
Tigaras, SatukanIndonesia.Com – Di tengah proses evakuasi korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, Menteri Koordinator (Menko) Maritim Luhut Binsar Pandjaitan terlibat cekcok dengan aktivis nasional Ratna Sarumpaet terkait keputusan penghentian evakuasi KM Sinar Bangun, Minggu (1/7/2018).
Luhut yang datang ke Posko Tim Pencarian di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, pada awalnya bertujuan untuk berdiskusi tentang perkembangan pencarian korban KM Sinar Bangun. Namun, di tengah diskusi tersebut, muncul sosok Ratna yang tidak sepakat dengan penghentian evakuasi KM Sinar Bangun. Alhasil, Luhut malah terlibat adu mulut yang berujung dengan pengusiran terhadap Ratna.
Menurut Ratna, tidak benar bahwa dirinya diusir oleh Luhut. “Biasa aja, orang Batak berdebat begitu,” kata Ratna , Selasa (2/7).
Menurut Ratna, adu mulut tersebut terjadi karena dirinya tidak sepakat dengan rencana pemerintah yang memutuskan untuk menghentikan evakuasi korban KM Sinar Bangun.
“Ya, saya rasa jadi ini persoalannya sebenarnya Luhut mewakili pemerintah pusat ingin menghentikan upaya pencarian korban di Danau Toba. Luhut mendengar saya sudah di Danau Toba, dan dia tau saya pasti keberatan,” kata Ratna.
Ratna mengaku ketika dirinya datang, pemerintah setempat termasuk Basarnas sudah membuat kesepakatan bahwa proses evakuasi korban akan dihentikan.
“Tadi malam juga memang saya sudah bertemu dengan korban, tapi gak sama, gak sepakat juga dihentikan, mereka marah. Pagi-pagi di penginapan juga banyak orang datang minta pertolongan,” kata Ratna.
“Itu kan baru dua minggu, belum ada yang ditemukan, tetapi diputuskan justru berhenti setelah ada tanda-tanda, bahwa mereka pernah bilang sudah ditemukan titik di mana berada kapal itu, dan di mana korban itu terletak. Artinya memang pencarian sudah harus berhenti, yang harus berjalan adalah evakuasi. ini yang tidak berjalan saya lihat,” pungkas Ratna.
Sebelumnya, setelah melakukan proses evaluasi, keluarga korban dengan tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri, pada Minggu (1/7) memutuskan bahwa evakuasi korban KM Sinar Bangun akan dihentikan pada Selasa (3/7/2018).
Objek yang diduga kuat bangkai kapal Sinar Bangun dan korban ditemukan di kedalaman 450 meter di Danau Toba, dan bukan perkara mudah untuk mengangkatnya.
Data terakhir BPBD Sumut mencatat 164 penumpang KM Sinar Bangun hilang.(*)
ADVERTISEMENT













