• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Rp11,52 Triliun Dana Pinjaman Bank Dunia Untuk Pemulihan Ekonomi Indonesia

Rp11,52 Triliun Dana Pinjaman Bank Dunia Untuk Pemulihan Ekonomi Indonesia

Juni 16, 2021
Mendagri Tito Ingatkan Kepala Desa Jaga Integritas dan Kuasai Manajemen Pemerintahan

Mendagri Tito Ingatkan Kepala Desa Jaga Integritas dan Kuasai Manajemen Pemerintahan

Juli 14, 2026
DPR Pertimbangkan Bahas RUU Ketenagakerjaan Selama Masa Reses, Komisi IX Sebut Revisi Mendesak

DPR Pertimbangkan Bahas RUU Ketenagakerjaan Selama Masa Reses, Komisi IX Sebut Revisi Mendesak

Juli 14, 2026
ADVERTISEMENT
Komisi VII DPR: Pemerataan Akses Pembiayaan UMKM Kunci untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Komisi VII DPR: Pemerataan Akses Pembiayaan UMKM Kunci untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Juli 14, 2026
DPR Targetkan Pembahasan RUU Perampasan Aset Selesai Tahun Ini

DPR Targetkan Pembahasan RUU Perampasan Aset Selesai Tahun Ini

Juli 14, 2026
DPRD Kota Batam Terima Kunker DPRD Kabupaten Tebo, Bahas Pengelolaan PAD dan Peran BUMD

DPRD Kota Batam Terima Kunker DPRD Kabupaten Tebo, Bahas Pengelolaan PAD dan Peran BUMD

Juli 14, 2026
Polri Bersama Kejagung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Polri Bersama Kejagung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Juli 14, 2026
Kemlu Sebut Tidak Ada Korban WNI dalam Kebakaran di Bangkok

Kemlu Sebut Tidak Ada Korban WNI dalam Kebakaran di Bangkok

Juli 14, 2026
Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Masuk Sekolah, Pastikan Kesiapan SMP Negeri Sambut Tahun Ajaran Baru 2026

Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Masuk Sekolah, Pastikan Kesiapan SMP Negeri Sambut Tahun Ajaran Baru 2026

Juli 14, 2026
Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Kota Bekasi, Pastikan MPLS Berjalan Optimal

Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Kota Bekasi, Pastikan MPLS Berjalan Optimal

Juli 14, 2026
Tri Adhianto Resmi Buka MPLS SMPN 12 Kota Bekasi, Tekankan Sekolah Aman dan Menyenangkan

Tri Adhianto Resmi Buka MPLS SMPN 12 Kota Bekasi, Tekankan Sekolah Aman dan Menyenangkan

Juli 14, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Juli 14, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Rp11,52 Triliun Dana Pinjaman Bank Dunia Untuk Pemulihan Ekonomi Indonesia

[Nasional]

Juni 16, 2021
in Nasional
0
0
SHARES
36
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Bank Dunia.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Indonesia kembali mendapat dana pinjaman dari Bank Dunia sebesar USD 800 juta atau sekitar Rp11,52 triliun (kurs Rp14.400 per USD) yang akan digunakan untuk mendukung reformasi kebijakan investasi dan perdagangan Indonesia untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

Lembaga internasional yang berbasis di AS ini menilai, hambatan besar investasi dan perdagangan telah membatasi kemampuan Indonesia untuk menarik investasi asing langsung yang berorientasi ekspor, mengurangi integrasi Indonesia ke dalam rantai nilai global, dan meningkatkan harga pangan di dalam negeri. Tantangan-tantangan tersebut juga telah memperlambat pertumbuhan sektor manufaktur dan non-komoditas.

Akibatnya, sebagian besar lapangan kerja dalam beberapa dekade terakhir diciptakan di sektor komoditas dan layanan yang memiliki produktivitas rendah, yang umumnya memberi penghasilan di bawah upah kelas menengah.

