
JAYAPURA, SATUKANINDONESIA.Com – Menanggapi aksi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibnas), yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) mendapat kritikan dari tokoh Agama.
Diantaranya Pdt Yonas Wenda, salah satu tokoh Agama mengimbau, agar masyarakat Papua tidak terprovokasi dengan informasi informasi hoax yang di sebarkan para pentolan OPM.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama aparat keamanan TNI/Polri menjaga kondusifitas di Tanah Papua agar tetap damai,”seru Pendeta Yonas Wenda di Jayapura, Jumat (19/07/2024).
Dalam pesan damainya tersebut, Pdt Yonas Wenda mengatakan, pentingnya mencegah dan menangkal penyebaran informasi hoax, karena itu merupakan pemicu munculnya keresehan, keributan dan kebencian.
“Kita semua harus bisa menangkal informasi hoaks, jangan mudah terhasut. Dengan begitu, masyarakat dapat menjalankan aktifitasnya sehari-hari tanpa ada rasa takut akan ancaman dan intimidasi dari OPM,”tandasnya.
Terkait dengan upaya terwujudnya perdmamaian di Bumi Papua – Cenderawasih itu, sebelumnya secara terpisah, Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (DPP PPGI), Mascot Siregar mendukung upaya dan langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bersama dengan Aparat Penegak Hukum TNI dan Poli untuk mewujudkan perdamaian dan kenyamann hidup di bumi Papua.
“Kami dari PPGI mendukung dan mengharapkan langkah cepat dari pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah bersama dengan TNI – Polri untuk secepat mungkin memulihkan situasi seraya mencari akar permasalahan yang sesungguhnya untuk penyelesaian konflik dan berbagai masalah yang ada di Bumi Papua;, ujar Mascot melalui telepon selularnya, Kamis, (18/7).
Ia menambahkan, kelompok masyarakat yang menamakan diri dan ternamakan sebagai KKB untuk meninggalkan dan melepaskan diri dari KKB itu sendiri dan menyatakan diri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia guna menghindari semakin bertambahnya korban jiwa serta kerugian materil ditengah masyarakat yang akan merugikan warga Papua sendiri.
“Bagi mereka yang dinamakan dan ternamakan sebagai KKB, tak ada jalan lain selain menyatakan untuk kembali bersatu dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena secara historis para pendahulu dan tokoh-tokoh pejuang Papua terdahulu telah menyatakan tekad dan komitmennya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari NKRI”, ujarnya.
Lebih lanjut Sekum PPGI itu menambahkan, semua pihak perlu berkomitmen dan menujukkan tekad yang bulat untuk memajukan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal Papua melalui penguatan kepada putra asli Papua dalam beberbagai kesempatan, memajukan pendidikan dan kesehatannya, serta kesempatan untuk berusaha. [Redaksi/GRW]












