• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Petinggi Taliban dan Mantan Presiden Afghanistan Bahas Pemerintahan Baru

Petinggi Taliban dan Mantan Presiden Afghanistan Bahas Pemerintahan Baru

Agustus 19, 2021
Final Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Persatuan Warga Bekasi, DPRD Dukung Spanyol, KADIN Tak Persoalkan Siapa Juara, UMKM Diprediksi Panen Cuan

Final Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Persatuan Warga Bekasi, DPRD Dukung Spanyol, KADIN Tak Persoalkan Siapa Juara, UMKM Diprediksi Panen Cuan

Juli 18, 2026
HUT ke-3  FPRMI Kepri Perkuat Kompetensi Wartawan dan Literasi Media, Lintong C. Manurung: Pers Daerah Harus Profesional, Independen, dan Berintegritas

HUT ke-3  FPRMI Kepri Perkuat Kompetensi Wartawan dan Literasi Media, Lintong C. Manurung: Pers Daerah Harus Profesional, Independen, dan Berintegritas

Juli 18, 2026
ADVERTISEMENT
Pansus 18 Tekankan Pentingnya Penguatan Bank Bandung Lewat Penyempurnaan Regulasi

Pansus 18 Tekankan Pentingnya Penguatan Bank Bandung Lewat Penyempurnaan Regulasi

Juli 18, 2026
Komisi III Akan Bentuk Tim Perumus yang Mengawal Pemulihan Anggaran

Komisi III Akan Bentuk Tim Perumus yang Mengawal Pemulihan Anggaran

Juli 18, 2026
Alumni AAL Angkatan Ke-40 Tahun 1994 Renovasi Jembatan Untuk Wujudkan Akses dan Harapan Masyarakat

Alumni AAL Angkatan Ke-40 Tahun 1994 Renovasi Jembatan Untuk Wujudkan Akses dan Harapan Masyarakat

Juli 18, 2026
2027, Freeport Proyeksikan Setoran ke Indonesia Capai 4,7 Miliar Dolar

2027, Freeport Proyeksikan Setoran ke Indonesia Capai 4,7 Miliar Dolar

Juli 18, 2026
Kantor Perwakilan Taiwan di PNG Resmi Ditutup

Kantor Perwakilan Taiwan di PNG Resmi Ditutup

Juli 18, 2026
Republik Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia

Republik Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia

Juli 18, 2026
Perempuan dan Anak Papua Dianggap Tak Lagi Mendapat Perlindungan dari Negara

Perempuan dan Anak Papua Dianggap Tak Lagi Mendapat Perlindungan dari Negara

Juli 18, 2026
Eks Jampidsus Kejagung Republik Indonesia Febrie Adriansyah sebagai Tersangka

Eks Jampidsus Kejagung Republik Indonesia Febrie Adriansyah sebagai Tersangka

Juli 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Petinggi Taliban dan Mantan Presiden Afghanistan Bahas Pemerintahan Baru

[Internasional]

Agustus 19, 2021
in Internasional
0
0
SHARES
54
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai (kiri tengah) dan Petinggi Taliban Anas Haqqani bertemu di Kabul pada Rabu (18/8). Foto/twitter
Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai (kiri tengah) dan Petinggi Taliban Anas Haqqani bertemu di Kabul pada Rabu (18/8). Foto/twitter

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai bertemu tokoh penting Taliban Anas Haqqani untuk mulai membahas pembentukan pemerintahan baru, jaringan Haqqani yang dicap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat (AS) pada 2012 adalah faksi penting Taliban yang merebut ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Minggu. Taliban kembali berkuasa hampir 20 tahun setelah digulingkan dalam invasi pimpinan AS.

Saat Taliban mengepung Kabul, Presiden Ashraf Ghani terbang ke luar negeri dan kemudian memposting di Facebook bahwa dia pergi untuk menghindari pertumpahan darah di ibu kota.

Sejak itu, dewan pemerintah Afghanistan yang terdiri atas Karzai, Pemimpin Hizbut Tahrir Gulbudin Hekmatyar dan Utusan Perdamaian Pemerintahan lama Afghanistan Abdullah Abdullah berusaha menggambar peta jalan masa depan untuk negara itu.

Baca juga: AS dan Taliban Jalin Komunikasi, Bahas Evakuasi

Delegasi yang dipimpin kepala kantor politik Taliban di Qatar, Mullah Abdul Ghani Baradar, tiba di Afghanistan pada Selasa malam, dengan menumpang pesawat militer Qatar yang mendarat di provinsi Kandahar selatan, markas Taliban.

Selama konferensi pers semalam di Kandahar, petinggi Taliban Mullah Khairullah Khairkhaw mengatakan, “Delegasi akan mengadakan konsultasi dan diskusi dengan para pemimpin lokal dan lainnya tentang pembentukan pemerintah inklusif.”

