
Toba, SatukanIndonesia.Com -Foot and Mouth Disease (FMD), adalah penyakit yang sering menyerang ternak. Jenis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini disebabkan Virus Tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus, yakni Aphtaee Epizootecae.
Terhadap kasus ini, upaya langkah awal, yang dilakukan pihak Pemkab Toba, adalah mendiskusikan strategi pencegahannya, (tindakan preventif, red).
Wakil Bupati Toba Tonny M. Simanjuntak, didampingi Kadis Pertanian, Ir. TH. Sitorus, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Toba, menggelar rapat, guna membahas dan menginventarisasi masalah dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak tersebut.
Rapat digelar, diruang Staf Ahli Bupati Toba, Selasa, (31/ 05/ 2022).
Foot and Mouth Disease (FMD), sangat rentan terjangkit kebeberapa jenis hewan ternak, seperti : sapi, kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba dan babi.

Salah satu indikator penyebab cepatnya hewan ternak ter-inveksi, adalah dampak arus transportasi daging dan ternak yang terinfeksi, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar, terkhusus bagi pedagang daging yang ada di Kabupaten Toba. Hal tersebut berdampak pada minimnya ketersediaan daging di pasar, linier dengan tingginya harga beli masyarakat.
Selanjutnya, dalam rapat, Wabub Tonny M. Simanjuntak menyampaikan prinsip dasar pemberantasan PMK pada hewan ternak yakni, mencegah kontak hewan ternak dengan sumber penyakit, menghentikan sirkulasi dan produksi virus di lingkungan dengan melakukan dekontaminasi serta meningkatkan kekebalan hewan melalui vaksinasi.
“Upaya yang dilakukan dalam menangani PMK yakni membentuk Satgas, mendirikan posko terpadu, pembatasan lalu lintas pada hewan ternak, distribusi obat, penyediaan vaksin, pelatihan kepada tenaga kesehatan hewan dan edukasi terkait PMK,” ucapnya.
Lebih lanjut Wabub Tonny menyampaikan untuk langkah-langkah tanggap daruratnya, yakni, “Sedapat mungkin melakukan sesuatu yang bisa memberikan solusi yakni, langkah-langkah proteksi, baik dari kandang-kandang tertentu, dan kemudian mensinyalir pencegahan transmisinya, serta mobilisasi lalu lintas dari hewan, dari satu titik ke titik yang lain”, pungkasnya.(GH/SIM)













