Rakyat Samosir Harus Menjadi Tuan di Samosir
oleh:
Vandiko Timotius Gultom*

Samosir, SatukanIndonesia.com – Dalam perjalanan saya mengelilingi Samosir dari Desa ke Desa maka kalimat yang pas untuk saya ucapkan adalah ucapan syukur atas kebaikan Tuhan kepada Samosir. Samosir merupakan daerah yang paling keren dan sangat layak diberitakan kepada dunia.
Karena Samosir harus diberitakan kepada dunia maka kita harus mempersiapkan diri untuk menyambutnya agar mereka selain bersyukur atas keindahan Samosir mereka merasa aman dan nyaman. Keindahan yang Tuhan Ciptakan akan kehilangan makna jika tidak ada kemanan dan kenyamanan. Bagaimana cara membuat aman dan nyaman?
Kita menyadari bahwa Kabupaten Samosir tidak bisa berdiri sendiri. Jika Kabupaten Samosir aman dan nyaman tetapi di Kabupaten lain atau di Indonesia tidak aman dan nyaman, maka usaha kita membangun keamanan dan kenyamanan di Samosir adalah kesia-siaan.
Pengunjung asing melihat keamanan dan kenyamanan Indonesia, sementara turis domestik melihat keamanan dan kenyamanan wilayah Danau Toba atau Sumatera Utara. Jika ada pengunjung dari pulau Jawa misalnya hendak datang ke Samosir maka harus aman dan nyaman juga dari Bandara Silangit atau Kualanamu hingga ke Samosir. Semua wilayah harus aman dan nyaman.
Memahami bahwa keindahan Samosir adalah anugerah Tuhan dan Danau Toba menjadi warisan dunia (world heritage) maka tugas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) adalah bagian dari integrasi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pemkab Samosir mengambil tugas-tugasnya untuk mengoptimalkan fungsinya untuk mensukseskan PSN itu. Pemkab membantu Pemerintah Pusat untuk segala kebutuhan suksesnya PSN. Tugas Pemkab Samosir adalah mengajak rakyat Samosir untuk mendukung PSN.
Jika saya amati isu-isu di Kabupaten Samosir adalah isu yang mengatakan bahwa proyek lingkar Samosir, Tano Ponggol, kehadiran kapal Ihan Batak dan Porapora adalah hasil lobi orang tertentu. Isu itu tidak perlu kita pertentangkan dan isu itu tidak perlu menjadi polemik. Siapapun yang berjasa menghadirkan proyek itu haruslah kita ucapkan terima kasih.
Sejarah Samosir akan dicatat ahli-ahli sejarah agar generasi mendatang mempelajari sejarahnya dengan baik dan benar. Sejarah Samosir harus ditulis pihak ketiga secara independen agar generasi muda Samosir memahaminya dan menjadi cerita wisata kelak. Wisata itu butuh cerita yang banyak untuk pembelajaran wisatawan. Banyak wisatawan yang senang membaca sejarah, bukan?

Tuhan sangat baik kepada Samosir
Salah satu kebaikan Tuhan itu adalah kehadiran pemerintah pusat menjadikan kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata super prioritas. Tentu Samosir merasa diistimewakan karena berada di pulau yang diberkati Tuhan.
Karena Samosir menjadi puncak atau tujuan wisata para wisatawan maka Pemerintahan Jokowi memerintahkan Badan Usaha Milik Negara yaitu PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT. ASDP) untuk memperlancar transportasi Danau dari Ajibata ke Ambarita.
PT. ASDP sebagai penugasan Negara untuk menghubungkan Kabupaten Toba dengan Kabupaten Samosir. Penugasan Negara artinya perusahaan merugi asalkan memiliki efek multiplier. Kehadiran kapal Ihan Batak dan kapal Porapora diharapkan menghasilkan daya ungkit ekonomi terhadap berbagai sektor. Selain pertumbuhan ekonomi tentu saja kenyamanan masyarakat Samosir dan pengunjung ke Samosir.

