
Jakarta, satukanindonesia.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendorong proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kalimantan seiring adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Lalu mengatakan pihaknya telah menyarankan kepada pemerintah provinsi di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat yang terdampak karhutla agar tidak membiarkan kegiatan pendidikan terhenti.
“Ya tentu kami juga sudah menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat yang terdampak karhutla ini agar pertama pendidikan kita tidak terhenti. Apakah nanti mekanismenya melalui pembelajaran jarak jauh atau seperti apa, ya tentu sudah kami sampaikan,” kata Lalu di DPR RI, dilansir dari disway, Kamis, 3 September 2026.
Lalu menegaskan kesehatan siswa dan guru harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan mekanisme pembelajaran di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
“Yang menjadi prioritas adalah kesehatan para peserta didik, siswa-siswi kita, maupun guru-guru kita yang ada di situ. Kesehatan menjadi faktor yang sangat penting sekali,” ujarnya.
Di sisi lain, dia menilai pemerintah tetap harus menjamin proses belajar mengajar tidak terhenti akibat karhutla.
Karena itu, langkah penanganan terhadap kondisi karhutla perlu segera dilakukan agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal.
“Kami juga menyampaikan kepada pemerintah agar suasana ini segera bisa teratasi, sehingga siswa-siswi kita yang melaksanakan proses belajar mengajar, termasuk guru-guru yang ada di sana juga bisa lanjut untuk melaksanakan proses belajar mengajar tersebut,” jelasnya.
Terkait perlu atau tidaknya instruksi khusus dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengenai pelaksanaan PJJ.
Lalu mengatakan pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Kemarin kami sudah membahas dengan Mendikdasmen, dan Mendikdasmen hari ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota mengambil langkah-langkah agar proses belajar mengajar tidak terhenti,” tutur Lalu.(***)













