
MALANG, satukanindonesia.com – Para Duta Besar dan perwakilan dari negara-negara MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia) berkunjung ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Indonesia di Sentul, kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat, Jumat (21/08/2026).
Para Menteri Luar Negeri MIKTA mengeluarkan pernyataan bersama untuk mengecam sekeras-kerasnya insiden gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Maret 2026 lalu.
Mereka menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban serta kepada Indonesia, dan menegaskan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian PBB dan pekerja kemanusiaan tidak dapat diterima serta merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), perwakilan MIKTA memberikan penghormatan kepada para penjaga perdamaian yang gugur saat menjalankan tugas dalam misi pemeliharaan perdamaian.
Perwakilan MIKTA juga meninjau pelatihan prapenugasan bagi personel penjaga perdamaian Indonesia.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier mengatakan, penjaga perdamaian dan pekerja kemanusiaan memainkan peran yang sangat penting dalam melindungi warga sipil serta mendorong terciptanya stabilitas.
“Hari ini, kita memberikan penghormatan atas keberanian dan pengorbanan yang ditunjukkan para penjaga perdamaian dalam menghadapi situasi keamanan yang semakin kompleks,”kata Rod Brazier dalam keterangan pers yang diterima dari Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au, Jumat (21/08/2026).
Sekretaris Jenderal sekaligus Penjabat Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Denny Abdi mengatakan, keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian adalah hal yang tidak dapat ditawar.
“Serangan terhadap mereka merupakan serangan terhadap prinsip-prinsip hukum kemanusiaan internasional yang dijunjung tinggi oleh masyarakat internasional,”ujar Denny Abdi.
Menurutnya, kerja sama nyata antaranggota MIKTA untuk mewujudkan komitmen politik ke dalam langkah-langkah operasional. Menjadi landasan bagi pemulihan kepercayaan terhadap institusi multilateral dan kemajuan reformasi tata kelola global.
MIKTA merupakan perhimpunan lintas kawasan yang terdiri atas negara-negara kekuatan menengah yang aktif, berpengaruh, dan memiliki visi yang ambisius.
Sebagai Ketua MIKTA, Australia bekerja sama dengan negara-negara mitra MIKTA untuk mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional serta memperkuat sistem kemanusiaan global. [***/GRW]













