
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Dalam 15 tahun terakhir, Pemerintah Palestina akhirnya membuka kembali kantor pendaftaran partai politik dan kandidat independen untuk pencalonan diri dalam pemilu untuk Mei mendatang.
Sekitar 93 persen dari 2,8 juta pemilih yang memenuhi syarat di Tepi Barat dan Jalur Gaza telah mendaftar untuk memberikan suara dalam pemilu nanti. Sampai saat ini, jumlah penduduk di wilayah Palestina tercatat mencapai 5,2 juta.
Reuters melaporkan bahwa pemilu tahun ini digelar sebagai bagian dari dorongan untuk rekonsiliasi antara dua faksi besar Palestina, yakni Hamas dan Fatah.
Rekonsiliasi Hamas dan Fatah dianggap krusial lantaran dapat semakin mempersatukan Palestina. Persatuan itu dianggap bisa mempermudah penyelesaian konflik dengan Israel.
Palestina terakhir kali menggelar pemilu pada 2006, di mana Hamas muncul sebagai pemenang. Namun setelah itu, perebutan kekuasaan terjadi. Pada 2007, Hamas dan Fatah bertempur selama beberapa pekan.
Sejak itu, Hamas mulai menguasai Jalur Gaza, sementara Fatah dan pemerintahan Abbas mengendalikan Tepi Barat yang sebagian diduduki Israel.
Sementara itu, Israel sampai saat ini belum menanggapi permintaan izin Palestina untuk menggelar pemilu di Yerusalem Timur.
Israel Timur masih diduduki Israel sejak perang pada 1967 lalu. Tel Aviv kemudian mencaplok wilayah itu dalam langkah yang tidak diakui komunitas internasional. (FA/SI).













