• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Tolak PSN, Wabia: Masyarakat Tidak Butuh Batalyon TNI di Tambrauw

Tolak PSN, Wabia: Masyarakat Tidak Butuh Batalyon TNI di Tambrauw

Juni 14, 2025
BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada Sabtu

BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada Sabtu

April 18, 2026
Wakil Ketua DPR Tekankan Komitmen Indonesia Kembangkan Pasar Karbon Berintegritas

Wakil Ketua DPR Tekankan Komitmen Indonesia Kembangkan Pasar Karbon Berintegritas

April 18, 2026
ADVERTISEMENT
Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Siap Kolaborasi dengan Pemda Manokwari

Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Siap Kolaborasi dengan Pemda Manokwari

April 18, 2026
Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

April 17, 2026
Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

April 17, 2026
Diberi Waktu Sepekan,  Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

Diberi Waktu Sepekan, Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

April 17, 2026
Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

April 17, 2026
Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

April 17, 2026
Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

April 17, 2026
Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

April 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Tolak PSN, Wabia: Masyarakat Tidak Butuh Batalyon TNI di Tambrauw

[Daerah]

Juni 14, 2025
in Daerah, News
0
0
SHARES
238
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Mahasiswa Tambrauw Kota studi Jayapura melakukan pernyataan sikap penolakan pembangunan Batalyon di kabupaten Tambrauw di kota Jayapura//ISTIMEWA

MANOKWARI, SatukanIndonesia.com – Mahasiswa Tambrauw, Papua Barat Daya di kota Studi Jayapura, Papua dengan tegas menolak pembangunan Batalyon teritorial dan seluruh aktivitas berbasis Proyek Strategis Nasional (PSN) di kabupaten Tambrauw.

 

Mahasiswa Kabupaten Tambrauw, Agustinus Wabia mengatakan, pihaknya menolak pembangunan Batalyon di kabupaten Tambrauw, karena merupakan jembatan bagi para elite investasi masuk ke wilayah itu.

 

Selain itu, kehadiran Batalyon itu dianggap sebagai kaki tangan pemerintah pusat, dan daerah untuk mendukung program-program PSN, salah satunya perkebunan kelapa sawit.

“Alasan kami menolak pembangunan Batalyon itu karena akan menjadi akses bagi para investor dan negara memuluskan PSN. Masyarakat di kabupaten Tambrauw tidak membutuhkan pembangunan Batalyon, tapi lebih membutuhkan bagaimana pemerintah memperhatikan sarana dan prasarana pendidikan, serta kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,”kata Agustinus Wabia di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (14/06/2025).

 

Mahasiswa khawatir, kehadiran Batalyon hanya akan memberikan tekanan dari militer kepada masyarakat, sehingga dapat menimbulkan konflik dalam masyarakat.

“Pembangunan Batalyon ini kami sangat menentang, karena tidak ada gunanya bagi kehidupan masyarakat di sana. Yang ada justru akan membatasi ruang gerak masyarakat dan akan mempersempit masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari,”ucapnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan masyarakat Tambrauw adalah pembangunan sumber daya manusia, bukan pembangunan Batalyon yang dinilai tidak membawa dampak positif dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Pemerintah kabupaten Tambrauw diharap jeli melihat situasi ini, sehingga tidak mengambil keputusan terburu-buru untuk pembangunan Batalyon itu. Pemerintah daerah dirasa perlu menganalisis dampak negatif dari kehadiran Batalyon.

“Pemerintah seharusnya berpikir sebelum mengambil kebijakan, mensejahterakan masyarakat lebih penting daripada pembangunan Batalyon. Kabupaten Tambrauw juga tidak ada sejarah konflik yang berkepanjangan jadi kami rasa Batalyon di sana tidak perlu,”ujarnya.

 

Sementara itu, Yance Songgreri menambahkan, pihaknya berharap pemerintah daerah mengevaluasi pembangunan Batalyon, karena kehadiran Batalyon akan mempersempit ruang gerak masyarakat.

Beberapa poin tuntutan mahasiswa Kabupaten Tambrauw di Kota Studi Jayapura, diantaranya menuntut dengan tegas Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tambrauw, Yehezkiel Yesnat dan Paulus Ajambuani, segera mencabut kembali sertifikat tanah hibah milik Pemkab Tambrauw yang diberikan kepada Kodam Kasuari untuk pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw.

 

Menuntut Pemerintah Kabupaten Tambrauw tidak berfokus pada program pemerintah pusat terkait pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw, namun lupa membangun sumber daya manusia di Kabupaten Tambrauw.

Menuntut Pemerintah Kabupaten Tambrauw, agar tidak mengganggu ruang gerak masyarakat Tambrauw, melalui pembangunan Batalyon Teritorial.

Mahasiswa Tambrauw kota Studi Jayapura dengan tegas menolak Pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw, karena Batalyon Teritorial adalah proyek strategis nasional yang akan mendukung segala bentuk aktivitas investasi di Kabupaten Tambrauw seperti kelapa sawit, tambang nikel, dan Proyek Strategis Nasional lainya. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Mahasiswa TambrauwPapua Barat DayaTNITolak PSN
ShareTweetSend

Related Posts

4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Akui Dendam saat Kejadian di Hotel Fairmont

4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Akui Dendam saat Kejadian di Hotel Fairmont

April 16, 2026
Menlu RI Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian

Menlu RI Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian

April 5, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Minta Evaluasi dan Penarikan Pasukan

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Minta Evaluasi dan Penarikan Pasukan

Maret 30, 2026

MRP Salurkan Bantuan ke Warga Salah Tangkap Insiden Tambrauw

Maret 26, 2026

Dua Prajurit TNI Tewas di Maybrat, TPNPB Nyatakan Bertanggungjawab

Maret 24, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?