sentra pelayanan masyarakat,” ujar Kapolres Metro Jakpus Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan usai apel pasukan Operasi Ketupat Jaya di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (5/5/2021).
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya ini, Polres Jakpus mengedepankan upaya preemtif dan preventif untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selama pelaksanaan operasi, polisi akan memperketat pengawasan protokol kesehatan, khususnya di pusat perbelanjaan dan tempat wisata.
“Sebagaimana terjadi di Tanah Abang segala macam kita pengalaman ini kita jadikan pelajaran buat kita. Preemtif artinya edukatif kita kepada masyarakat terkait penerapan 3M dan juga preventif bagaimana kita memperkecil kesempatan orang berbuat kerumunan itu,” jelasnya.
Apel pasukan dihadiri Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma dan Dandim 0501 Jakarta Pusat Kolonel Inf. Luqman Arif. Operasi Ketupat Jaya dimulai pada tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021, bersamaan dengan larangan mudik.
Apel pasukan ini bertujuan untuk melihat kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung operasi Ketupat Jaya di wilayah Jakpus. Total ada 1.500 personel yang terlibat selama operasi Ketupat Jaya di wilayah Jakpus.
“1.500 personel TNI-Polri dan juga dukungan dari Pemerintah Kota. Di 7 pos yang ada di wilayah Jakpus,” katanya.
Dia menjelaskan, ribuan personel tersebut akan ditempatkan di sentra-sentra pelayanan masyarakat. Hengki menyebut pihaknya juga akan mengedepankan upaya preemtif dan preventif selama pelaksanaan operasi
Dia juga membahas ihwal penegakan hukum dan sanksi bagi para pelanggar operasi Ketupat Jaya. Menurut Hengki, polisi akan mengedepankan sisi humanisme.
“Kita mengedepankan preemtif dan preventif, seandainya ada penindakan pun sifatnya humanis,” kata dia. (FA/SI).













