
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui perbedaan dengan Presiden AS Joe Biden mengenai masalah Iran dan Palestina. Namun dia yakin memiliki hubungan kerja yang kuat dengan Biden.
Melansir Reuters, Netanyahu menepis anggapan bahwa Biden sengaja mengecualikannya karena belum menelponnya sejak ia dilantik menjadi presiden.
“Dia akan menelepon. Kami memiliki hubungan persahabatan yang sangat kuat selama hampir 40 tahun, sejak saya datang ke Washington sebagai diplomat Israel,” ujar Netanyahu kepada saluran televisi Channel 12 Israel, Senin (15/2/2021).
“Kami juga memiliki banyak hal yang kami sepakati dan aliansi sangat kuat. Tapi ada juga perbedaan, tentang masalah Iran dan masalah Palestina juga,” kata Netanyahu.
Netanyahu menyadari kemungkinan aliansi kedua negara diuji jika Washington memulihkan partisipasi AS dalam kesepakatan nuklir Iran, di mana Trump menarik diri, dan menentang pembangunan permukiman Israel di tanah yang diduduki tempat Palestina mencari status kenegaraan.
Ada spekulasi bahwa presiden Demokrat mungkin menandakan ketidaksenangan atas hubungan dekat Netanyahu dengan mantan Presiden Donald Trump, yang menelepon pemimpin sayap kanan itu dua hari setelah pelantikannya pada 2017.
Gedung Putih pada hari Jumat membantah bahwa Biden menghina Netanyahu dengan gagal memasukkannya sejauh ini dalam panggilan telepon awal kepada para pemimpin asing sejak menjabat pada 20 Januari.
Staf presiden juga mengatakan bahwa Biden dan Netanyahu akan segera berbicara, namun waktu tepatnya, mereka tidak memberikan bocorannya. (*)










![[Opini] Menilik Pesan Gubernur Khofifah di Hari Santri 2026: Dari Harapan hingga Langkah Nyata](https://www.satukanindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0016-75x75.jpg)


