• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
TNI dan Polri Diminta Buka Data Jumlah Aparat Yang Dikerahkan di Papua

TNI dan Polri Diminta Buka Data Jumlah Aparat Yang Dikerahkan di Papua

Agustus 24, 2026
Tentara Australia dan PNG Berpartisipasi dalam Latihan Prajurit Wantok

Tentara Australia dan PNG Berpartisipasi dalam Latihan Prajurit Wantok

Oktober 9, 2026
Gubernur DKI Targetkan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulogadung Rampung pada 2027 untuk Kurangi Kemacetan Jakarta

Gubernur DKI Targetkan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulogadung Rampung pada 2027 untuk Kurangi Kemacetan Jakarta

Oktober 9, 2026
ADVERTISEMENT
2 Tahun Prabowo-Gibran: APBN Perkuat Program Prioritas dan Stabilitas Ekonomi

2 Tahun Prabowo-Gibran: APBN Perkuat Program Prioritas dan Stabilitas Ekonomi

Oktober 9, 2026
Industri Data Center AI di Indonesia Butuh Banyak Air dan Listrik

Industri Data Center AI di Indonesia Butuh Banyak Air dan Listrik

Oktober 9, 2026
Dari Wartawan ke Dunia Politik hingga Dilantik jadi Anggota Wantimpres

Dari Wartawan ke Dunia Politik hingga Dilantik jadi Anggota Wantimpres

Oktober 9, 2026
Komite III DPD RI Perkuat Pengawasan terhadap Kebijakan Nasional untuk wilayah Terpencil

Komite III DPD RI Perkuat Pengawasan terhadap Kebijakan Nasional untuk wilayah Terpencil

Oktober 9, 2026
Pemkot Bekasi Dukung Kerja Sama Layanan Kesehatan, Warga Jabar Berobat di RS Jaringan Pemda Tanpa Khawatir Biaya.

Pemkot Bekasi Dukung Kerja Sama Layanan Kesehatan, Warga Jabar Berobat di RS Jaringan Pemda Tanpa Khawatir Biaya.

Oktober 9, 2026
Perlu Regulasi Khusus Lindungi Burung Cenderawasih

Perlu Regulasi Khusus Lindungi Burung Cenderawasih

Oktober 9, 2026
KPK dan Lemhannas Perkuat Integritas Antikorupsi bagi Calon Pemimpin Nasional

KPK dan Lemhannas Perkuat Integritas Antikorupsi bagi Calon Pemimpin Nasional

Oktober 9, 2026
Kontribusi Investasi Hilirisasi Tembus 35 persen, Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Kontribusi Investasi Hilirisasi Tembus 35 persen, Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Oktober 9, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

TNI dan Polri Diminta Buka Data Jumlah Aparat Yang Dikerahkan di Papua

(Fokus Berita)

Agustus 24, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
448
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

JAKARTA, satukanindonesia.com – Guna mengetahui penggunaan anggaran Negara dalam pengerahan personel TNI dan Polri di Tanah Papua. Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai buka suara.

MenHAM RI mengatakan, TNI dan Polri harus menjelaskan secara terbuka jumlah aparat yang dikerahkan. Karena, menurut Pigai, keterbukaan tersebut penting karena pengerahan personel menggunakan anggaran negara dan menyangkut hak masyarakat untuk mengetahui kebijakan pemerintah.

“Saya ingin TNI dan Polri menyampaikan berapa jumlah aparat yang di-deploy di Papua. Ini saya sampaikan sebagai Menteri HAM supaya publik tahu, karena ini menggunakan anggaran publik,”kata Pigai dalam keterangan pers di Kementerian HAM, Senin (24/08/2028).

Pigai menegaskan, pengerahan aparat untuk menghadapi kelompok bersenjata merupakan bagian dari tugas negara.

Namun, menurut dia, pengerahan personel dalam jumlah besar untuk menjalankan fungsi di luar konteks tersebut harus memiliki ukuran yang jelas.

