
Tigaras, SatukanIndonesia.com – Suasana haru menyelimuti Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun melaksanakan acara doa bersama dan tabur bunga sebagai tanda mengikhlaskan kepergian para korban untuk selama-lamanya.
“Sedang berlangsung acara tabur bunga dan doa bersama oleh keluarga para korban,” kata Kepala Kantor SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, Selasa (3/7/2018).
Saat prosesi tabur bunga, keluarga korban tampak histeris. Menatap danau dalam-dalam sembari memangil nama keluarga masing-masing yang hilang. Seorang ibu tampak menangis terbata-bata memanggil-manggil nama putranya. Dia kemudian dipapah kerabatnya meninggalkan area tabur bunga. Sedangkan keluarga lain tampak berpelukan, saling menguatkan satu sama lain.
Suasana haru menyelimuti lokasi. Keluarga para korban yang beragama Islam melaksanakan tahlilan, sedangkan yang Protestan dan Katolik melaksanakan kebaktian serta doa bersama dengan para pendeta.
Pendeta meminta pihak keluarga mengikhlaskan para korban yang telah kembali ke pangkuan Sang Khalik. Isak tangis keluarga pun pecah saat prosesi tabur bunga dilaksanakan di pinggir Danau Toba.
Budiawan mengatakan dalam acara ini juga dilaksanakan proses peletakan batu pertama monumen korban KM Sinar Bangun. Nama-nama korban akan diukir di monumen ini untuk mengenang tragedi tersebut.
Ditambahkan Budiawan, hari ini menjadi hari terakhir operasi SAR nasional mencari korban KM Sinar Bangun, yang tenggelam pada Senin (18/6) lalu. Ada 164 orang yang dinyatakan belum ditemukan.
“Hari ini operasi hari ke-16 kami tetap melakukan pencarian di permukaan air, pemantauan, apabila ada yang melaporkan info valid melihat jasad korban, juga kita tindaklanjuti,” ujarnya.(*)













