• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Papua Barat Daya Tidak Menginginkan Adanya Investasi Kelapa Sawit

Papua Barat Daya Tidak Menginginkan Adanya Investasi Kelapa Sawit

Januari 25, 2026
Tujuh Tokoh Tentara Nasional Indonesia Dianugerahkan Bintang Mahaputra

Tujuh Tokoh Tentara Nasional Indonesia Dianugerahkan Bintang Mahaputra

Oktober 5, 2026
Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi bagi UMKM

Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi bagi UMKM

Oktober 5, 2026
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Termasuk Enam Kodam

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Termasuk Enam Kodam

Oktober 5, 2026
Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Apresiasi Tim Indonesia

Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Apresiasi Tim Indonesia

Oktober 5, 2026
88 Unit Bangunan Akan Ditertibkan di Kelurahan Pejuang Kota Bekasi

88 Unit Bangunan Akan Ditertibkan di Kelurahan Pejuang Kota Bekasi

Oktober 5, 2026
Anggota DPR Dorong Penguatan UMKM Jadi Capaian Positif Pemerintahan Prabowo-Gibran

Anggota DPR Dorong Penguatan UMKM Jadi Capaian Positif Pemerintahan Prabowo-Gibran

Oktober 5, 2026
Kursi DPRD DKI Berpotensi Turun dari 106 Jadi 85 dalam Revisi UU DKJ

Kursi DPRD DKI Berpotensi Turun dari 106 Jadi 85 dalam Revisi UU DKJ

Oktober 5, 2026
Anggota Komisi IV DPR RI Dorong Stabilisasi Harga Beras agar Petani Untung dan Konsumen Tetap Terjangkau

Anggota Komisi IV DPR RI Dorong Stabilisasi Harga Beras agar Petani Untung dan Konsumen Tetap Terjangkau

Oktober 5, 2026
Menhub Perkuat Keselamatan Transportasi melalui Regulasi dan Pengawasan

Menhub Perkuat Keselamatan Transportasi melalui Regulasi dan Pengawasan

Oktober 5, 2026
Jaringan Terungkap, Belasan Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 di Enam Provinsi

Jaringan Terungkap, Belasan Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 di Enam Provinsi

Oktober 5, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Papua Barat Daya Tidak Menginginkan Adanya Investasi Kelapa Sawit

Januari 25, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
357
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

KET.FOTO: Anggota DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Rico Sia//istimewa

SORONG, SatukanIndonesia.com – Menanggapi berbagai penolakan proyek strategis nasional (PSN) melalui investasi Kelapa Sawit. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rico Sia menyatakan, provinsi Papua Barat Daya tidak menginginkan adanya investasi Kelapa Sawit.

Pasalnya, masyarakat adat setempat mengganggap bahwa kehadiran perusahaan kelapa sawit tentunya akan merusak hutan.

“Masyarakat adat di Papua Barat Daya tidak ingin ada investasi kelapa sawit yang masuk, karena akan merusak. Baik itu, flora dan fauna endemik Papua di wilayah tersebut akan hilang,”tegas Rico Sia kepada media ini melalui telepon seluler, Sabtu (24/01/2026).

Maka dalam rapat komisi VII DPR RI pada tanggal 21 Januari 2026 lalu bersama Menteri Pariwisata (Menpar), ia meminta, Menpar agar dapat berkoordinasi dengan kementerian terkait, supaya bisa melakukan pencegahan terhadap kerusakan hutan akibat kehadiran perusahaan kalapa sawit.

“Tidak boleh ada izin yang dikeluarkan, untuk perusahaan kelapa sawit lagi di Papua Barat Daya. Bahkan jika ada perusahaan kelapa sawit yang belum beraktivitas, itu izinnya di cabut saja,”katanya.

 

Tak hanya itu, Rico Sia juga mengemukakan, sebagai anggota DPR RI Dapil Papua Barat Daya pernah memberikan masukan kepada badan legislasi terkait dengan Undang-Undang (UU) Masyarakat Adat, bahwa tidak boleh diberikan izin investasi kelapa sawit.

“Dan kalau bisa masyarakat adat yang menjaga hutan maupun flora dan fauna endemik Papua, sebaiknya diberikan insentif bukan dibiarkan begitu saja,”katanya.

Lanjut, katanya, apabila hutan adat ditanam sawit, sudah tentu merusak dan terlebih flora dan fauna endemik akan hilang.

Misalnya, Cendrawasih yang sudah mulai jarang ditemukan di wilayah Papua dan bisa saja Burung Cenderawasih semuanya berimigran ke Australia.

Mengenai kebutuhan investasi kelapa sawit di Papua, ia menekankan, sesungguhnya orang asli Papua (OAP) tidak membutuhkan kehadiran perusahaan kelapa sawit.

“Saya pikir untuk di daerah Papua, mereka (orang asli papua) sudah punya gaya hidup sendiri dan menyakini bahwa hutan itu sebagai tempat mencari makan,”tegasnya.

Dikemukakannya, jika pembukaan perusahaan kelapa sawit dengan alasan membuka lapangan kerja, sangat tidak tepat.

Dicecar mengenai pernyataan penolakan investasi kelapa sawit oleh DPRD kabupaten Tambrauw, Rico Sia menegaskan, sebagai perwakilan provinsi Papua Barat Daya di DPR RI mendukung.

“Saya sepakat dengan apa yang disuarakan DPRD Tambrauw, karena memang itu aspirasi yang harus diperjuangkan. Dan memang hampir di seluruh tanah Papua menolak,”pungkasnya.

Seperti diketahui, DPRD kabupaten Tambrauw menolak dengan tegas PSN melalui investasi kelapa sawit terlebih di wikayah Lembah Kabar.

Menurut DPRD Tambrauw, pembukaan perkebunan kelapa sawit melalui PSN bukan bagian dari kehidupan orang asli Papua.

Masyarakat adat di Tanah Papua menggantungkan hidupnya pada pangan lokal seperti sagu, singkong, ubi jalar, bukan dari perkebunan sawit yang dicanangkan negara. [RILIS/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RIDPRD kabupaten Tambrauw menolak dengan tegas PSNpenolakan proyek strategis nasional (PSN)Rico Sia
ShareTweetSend

Related Posts

Maksimalkan Siaran Piala Dunia, TVRI Diminta Hadir Diseluruh Indonesia

Maksimalkan Siaran Piala Dunia, TVRI Diminta Hadir Diseluruh Indonesia

Januari 29, 2026
Kementerian Pariwisata Diminta Lebih Aktif Melindungi Obyek Wisata Alam Raja Ampat

Kementerian Pariwisata Diminta Lebih Aktif Melindungi Obyek Wisata Alam Raja Ampat

Januari 23, 2026
Rico Sia : Politeknik Kepariwisataan akan Hadir di Raja Ampat

Rico Sia : Politeknik Kepariwisataan akan Hadir di Raja Ampat

Oktober 12, 2025

LPK BUMN Diharapkan Dapat Berkontribusi Lebih Besar terhadap Keuangan Negara

Juli 18, 2025

Rico Sia Desak RUU Papua Barat Daya Disahkan

September 21, 2022
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?