
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) telah dilimpahkan Bareskrim Polri ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kejagung terkait masalah penanganan kasus dugaan korupsi Asabri.
Alasannya, kata Listyo Sigit, sejumlah aset yang sudah disita dan calon tersangka memiliki kesamaan dengan perkara korupsi PT Asuransi Jiwasraya.
“Karena beberapa tersangka, dan modus operandi dan asset yang disita ada irisan antara kasus Jiwasraya dan Asabri,” kata Listyo Sigit saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/12/2020).
“Ada aset-aset yang disita yang sumbernya berasal dari dana Asabri dan Jiwasraya karena pelakunya hampir sama,” sambungnya.
Selain itu juga, kata Kabareskrim, untuk memudahkan pelacakan dan penanganan dalam penyidikannya, maka perkara dugaan korupsi Asabri disatukan dengan kasus Jiwasraya.
Diketahui, penanganan perkara dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya masih berjalan di Kejagung yang menjerat 13 perusahaan dan satu tersangka.
“Untuk tracing dan memudahkan penghitungan pengembalian kerugian negara,” tuturnya.
“Maka kita sepakat untuk dilaksanakan ekpose bersama dengan Kejaksaan Agung. Dan selanjutnya kasus akan ditangani Kejaksaan Agung,” sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut ada indikasi kesamaaan perkara dugaan korupsi PT Asabri (Persero) dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kesamaan yang dimaksud berada pada sisi pelaku dugaan korupsi yang sama dari pihak swasta.
“Jadi dugaan calon tersangkanya itu hampir sama antara Jiwasraya dengan Asabri,” ucap Burhanuddin kepada wartawan, Selasa, (22/12).
Dengan adanya kemiripan kasus dugaan korupsi ini, kata Burhanuddin, pihaknya bakal mengambil alih penanganan perkara dugaan korupsi Asabri. Sehingga, dalam penyidikannya kasus tersebut nantinya bisa berkaca pada perkara Jiwasraya.
“Jadi kenapa kami diminta untuk menangani, karena ini ada kesamaan. Dan tentunya kami sudah bisa memetakan tentang masalah,” ucapnya.
Meski demikian, Burhannudin enggan membeberkan lebih jauh soal sosok calon tersangka dalam kasus korupsi Asabri. Dia hanya mengatakan jika dua calon tersangka kasus Asabri terindikasi sama dengan kasus Jiwasraya.
“Saya tidak nyebut nama dulu deh. Yang sementara ada dua dulu yang sama di sana. Tapi itu akan lain-lain, pasti akan berkembang. Kita akan mempelajari dulu,” tuturnya. (*)













