• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
2027, Freeport Proyeksikan Setoran ke Indonesia Capai 4,7 Miliar Dolar

2027, Freeport Proyeksikan Setoran ke Indonesia Capai 4,7 Miliar Dolar

Juli 18, 2026
Alumni AAL Angkatan Ke-40 Tahun 1994 Renovasi Jembatan Untuk Wujudkan Akses dan Harapan Masyarakat

Alumni AAL Angkatan Ke-40 Tahun 1994 Renovasi Jembatan Untuk Wujudkan Akses dan Harapan Masyarakat

Juli 18, 2026
Kantor Perwakilan Taiwan di PNG Resmi Ditutup

Kantor Perwakilan Taiwan di PNG Resmi Ditutup

Juli 18, 2026
ADVERTISEMENT
Republik Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia

Republik Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia

Juli 18, 2026
Perempuan dan Anak Papua Dianggap Tak Lagi Mendapat Perlindungan dari Negara

Perempuan dan Anak Papua Dianggap Tak Lagi Mendapat Perlindungan dari Negara

Juli 18, 2026
Eks Jampidsus Kejagung Republik Indonesia Febrie Adriansyah sebagai Tersangka

Eks Jampidsus Kejagung Republik Indonesia Febrie Adriansyah sebagai Tersangka

Juli 17, 2026
DLH Kota Bekasi Respons Cepat Pengduan Bau Limbah Sisa Makanan di Sumurbatu

DLH Kota Bekasi Respons Cepat Pengduan Bau Limbah Sisa Makanan di Sumurbatu

Juli 17, 2026
Dugaan Pencemaran Lingkungan di Sumur Batu, DLH Kota Bekasi Lakukan Investigasi

Dugaan Pencemaran Lingkungan di Sumur Batu, DLH Kota Bekasi Lakukan Investigasi

Juli 17, 2026
KPK RI Ajak Mahasiswa Awasi Pengelolaan Dana Otsus Papua

KPK RI Ajak Mahasiswa Awasi Pengelolaan Dana Otsus Papua

Juli 17, 2026
Maraknya OTT Kepala Daerah, Mendagri: Mereka Bukan Anak Kecil, Tak Bisa Diawasi 24 Jam

Maraknya OTT Kepala Daerah, Mendagri: Mereka Bukan Anak Kecil, Tak Bisa Diawasi 24 Jam

Juli 17, 2026
Jaga Demo Mahasiswa di Monas 4.132 Aparat Gabungan Dikerahkan

Jaga Demo Mahasiswa di Monas 4.132 Aparat Gabungan Dikerahkan

Juli 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

2027, Freeport Proyeksikan Setoran ke Indonesia Capai 4,7 Miliar Dolar

(Ekonomi)

Juli 18, 2026
in Ekonomi
0
0
SHARES
30
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
FOTO: Truk diparkir di tambang terbuka kompleks tambang tembaga dan emas Grasberg PT Freeport dekat Timika, Papua//istimewa

JAKARTA, satukanindonesia.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan, penerimaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kegiatan operasional perusahaan akan meningkat signifikan pada 2027.

Nilai setoran diperkirakan mencapai 4,7 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan proyeksi penerimaan negara pada 2026 yang sebesar 2,6 miliar dolar AS. Presiden

Hal ini diungkapkan Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (14/07/2026) lalu.

Ia mengatakan, peningkatan tersebut sejalan dengan pemulihan kapasitas produksi tambang bawah tanah yang sempat terganggu akibat insiden longsor di kawasan Grasberg Block Cave (GBC).

“Kami melihat proyeksi tahun 2027, jika sesuai dengan peningkatan produksi kita, maka penerimaan negara akan bisa mencapai 4,7 miliar dolar AS,”ujar Tony Wenas.

Tony mengemukakan, prospek peningkatan penerimaan negara didorong oleh membaiknya kapasitas produksi tambang bawah tanah setelah insiden longsor yang terjadi pada 8 September 2025.

