
Kota Malang, SatukanIndonesia.com — “Harapan kami, kegiatan sederhana ini mampu menghadirkan kesejukan dan memperkuat harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Jika kerukunan terjaga, maka stabilitas sosial juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang dan sekitarnya.”
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya, David Tobing, dalam aksi sosial pembagian takjil lintas agama yang digelar di depan Balai Kota Malang, Sabtu sore (7/3).
Kegiatan tersebut diselenggarakan FKAUB Malang Raya bersama Forum Bhineka Muda Malang Raya dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama. Dalam aksi tersebut, panitia menyiapkan 1.112 paket takjil yang dibagikan kepada masyarakat serta para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut menjelang waktu berbuka puasa.
Menurut David Tobing, jumlah 1.112 paket takjil yang dibagikan memiliki makna simbolik. Selain sebagai wujud kepedulian sosial di bulan Ramadan, angka tersebut juga menjadi simbol peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang yang akan diperingati pada 1 April 2026 mendatang.
“Jumlah 1.112 paket takjil ini kami maknai sebagai bentuk partisipasi dalam menyambut ulang tahun Kota Malang ke-112. Harapannya, momentum ini semakin memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat,” ujarnya.
Aksi berbagi tersebut melibatkan berbagai lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, serta komunitas kepemudaan lintas agama di Malang Raya.
Beberapa pihak yang bergabung antaranya STAB Kertarajasa, WKRI Keuskupan Malang, Vihara Dharma Mitra, Walubi Kota Malang, MLKI Kota Malang, Vihara Samaggi Viriya, JDPPM Malang, Pemuda Katolik Kabupaten Malang, PMK Nafiri Sion LDII Kota Malang, Politeknik Negeri Malang, BEM FIA Universitas Brawijaya, ABI, Muslimah Kota Malang, GP Ansor Kota Malang, UAKB Universitas Brawijaya, Yayasan Kasih Abadi, Vihara Adi Kasih, hingga KMB Universitas Negeri Malang.
Seluruh paket takjil dibagikan langsung oleh para tokoh agama bersama anak-anak dan pemuda lintas iman yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran generasi muda dari berbagai latar belakang agama menjadi simbol bahwa nilai toleransi dapat tumbuh melalui pengalaman kebersamaan dalam aksi sosial.
Pada bagian lain David Tobing juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sosial bagi generasi muda agar memahami pentingnya hidup rukun di tengah keberagaman agama dan kepercayaan.
FKAUB Malang Raya berharap kegiatan sederhana tersebut dapat menjadi contoh nyata praktik toleransi sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan dan ruang perjumpaan berbagai latar belakang budaya serta agama (Rilis/Yosua).