“Kalau aparat yang berhadapan dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), itu tugas Negara. Tetapi kalau aparat melakukan pekerjaan di luar itu dan kemudian di-deploy dalam jumlah besar, harus terukur,”ujarnya.

Mantan Komisioner Komnas HAM ini menilai, transparansi mengenai jumlah personel diperlukan untuk memastikan kebebasan sipil dan demokrasi tetap terjaga, di Tanah Papua.

Pigai juga menekankan, pentingnya meminimalkan militerisasi di berbagai wilayah Indonesia.

“Kita ingin ada kebebasan sipil. Kebebasan sipil itu nomor satu, demokrasi nomor satu. Kita harus meminimalkan militerisasi di seluruh Nusantara, dari Sabang sampai Merauke,”katanya.

Selain itu, Pigai mengatakan, permintaan tersebut bukan dimaksudkan untuk menuduh TNI dan Polri melakukan pengerahan aparat secara berlebihan.

Namun, lanjut dia, pemerintah dinilai tetap perlu menyampaikan data kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran negara.

“Saya tidak mau menuduh berlebihan. Tetapi minimal harus disampaikan bahwa kami menempatkan pasukan sekian. Itu sebagai pertanggungjawaban publik,”kata Pigai.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui jumlah aparat yang ditempatkan di Papua, terlebih ketika pengerahan tersebut berkaitan dengan penggunaan anggaran publik.

“Masyarakat memiliki hak atas informasi atau right to know bagi seluruh warga negara,”katanya.

Pigai juga menyampaika, hal tersebut setelah mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Provinsi Papua Tengah.

Dimana, ia mengatakan, Papua masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari dinamika keamanan, gerakan sipil, hingga persoalan ekonomi dan ketenagakerjaan.

“Saya baru mengikuti upacara 17 Agustus di Provinsi Papua Tengah. Sehari sebelum 17 Agustus, terjadi pembakaran di salah satu kabupaten. Konflik TNI-Polri juga menyebabkan situasi yang tidak menentu dan gerakan sipil di Papua memiliki tensi yang cukup tinggi,”kata Pigai.

Meski demikian, Pigai menyebut, pelaksanaan upacara kemerdekaan di Papua Tengah berjalan dengan baik.

Pada kesempurnaan ini, ia juga menyoroti, persoalan pengangguran di Papua. Pasalnya, Berdasarkan pengamatan dan masukan masyarakat yang diterimanya, masyarakat Papua dinilai belum memperoleh akses yang memadai terhadap sumber daya kekuasaan, baik di bidang politik, pemerintahan maupun bisnis.

“Orang Papua saat ini merasa tidak mendapatkan sumber daya kekuasaan, baik itu di politik, pemerintahan maupun dunia bisnis. Akibatnya, banyak masyarakat Papua, khususnya angkatan kerja, cenderung jobless atau menganggur,”ujarnya.

Lebih jauh, Pigai mengingatkan, tingginya angka pengangguran dapat berdampak terhadap stabilitas Papua dan bahkan berpengaruh terhadap stabilitas nasional.

“Kalau orang Papua banyak yang jobless, itu bisa mengganggu stabilitas bangsa kita, baik di Papua maupun di luar Papua,”pungkasnya. [***/GRW]

Komentar Facebook

Tags: Menteri HAMNatalius PigaiPolriTNI
ShareTweetSend

Related Posts

Dua Anggota TPNPB di Maybrat Tewas Ditembak TNI

Dua Anggota TPNPB di Maybrat Tewas Ditembak TNI

Oktober 4, 2026
Menteri HAM Pigai Resmikan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian

Menteri HAM Pigai Resmikan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian

September 30, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Polri Siagakan 3.852 Personel untuk Pengamanan

FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Polri Siagakan 3.852 Personel untuk Pengamanan

September 25, 2026

Jaga Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat

September 25, 2026

Kupas Historis Gerakan Perlawanan dan Konflik Papua, MenHAM RI Serukan Perdamaian Abadi

September 18, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?