Peristiwa tersebut mengakibatkan aktivitas produksi di tambang Grasberg Block Cave (GBC) sempat terhenti dan berdampak langsung terhadap kinerja operasional perusahaan. Tambang GBC merupakan aset produksi terbesar yang dimiliki PT Freeport Indonesia. Selain GBC, perusahaan juga mengoperasikan tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan.

Berdasarkan laporan resmi perusahaan, kapasitas produksi konsentrat GBC mencapai sekitar 133.800 ton per hari, sementara DMLZ memproduksi sekitar 64.900 ton per hari, dan Big Gossan sekitar 8.000 ton per hari. Dengan komposisi tersebut, tambang GBC menyumbang sekitar 64 persen dari total kapasitas produksi PT Freeport Indonesia.

Karena itu, gangguan operasional di area tersebut memberikan dampak besar terhadap volume produksi perusahaan sekaligus terhadap kontribusi penerimaan negara. Akibat penurunan produksi pascalongsor, proyeksi penerimaan negara pada 2026 diperkirakan turun menjadi 2,6 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan realisasi maupun proyeksi tahun 2025 yang mencapai sekitar 4,3 miliar dolar AS.

Dijelaskannya, selama semester pertama 2026 kapasitas produksi GBC baru mampu beroperasi di kisaran 50 persen dari kondisi normal. Memasuki semester kedua 2026, kapasitas tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 65 persen seiring berlangsungnya proses pemulihan infrastruktur tambang.

Pemulihan produksi diproyeksikan terus berlanjut sepanjang 2027. Pada semester pertama tahun tersebut, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 75 persen, sebelum kembali beroperasi secara penuh pada semester kedua. Dengan pulihnya aktivitas produksi, kontribusi perusahaan terhadap penerimaan negara juga diperkirakan kembali meningkat.

Tony bahkan optimistis, setelah kapasitas produksi mencapai kondisi normal sepenuhnya pada 2028, kontribusi Freeport kepada negara dapat melampaui 7 miliar dolar AS per tahun.

“Masuk ke kapasitas produksi penuh pada 2028, penerimaan negara akan bisa melebihi 7 miliar dolar AS per tahun. Kalau dirupiahkan, itu kira-kira sekitar Rp120 triliun per tahun,”katanya.

Proyeksi tersebut dihitung menggunakan asumsi harga komoditas global, yakni harga tembaga sebesar 6 dolar AS per pon dan harga emas 4.500 dolar AS per ons.

Besaran penerimaan negara berasal dari berbagai komponen, antara lain pajak, royalti, dividen, bea keluar, serta berbagai kewajiban perusahaan kepada negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Apabila target pemulihan produksi dapat dicapai sesuai rencana, PT Freeport Indonesia diperkirakan kembali menjadi salah satu kontributor terbesar penerimaan negara dari sektor pertambangan, sekaligus memperkuat peran industri mineral sebagai penopang penerimaan negara dan perekonomian nasional. [GRW]

Komentar Facebook

Tags: Direktur PT Freeport IndonesiaPT. Freeport Indonesia (PTFI)Tony Wenas
ShareTweetSend

Related Posts

Target Timnas Hingga Piala Dunia, Freeport Indonesia Lepas 20 Lulusan PFA

Target Timnas Hingga Piala Dunia, Freeport Indonesia Lepas 20 Lulusan PFA

Juli 5, 2026
Presiden Direktur Freeport Targetkan Setor Rp 54 Triliun ke Negara

Presiden Direktur Freeport Targetkan Setor Rp 54 Triliun ke Negara

April 15, 2026
Tambang GBC Milik PT Freeport Indonesia Ditargetkan Produksi Normal

Tambang GBC Milik PT Freeport Indonesia Ditargetkan Produksi Normal

Maret 24, 2026

Bahlil: Izin IUP PT. Freeport Harus Diperpanjang Sampai 2041, Ini Alasannya!

September 27, 2025

Freeport Indonesia Wujudkan Pertambangan Terintegrasi Terbesar di Dunia

Agustus 18, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?