• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Tolak PSN, Wabia: Masyarakat Tidak Butuh Batalyon TNI di Tambrauw

Tolak PSN, Wabia: Masyarakat Tidak Butuh Batalyon TNI di Tambrauw

Juni 14, 2025
Semarak Kemerdekaan Pemkot Bekasi Gelar Turnamen Padel

Semarak Kemerdekaan Pemkot Bekasi Gelar Turnamen Padel

Agustus 18, 2026
Komnas HAM Disurati Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua

Komnas HAM Disurati Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua

Agustus 18, 2026
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi III DPR Dukung Penuh Kapolri-Panglima TNI Tindak Beking Tambang Ilegal

Anggota Komisi III DPR Dukung Penuh Kapolri-Panglima TNI Tindak Beking Tambang Ilegal

Agustus 18, 2026
Pimpinan dan Anggota DPRD Batam Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI, Wakil Ketua I Dewan Apresiasi Semangat Peserta

Pimpinan dan Anggota DPRD Batam Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI, Wakil Ketua I Dewan Apresiasi Semangat Peserta

Agustus 18, 2026
Wakil Ketua II DPRD Hadiri Upacara Pemberian Remisi WBP Lapas Batam, 915 Narapidana Terima Pengurangan Hukuman

Wakil Ketua II DPRD Hadiri Upacara Pemberian Remisi WBP Lapas Batam, 915 Narapidana Terima Pengurangan Hukuman

Agustus 18, 2026
Pimpinan dan Anggota Dewan Kota Batam Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Dataran Engku Putri, Ketua DPRD Bacakan Teks Proklamasi

Pimpinan dan Anggota Dewan Kota Batam Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Dataran Engku Putri, Ketua DPRD Bacakan Teks Proklamasi

Agustus 18, 2026
Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Ikut Lepas Pawai Obor HUT ke-81 RI, Apresiasi Semangat Peserta

Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Ikut Lepas Pawai Obor HUT ke-81 RI, Apresiasi Semangat Peserta

Agustus 18, 2026
Ketua DPRD Kota Batam Hadiri Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI di TMP Pusara Bhakti Bulan Gebang

Ketua DPRD Kota Batam Hadiri Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI di TMP Pusara Bhakti Bulan Gebang

Agustus 18, 2026
Sayangkan Pernyataan Soal Insiden Maybrat, Pangdam XVIII Kasuari Diminta Klarifikasi

Sayangkan Pernyataan Soal Insiden Maybrat, Pangdam XVIII Kasuari Diminta Klarifikasi

Agustus 18, 2026
Ribuan Personel dari PNG Akan Direkrut Angkatan Pertahanan Australia?

Ribuan Personel dari PNG Akan Direkrut Angkatan Pertahanan Australia?

Agustus 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Tolak PSN, Wabia: Masyarakat Tidak Butuh Batalyon TNI di Tambrauw

[Daerah]

Juni 14, 2025
in Daerah, News
0
0
SHARES
252
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
FOTO: Mahasiswa Tambrauw Kota studi Jayapura melakukan pernyataan sikap penolakan pembangunan Batalyon di kabupaten Tambrauw di kota Jayapura//ISTIMEWA

MANOKWARI, SatukanIndonesia.com – Mahasiswa Tambrauw, Papua Barat Daya di kota Studi Jayapura, Papua dengan tegas menolak pembangunan Batalyon teritorial dan seluruh aktivitas berbasis Proyek Strategis Nasional (PSN) di kabupaten Tambrauw.

 

Mahasiswa Kabupaten Tambrauw, Agustinus Wabia mengatakan, pihaknya menolak pembangunan Batalyon di kabupaten Tambrauw, karena merupakan jembatan bagi para elite investasi masuk ke wilayah itu.

 

Selain itu, kehadiran Batalyon itu dianggap sebagai kaki tangan pemerintah pusat, dan daerah untuk mendukung program-program PSN, salah satunya perkebunan kelapa sawit.

