• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Papua Barat Daya Tidak Menginginkan Adanya Investasi Kelapa Sawit

Papua Barat Daya Tidak Menginginkan Adanya Investasi Kelapa Sawit

Januari 25, 2026
Diduga Selundupkan Pipa Impor Lewat Pelabuhan Tikus Barelang, KLM Kampar Indah 01 Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Diduga Selundupkan Pipa Impor Lewat Pelabuhan Tikus Barelang, KLM Kampar Indah 01 Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Juni 4, 2026
Presiden Prabowo Bertemu Menlu Türkiye di Hambalang, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah

Presiden Prabowo Bertemu Menlu Türkiye di Hambalang, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah

Juni 4, 2026
ADVERTISEMENT
KY Gelar Seleksi Kesehatan dan Kepribadian bagi 42 Calon Hakim Agung serta Hakim Ad Hoc Mahkamah Agung

KY Gelar Seleksi Kesehatan dan Kepribadian bagi 42 Calon Hakim Agung serta Hakim Ad Hoc Mahkamah Agung

Juni 4, 2026
PAM Jaya Hentikan Sementara Pasokan Air di 45 Kelurahan Jakarta Pada 5-6 Juni

PAM Jaya Hentikan Sementara Pasokan Air di 45 Kelurahan Jakarta Pada 5-6 Juni

Juni 4, 2026
Pemerintah-DPR Sepakat RUU P2SK Siap Dibahas di Paripurna

Pemerintah-DPR Sepakat RUU P2SK Siap Dibahas di Paripurna

Juni 4, 2026
Pesan Plh Wali Kota Harris Bobihoe Kepada Lulusan SMPN 35 Kota Bekasi

Pesan Plh Wali Kota Harris Bobihoe Kepada Lulusan SMPN 35 Kota Bekasi

Juni 4, 2026
Plh. Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Nilai Persatuan Bangsa.

Plh. Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Nilai Persatuan Bangsa.

Juni 4, 2026
Komisi II DPR Tegaskan Sudah Siap Bahas Perubahan UU Pemilu

Komisi II DPR Tegaskan Sudah Siap Bahas Perubahan UU Pemilu

Juni 3, 2026
ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Juni 3, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Papua Barat Daya Tidak Menginginkan Adanya Investasi Kelapa Sawit

Januari 25, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
343
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

KET.FOTO: Anggota DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Rico Sia//istimewa

SORONG, SatukanIndonesia.com – Menanggapi berbagai penolakan proyek strategis nasional (PSN) melalui investasi Kelapa Sawit. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rico Sia menyatakan, provinsi Papua Barat Daya tidak menginginkan adanya investasi Kelapa Sawit.

Pasalnya, masyarakat adat setempat mengganggap bahwa kehadiran perusahaan kelapa sawit tentunya akan merusak hutan.

“Masyarakat adat di Papua Barat Daya tidak ingin ada investasi kelapa sawit yang masuk, karena akan merusak. Baik itu, flora dan fauna endemik Papua di wilayah tersebut akan hilang,”tegas Rico Sia kepada media ini melalui telepon seluler, Sabtu (24/01/2026).

Maka dalam rapat komisi VII DPR RI pada tanggal 21 Januari 2026 lalu bersama Menteri Pariwisata (Menpar), ia meminta, Menpar agar dapat berkoordinasi dengan kementerian terkait, supaya bisa melakukan pencegahan terhadap kerusakan hutan akibat kehadiran perusahaan kalapa sawit.

“Tidak boleh ada izin yang dikeluarkan, untuk perusahaan kelapa sawit lagi di Papua Barat Daya. Bahkan jika ada perusahaan kelapa sawit yang belum beraktivitas, itu izinnya di cabut saja,”katanya.

 

Tak hanya itu, Rico Sia juga mengemukakan, sebagai anggota DPR RI Dapil Papua Barat Daya pernah memberikan masukan kepada badan legislasi terkait dengan Undang-Undang (UU) Masyarakat Adat, bahwa tidak boleh diberikan izin investasi kelapa sawit.

“Dan kalau bisa masyarakat adat yang menjaga hutan maupun flora dan fauna endemik Papua, sebaiknya diberikan insentif bukan dibiarkan begitu saja,”katanya.

Lanjut, katanya, apabila hutan adat ditanam sawit, sudah tentu merusak dan terlebih flora dan fauna endemik akan hilang.

Misalnya, Cendrawasih yang sudah mulai jarang ditemukan di wilayah Papua dan bisa saja Burung Cenderawasih semuanya berimigran ke Australia.

Mengenai kebutuhan investasi kelapa sawit di Papua, ia menekankan, sesungguhnya orang asli Papua (OAP) tidak membutuhkan kehadiran perusahaan kelapa sawit.

“Saya pikir untuk di daerah Papua, mereka (orang asli papua) sudah punya gaya hidup sendiri dan menyakini bahwa hutan itu sebagai tempat mencari makan,”tegasnya.

Dikemukakannya, jika pembukaan perusahaan kelapa sawit dengan alasan membuka lapangan kerja, sangat tidak tepat.

Dicecar mengenai pernyataan penolakan investasi kelapa sawit oleh DPRD kabupaten Tambrauw, Rico Sia menegaskan, sebagai perwakilan provinsi Papua Barat Daya di DPR RI mendukung.

“Saya sepakat dengan apa yang disuarakan DPRD Tambrauw, karena memang itu aspirasi yang harus diperjuangkan. Dan memang hampir di seluruh tanah Papua menolak,”pungkasnya.

Seperti diketahui, DPRD kabupaten Tambrauw menolak dengan tegas PSN melalui investasi kelapa sawit terlebih di wikayah Lembah Kabar.

Menurut DPRD Tambrauw, pembukaan perkebunan kelapa sawit melalui PSN bukan bagian dari kehidupan orang asli Papua.

Masyarakat adat di Tanah Papua menggantungkan hidupnya pada pangan lokal seperti sagu, singkong, ubi jalar, bukan dari perkebunan sawit yang dicanangkan negara. [RILIS/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RIDPRD kabupaten Tambrauw menolak dengan tegas PSNpenolakan proyek strategis nasional (PSN)Rico Sia
ShareTweetSend

Related Posts

Maksimalkan Siaran Piala Dunia, TVRI Diminta Hadir Diseluruh Indonesia

Maksimalkan Siaran Piala Dunia, TVRI Diminta Hadir Diseluruh Indonesia

Januari 29, 2026
Kementerian Pariwisata Diminta Lebih Aktif Melindungi Obyek Wisata Alam Raja Ampat

Kementerian Pariwisata Diminta Lebih Aktif Melindungi Obyek Wisata Alam Raja Ampat

Januari 23, 2026
Rico Sia : Politeknik Kepariwisataan akan Hadir di Raja Ampat

Rico Sia : Politeknik Kepariwisataan akan Hadir di Raja Ampat

Oktober 12, 2025

LPK BUMN Diharapkan Dapat Berkontribusi Lebih Besar terhadap Keuangan Negara

Juli 18, 2025

Rico Sia Desak RUU Papua Barat Daya Disahkan

September 21, 2022
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?