Indonesia juga mengalami resesi pertamanya dalam dua dekade akibat pandemi COVID-19. Hal ini memperburuk tantangan yang dihadapi perekonomian untuk melakukan perluasan ke sektor-sektor yang lebih canggih agar dapat menciptakan lapangan kerja dengan upah yang lebih baik dan produktivitas lebih tinggi.

“Pemerintah sedang menjalankan program reformasi besar untuk menarik investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia. Reformasi ini memiliki potensi mendukung transformasi ekonomi untuk beralih dari sektor komoditas kepada sektor dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Ini akan memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi,” ujar Satu Kahkonen, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste dalam keterangannya, Rabu (16/6/2021).

Adapun pinjaman USD 800 juta tersebut juga untuk dukungan kebijakan pembangunan (Development Policy Operation/ DPO), yang disusun berdasarkan dua pilar. Pertama, bertujuan untuk meningkatkan investasi dengan membuka lebih banyak sektor bagi investasi swasta, khususnya investasi asing langsung, menambah tenaga profesional berketerampilan tinggi di pasar tenaga kerja, serta mendorong investasi swasta pada energi terbarukan.

Kedua, mendukung reformasi kebijakan perdagangan untuk mendorong daya saing dan pemulihan ekonomi. Tujuannya adalah meningkatkan akses dan keterjangkauan harga komoditas pangan pokok maupun bahan baku serta memfasilitasi akses kepada input manufaktur.

“Peningkatan investasi yang diharapkan akan dipicu oleh reformasi ini juga akan membutuhkan pengelolaan lingkungan secara saksama. Bank Dunia akan bekerja sama dengan mitra pembangunan lainnya untuk mendukung pemerintah memperkuat upaya pengelolaan lingkungan hidup pada semua sektor,” tulis keterangan Bank Dunia.

Dukungan kebijakan pembangunan juga bertujuan untuk mendukung reformasi besar di bidang perdagangan dan investasi Indonesia, sejalan dengan hubungan kerja sama yang sudah berjalan lama antara Grup Bank Dunia (WBG) dengan Pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, Bank Dunia juga memberikan utang kepada pemerintah Indonesia senilai USD 400 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun (kurs Rp 14.400 per USD) pada Jumat, 11 Juni 2021. Pendanaan ini bertujuan untuk membantu pemerintah Indonesia memperdalam, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat ketahanan sektor keuangan.

Adapun pandemi COVID-19 memberikan tekanan di sektor keuangan, fiskal, dan sosial yang berpotensi menjadi berkepanjangan. Sementara pasar keuangan di Tanah Air dinilai kurang inklusif dan menyebabkan kerentanan.

“Wabah COVID-19 menjadikan berbagai reformasi struktural dalam mengatasi kerentanan sektor keuangan mendesak untuk segera dilakukan. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat sektor keuangan, karena perannya yang sangat penting dalam menjaga pertumbuhan Indonesia dan mengurangi kemiskinan, terutama selama tahap pemulihan COVID-19,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021). (FA/SI).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Bank DuniaDana PinjamanPemulihan Ekonomiuntuk Indonesia
ShareTweetSend

Related Posts

Bank Dunia Beri Komentar Soal Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

Bank Dunia Beri Komentar Soal Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

Februari 28, 2024
Puan Maharani Dorong Pembangunan Ekonomi Hijau Guna Atasi Perubahan Iklim

Puan Maharani Dorong Pembangunan Ekonomi Hijau Guna Atasi Perubahan Iklim

November 5, 2021
Bank Dunia Ungkap Ketidaksetaraan Meningkat Akibat Pandemi Covid-19

Bank Dunia Ungkap Ketidaksetaraan Meningkat Akibat Pandemi Covid-19

Maret 26, 2021

Syarat Pemulihan Ekonomi Indonesia

Februari 19, 2021

Menkeu AS-Ketua IMF Bahas Solusi Multilateral Tentang Utang Ekonomi Global

Februari 3, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?