
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Menko Marinves, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan rapat virtual dengan daerah pada Selasa (29/6/2021) untuk membahas rencana pemerintah pusat dalam menerapkan PPKM Darurat.
Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Protokoler Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji, menjelaskan rapat hari ini diikuti langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hemengku Buwono (HB) X bersama Sekda hingga Kepala Dinkes DIY.
“Pembahasan mengenai wacana pemberlakuan PPKM Darurat yang rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 3 Juli 2021,” kata Ditya kepada wartawan, Selasa (29/6/2021).
Ditya menjelaskan teknis pelaksanaan PPKM Darurat belum bisa disampaikan. Pasalnya pemerintah pusat masih membahasnya dan sifatnya belum final.
Namun, intinya akan ada pengetatan berdasarkan laju penularan corona dan usulan dari daerah. Pengumuman penerapan PPKM Darurat pun akan disampaikan Presiden Jokowi.
“Akan dibuat 4 tingkat. Teknis pengetatan akan disampaikan setelah ada pengumuman dari Presiden RI. Tadi pusat minta seluruh peserta memberikan masukan terhadap rencana pemberlakuan PPKM Darurat tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Ditya menjelaskan Sultan HB X turut memberi masukan soal wacana kebijakan tersebut. Sultan menyampaikan agar pengetatan bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Beliau (Sultan HB X) menyampaikan agar pengetatan bisa dilakukan menyeluruh, tidak hanya satu titik lokasi, misal mal. Jangan sampai ditutup satu lokasi, kemudian mengalihkan atau menimbulkan kerumunan di tempat lain,” pungkasnya.
Dilansir dari kumparan, PPKM Darurat akan mengatur terkait sejumlah pembatasan. Di antaranya soal WFH 100 persen hingga penutupan mal dan restoran.
Sultan HB X sempat mendorong penerapan lockdown di DIY untuk menekan laju penularan corona. Namun akhirnya Sultan HB X membatalkan wacana itu karena sejumlah pertimbangan.
Salah satunya terkait biaya yang dikeluarkan Pemda DIY untuk masyarakat saat lockdown diterapkan. Ia pun lebih pengoptimalkan PPKM mikro agar tetap ada keseimbangan antara perputaran ekonomi dan kesehatan.
“Ya enggak tho. Nggak ada kalimat lockdown. Saya enggak kuat suruh ngeragati (membiayai) rakyat sak Yojo (se-Yogya),” kata Sultan ditemui usai rapat dengan kabupaten kota di Kepatihan Pemda DIY, Senin (21/6/2021). (FA/SI).













