Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) melalui tim hukumnya melayangkan teguran dan somasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat 12 Januari 2024.
Somasi ini dilakukan terkait dugaan adanya penghinaan yang ditujukan kepada calon presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan saat debat sesi ketiga atau debat capres kedua yang berlangsung pada Minggu 7 Januari 2024 lalu.
“Kami sangat menyayangkan ada oknum-oknum yang melontarkan ucapan dan penghinaan secara langsung dan merendahkan martabat dari paslon kami di 01 dalam debat tersebut,” kata Direktur Sengketa Proses Timnas Amin, Zaid Mushafi, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir TEMPO.CO, Senin, 15 Januari 2024.
Zaid menyatakan somasi itu telah mereka kirimkan kepada KPU pada Jumat pekan lalu. Dia pun menyatakan kembali menyinggung masalah tersebut dalam rapat bersama komisioner KPU August Mellaz.
Dia menyatakan somasi itu mereka layangkan kepada KPU karena debat capres merupakan acara yang diselenggarakan oleh lembaga tersebut.
“Jadi kami memberikan teguran hukum kepada KPU melalui somasi hari jumat kemarin,” ujar dia. “Tadi sudah kami sampaikan langsung, dan KPU melalui August Mellaz, sudah menerima somasi tersebut dan sedang menyiapkan jawaban ataupun konfirmasinya.”
Menurut dia, video ucapan penghinaan tersebut sudah beredar di media sosial. Karena itu, mereka mendesak KPU agar menindak tegas orang yang melontarkan kalimat penghinaan itu.
“Karena oknum tersebut karena sudah merendahkan, dan kami tegaskan, kami menunggu sikap tegas KPU atas adanya kejadian tersebut,” ucap dia.
Selain sikap tegas KPU menindak pelaku yang melontarkan kata-kata penghinaan di ruang debat, Zaid mengatakan akan menunggu jawaban KPU untuk membuktikan siapa orang tersebut. Dia mengatakan semua orang yang masuk di arena debat bukan orang sembarangan. Para pendukung yang hadir pun ditandai dengan undangan, kartu pengenal, dan nama.
“Tentu kami meminta KPU di sini bertindak tegas terhadap oknum tersebut,” ucap dia.
“Kalau melihat jaketnya, itu jaket paslon 02. Tapi kami tidak bisa menuduh itu adalah paslon 02. Kami yakin pendukungnya pun secara resmi hadir ke situ bukan orang sembarangan yang dipilih,” ujar dia. (***)













