
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Peristiwa penembakan yang memilukan di Sigi dan penembakan 6 Laskar FPI sangat menyita perhatian masyakat Indonesia. Terkait peristiwa itu, Presiden Jokowi atau Joko Widodo buka suara.
Presiden Jokowi atau Joko Widodo menegaskan, Indonesia merupakan negera hukum, maka harus dipatuhi dan ditegakkan untuk melindungi bangsa dan negara. Dia berpesan, semua pihak tidak boleh bertindak semena-mena dan melanggar hukum yang merugikan masyarakat dan membahayakan bangsa serta negara.
“Dan aparat hukum tidak boleh mundur sedikit pun, tapi aparat penegak hukum juga wajib mengikuti aturan hukum dalam menjalankan tugasnya, melindungi hak asasi manusia dan menggunakan kewenangannya secara wajar dan terukur,” kata Jokowi lewat video yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13/12/2020).
Kemudian, jika ada perbedaan pendapat tentang proses penegakan hukum, Jokowi minta agar menggunakan mekanisme hukum.
“Ikuti prosedur hukum, ikuti proses peradilan, hargai keputusan pengadilan. Jika perlu, jika memerlukan keterlibatan lembaga independen, kita memiliki Komnas HAM, di mana masyarakat bisa menyampaikan pengaduannya,” kata dia.
Belakangan ini memang ada peristiwa tak terduga hingga memakan korban jiwa. Misalnya, pada 27 November 2011 diberitakan empat orang dibantai di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam insiden ini, Polisi menduga kelompok jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora sebagai pelakunya.
Kemudian 7 Desember 2020, terjadi bentrokan antara Laskar FPI dengan aparat kepolisian di Tol Cikampek. Dari kejadian itu, enam orang Laskar FPI yang mengawal Rizieq Shihab tewas.
Polisi dan FPI memiliki versi masing-masing terkait bentrokan itu yang menyebabkan pro dan kontra. (*)