Bagaimana menyikapi kebaikan Tuhan dan kebaikan pemerintah pusat ke kawasan Danau Toba (DT) khususnya Samosir?
Langkah pertama adalah sikap jujur dan mengucap syukur atas kebaikan Tuhan. Kita juga harus jujur menceritakan apa yang menjadi tugas Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.
Kejujuran ini penting agar menghindari ego sektoral. Dari kejujuran itu terjadi proses pendidikan politik kepada rakyat. Selama ini hambatan pembangunan adalah ego sektoral karena sikap klaim mengklaim.
Sikap terbaik adalah mengajak orang semua stakeholder tanpa menonjolkan kontribusi kita. Dengan cara itulah sistem berjalan dengan baik, dan semua stakeholder memberikan kontribusi terbaiknya.
Tugas utama Pemerintah Kabupaten adalah bagaimana menyikapi kebaikan Tuhan dan program pusat seperti kehadiran lingkar Samosir, tano ponggol, kapal Ihan Batak dan Porapora untuk memanfaatkan peluang itu untuk kesejahteraan rakyat Samosir.

Rakyat Samosir harus menjadi tuan di negerinya sendiri
Kawasan Danau Toba dijadikan menjadi destinasi wisata super prioritas maka petani Samosir, peternak Samosir, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Semua rakyat Samosir tanpa kecuali harus menikmati dampak pembangunan dari pusat atau dari mana pun. Prinsip pembangunan itu harus adil.
Isu yang berkembang yang saya amati juga adalah dikotomi atau paradigma pertanian dan wisata. Kita harus menyadari bahwa rakyat Samosir pada umumnya adalah petani. Karena itu penting menginventarisasi permasalahan petani.
Salah satu persoalan petani adalah tanah yang semakin tandus dan kurangnya pupuk. Penyaluran pupuk bersubsisdi ada gangguan, karena itu penyaluran pupuk harus dikelola secara terbuka dan jujur. Kejujuran itu akan memberikan informasi yang jelas agar penanganannya benar. Memahami pupuk kimia juga berdampak negatif ke lahan maka rakyat penggiat pupuk oraganik harus diberikan insentif agar petani makin kreatif dan inovatif.
Petani Samosir harus bersyukur atas kehadiran wisata karena hasil pertanian akan disalurkan kepada wisatawan. Dalam konteks itulah Pemkab harus memfasilitasi para petani dengan baik. Pertanian dan pariwisata harus berjalan secara simultan.
Kehadiran wisata memberikan dampak positif ke petani karena hasil pertanian, perikanan dan peternakan menjadi konsumsi wisatawan. Menyadari itu maka pertanian kita, perikanan kita, peternakan kita melibatkan para ahli yang mumpuni.
Menyoal alokasi anggaran selama ini mengandalkan pemerintah pusat. Pemerintah Pusat karena PSN, melibatkan swasta dan berbagai elemen cukup untuk pengembangan wisata. Para pengrajin dan UMKM harus didorong agar profesional.
Samosir akan maju secepat kilat bila dikelola dengan jujur dan berpihak kepada keadilan rakyat. Semua elemen di Samosir harus bekerja dengan damai sejahtera, masing-masing kita memberikan kontribusi terbaik bagi Samosir.
Menyadari kebaikan Tuhan dan hadiah Proyek Strategis Nasional dan dukungan semua pihak lebih dari cukup untuk menjadikan Samosir menjadi daerah yang hebat.
Syaratnya adalah berhentilah klaim bahwa kita yang paling berjasa. Kita semua berlomba untuk memberi kontribusi yang terbaik bagi Indonesia, Samosir khususnya. Kita bangun semangat kebersamaan membangun Samosir yang kita cintai. Horas. Horas. Horas.(*)
*Penulis adalah Alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Calon Bupati Samosir.