Sementara itu, juru bicara Karzai, Mohammad Yusof Saha mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa pertemuan awal dengan tim Taliban akan memfasilitasi pembicaraan dengan salah satu Pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar. Tidak tersedia keterangan lain tentang pertemuan awal tersebut.

Sumber Taliban di Kandahar yang meminta anonimitas karena dia tidak berwenang berbicara kepada media, mengatakan kepada Arab News bahwa, “Delegasi Taliban diperkirakan melakukan perjalanan ke Kabul di kemudian hari, saat Baradar juga akan bertemu sekelompok orang kuat etnis Afghanistan yang telah menjabat di posisi kunci pemerintah di masa lalu.”

Pembicaraan penting antara Taliban dan pejabat pemerintah dimulai di tengah peringatan dari kekuatan besar dunia yang menentang pemulihan Imarah Islam oleh Taliban ketika mereka memerintah Afghanistan dari 1996 hingga 2001 dan dituduh menerapkan kebijakan yang keras dan represif.

Taliban bersikeras mereka telah berubah dan dalam beberapa hari terakhir telah bersumpah tidak membalas dendam, menegakkan hak-hak perempuan dalam kerangka hukum Islam, memastikan kebebasan media dan menawarkan amnesti bagi pejabat pemerintah di Afghanistan. Baca juga: Wajah Baru Taliban Nazi Modern atau Tampilan Moderat?

Tidak seperti rezim Taliban masa lalu yang hidup dalam isolasi global dengan hanya Pakistan, Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi yang mengakui pemerintah mereka, Taliban dalam beberapa bulan terakhir, telah berulang kali mengatakan mereka tidak mengejar “monopoli kekuasaan” dan akan membentuk pemerintahan yang dapat diterima oleh semua kelompok etnis.

Sejak Taliban berkuasa pada Minggu, AS telah membekukan miliaran dolar pendapatan Afghanistan, menghalangi Taliban mengakses uang. Sementara beberapa negara telah memperingatkan agar tidak menahan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk negara yang dilanda perang dan kekurangan uang itu sampai Taliban melaksanakan janjinya untuk pemerintahan yang “menyeluruh”.

Sumber yang dekat dengan Taliban mengatakan kepada Arab News bahwa Baradar kemungkinan besar akan memimpin pemerintahan sementara dan mengambil alih negara.

Namun, seorang pengamat yang berbasis di Kabul, Wahidullah Ghazikhail, mengatakan kepada Arab News bahwa dia tidak “optimis” dari kedua belah pihak dapat segera mencapai kesepakatan, “Akan ada pertemuan dan diskusi, tetapi tidak akan ada terobosan cepat karena semua pihak akan tawar-menawar karena ini bukan masalah sederhana,” papar dia. Baca juga: Taliban Bebaskan 5.000 Teroris ISIS dan al-Qaeda dari Penjara

“Mereka akan berbicara tentang mengubah konstitusi di antara hal-hal lain yang kemungkinan besar akan sangat sulit. Saya tidak terlalu optimis bahwa mereka akan segera mencapai kesepakatan,” ungkap dia.

Di tengah ketidakpastian, ribuan warga Afghanistan telah mencoba melarikan diri dari negara itu dalam beberapa hari terakhir, dengan Taliban mengambil alih bandara internasional Kabul pada Selasa, ratusan orang masih berkumpul di luar bandara pada Rabu, menurut laporan media.

(nal/SI)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Internasionalmiddle easttaliban berkuasataliban menang perangtaliban vs afghanistantimur tengahwar is full of shit
ShareTweetSend

Related Posts

Dubes Iran Apresiasi Peran RI Jadi Fasilitator Perdamaian Timur Tengah

Dubes Iran Apresiasi Peran RI Jadi Fasilitator Perdamaian Timur Tengah

April 4, 2026
Perang AS-Israel Vs Iran, Menteri P2MI Imbau PMI Hindari Lokasi Rawan

Perang AS-Israel Vs Iran, Menteri P2MI Imbau PMI Hindari Lokasi Rawan

Maret 5, 2026
Militer AS Tingkatkan Status Siaga di Guam dan Mariana Utara

Militer AS Tingkatkan Status Siaga di Guam dan Mariana Utara

Maret 4, 2026

Iran Kibarkan Bendera Merah, Simbol Balas Dendam atas Kematian Ali Khamenei

Maret 3, 2026

“LAUT MENGHUBUNGKAN ANTAR BANGSA”, LATIHAN NON PERANG SKALA INTERNASIONAL SEGERA DIGELAR TNI AL

Mei 31, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?