“Alasan kami menolak pembangunan Batalyon itu karena akan menjadi akses bagi para investor dan negara memuluskan PSN. Masyarakat di kabupaten Tambrauw tidak membutuhkan pembangunan Batalyon, tapi lebih membutuhkan bagaimana pemerintah memperhatikan sarana dan prasarana pendidikan, serta kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,”kata Agustinus Wabia di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (14/06/2025).

 

Mahasiswa khawatir, kehadiran Batalyon hanya akan memberikan tekanan dari militer kepada masyarakat, sehingga dapat menimbulkan konflik dalam masyarakat.

“Pembangunan Batalyon ini kami sangat menentang, karena tidak ada gunanya bagi kehidupan masyarakat di sana. Yang ada justru akan membatasi ruang gerak masyarakat dan akan mempersempit masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari,”ucapnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan masyarakat Tambrauw adalah pembangunan sumber daya manusia, bukan pembangunan Batalyon yang dinilai tidak membawa dampak positif dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Pemerintah kabupaten Tambrauw diharap jeli melihat situasi ini, sehingga tidak mengambil keputusan terburu-buru untuk pembangunan Batalyon itu. Pemerintah daerah dirasa perlu menganalisis dampak negatif dari kehadiran Batalyon.

“Pemerintah seharusnya berpikir sebelum mengambil kebijakan, mensejahterakan masyarakat lebih penting daripada pembangunan Batalyon. Kabupaten Tambrauw juga tidak ada sejarah konflik yang berkepanjangan jadi kami rasa Batalyon di sana tidak perlu,”ujarnya.

 

Sementara itu, Yance Songgreri menambahkan, pihaknya berharap pemerintah daerah mengevaluasi pembangunan Batalyon, karena kehadiran Batalyon akan mempersempit ruang gerak masyarakat.

Beberapa poin tuntutan mahasiswa Kabupaten Tambrauw di Kota Studi Jayapura, diantaranya menuntut dengan tegas Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tambrauw, Yehezkiel Yesnat dan Paulus Ajambuani, segera mencabut kembali sertifikat tanah hibah milik Pemkab Tambrauw yang diberikan kepada Kodam Kasuari untuk pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw.

 

Menuntut Pemerintah Kabupaten Tambrauw tidak berfokus pada program pemerintah pusat terkait pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw, namun lupa membangun sumber daya manusia di Kabupaten Tambrauw.

Menuntut Pemerintah Kabupaten Tambrauw, agar tidak mengganggu ruang gerak masyarakat Tambrauw, melalui pembangunan Batalyon Teritorial.

Mahasiswa Tambrauw kota Studi Jayapura dengan tegas menolak Pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw, karena Batalyon Teritorial adalah proyek strategis nasional yang akan mendukung segala bentuk aktivitas investasi di Kabupaten Tambrauw seperti kelapa sawit, tambang nikel, dan Proyek Strategis Nasional lainya. [**/GRW]

Komentar Facebook

Tags: Mahasiswa TambrauwPapua Barat DayaTNITolak PSN
ShareTweetSend

Related Posts

Anggota Komisi III DPR Dukung Penuh Kapolri-Panglima TNI Tindak Beking Tambang Ilegal

Anggota Komisi III DPR Dukung Penuh Kapolri-Panglima TNI Tindak Beking Tambang Ilegal

Agustus 18, 2026
Sejumlah Warga Sipil di Maybrat Dilaporkan Ditembak

Sejumlah Warga Sipil di Maybrat Dilaporkan Ditembak

Agustus 14, 2026
Gubernur DKI Pastikan Jakarta Aman, Pemprov Bersama TNI-Polri Siap Jaga Keamanan

Gubernur DKI Pastikan Jakarta Aman, Pemprov Bersama TNI-Polri Siap Jaga Keamanan

Agustus 2, 2026

Proyek Miliaran Rupiah di Sorong Papua Barat Daya Mangkrak, APH diminta Turun

Juli 21, 2026

Presiden Prabowo Ultimatum Pejabat: Rugikan Rakyat atau Korupsi, Saya Sikat!

Juli 20, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?