
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebutkan bahwa selalu ada konsekuensi dari setiap langkah yang diambil dalam menentukan sosok Capres-Cawapres yang akan diusung untuk Pemilu. Surya juga sempat menceritakan pengalamannya pada saat menjalani Pilkada DKI 2019 dimana saat itu NasDem mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang merupakan rival Anies Baswedan.
Saat itu, akibat parkataan yang dilontarkan Ahok mengenai Alquran, membuat Partai NasDem ikut disebut partai pengusung penista agama. Hal itu menurutnya merupakan sebuah konsekuensi dari keputusannya mendukung Ahok kala itu.
“Sedih juga saya. Saya ngalamin pengalaman pemilu yang lalu dianggap partai penista agama. Padahal saya dididik dengan kemusliman saya, dengan keimanan saya, keyakinan saya. Terbayang wajah almarhumah ibu saya, orang tua saya. (Disebut) Partai penista agama yang saya Pimpin. Itu konsekuensinya yang timbul karena Saya dukung Ahok,” ujar Surya dalam sebuah acara di NasDem Tower belum lama ini.
Surya mengungkapkan, saat itu dia mendukung Ahok karena dianggap sosok tepat untuk DKI saat itu. Begitu juga dengan Anies, yang saat ini dianggap sosok tepat memperkuat nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
“Saya berani dukung Ahok karena saya yakin dia yang terbaik pada waktu itu untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Sekarang saya dukung Anies pada waktunya yang saya anggap tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” ujar Surya.
Dia pun merasa heran atas julukan ‘Kadrun’ hang dilekatkan kepadanya setelah mendukung Anies. Dimana julukan itu diberikan sejumlah pihak untuk orang-orang yang dianggap berpikiran sempit, terpengaruh gerakan ekstremisme, dan fundamentalisme dari Timur Tengah.
“Kan aneh (pada saat) dukung Ahok saya dibilang Penista agama, sekarang dukung Anies ini baru jadi kadrun ini. Nasib saya nih gimana ni, saya bilang, lucu ini bangsa ini,” ujar Surya
Sebelumnya, DPP Partai NasDem secara resmi telah mendeklarasikan dan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Surya Paloh di Ballroom NasDem Tower pada Senin 3 Oktober 2022. Anies yang juga hadir dalam kesempatan itu menerima pencalonan tersebut.
“Dengan memohon rida Allah, dengan memohon petunjuk-Nya, dan seluruh kerendahan hati, bismillahirrahmanirrahim, kami terima dan bersiap menjawab tantangan itu,” kata Anies.(***)













