• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Yayasan Rumah Juang Indonesia Serukan Persatuan Nasional Hadapi Gejolak Geopolitik Global

Yayasan Rumah Juang Indonesia Serukan Persatuan Nasional Hadapi Gejolak Geopolitik Global

Maret 16, 2026
Mendes PDT Tegaskan Pesantren Jadi Pilar Utama Pembentuk Karakter Masyarakat Desa

Mendes PDT Tegaskan Pesantren Jadi Pilar Utama Pembentuk Karakter Masyarakat Desa

Juni 15, 2026
Dirjen KPM Kemkomdigi: Pemerintah Hormati Independensi Media dan Apresiasi Peliputan Aksi Demonstrasi

Dirjen KPM Kemkomdigi: Pemerintah Hormati Independensi Media dan Apresiasi Peliputan Aksi Demonstrasi

Juni 15, 2026
ADVERTISEMENT
KPK Lelang 108 Aset Rampasan Hasil Korupsi Senilai Rp311 Miliar

KPK Lelang 108 Aset Rampasan Hasil Korupsi Senilai Rp311 Miliar

Juni 15, 2026
Polisi Kerahkan 5.955 Personel Gabungan untuk Amankan Demo Mahasiswa di Jakarta

Polisi Kerahkan 5.955 Personel Gabungan untuk Amankan Demo Mahasiswa di Jakarta

Juni 15, 2026
Anggota DPR XII Dorong Kepastian Hukum bagi Pertambangan Rakyat

Anggota DPR XII Dorong Kepastian Hukum bagi Pertambangan Rakyat

Juni 15, 2026
Menteri PANRB Harap MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Menteri PANRB Harap MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Juni 14, 2026
Komisi IV Perlunya Penguatan Aspek Sosial dalam Revisi UU Kehutanan

Komisi IV Perlunya Penguatan Aspek Sosial dalam Revisi UU Kehutanan

Juni 14, 2026
Kemkomdigi Tambah 200 Titik Nobar Piala Dunia 2026 hingga Daerah

Kemkomdigi Tambah 200 Titik Nobar Piala Dunia 2026 hingga Daerah

Juni 14, 2026
Sambut Libur Sekolah 2026, Kemenhub Perketat Pengawasan Kapal Penumpang 

Sambut Libur Sekolah 2026, Kemenhub Perketat Pengawasan Kapal Penumpang 

Juni 14, 2026
Komisi I DPR Soroti Kesejahteraan Babinsa, Ribuan Prajurit di Daerah Masih Kekurangan Fasilitas Operasional

Komisi I DPR Soroti Kesejahteraan Babinsa, Ribuan Prajurit di Daerah Masih Kekurangan Fasilitas Operasional

Juni 14, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Juni 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Yayasan Rumah Juang Indonesia Serukan Persatuan Nasional Hadapi Gejolak Geopolitik Global

Maret 16, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
13
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET.FOTO: Dendy sedang menyampaikan paparannya (berdiri) bersama Bupati Trenggalek Nur Arifin dalam salah satu dialog di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (Foto. Dok Pribadi)

Jakarta, SatukanIndonesia.com — Ketua Dewan Pembina Yayasan Rumah Juang Indonesia, Muh Ageng Dendy Setiawan mendukung persatuan nasional, dia menegaskan bahwa persatuan nasional menjadi faktor krusial bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin memanas, khususnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih luas. Hal ini sebagaimana disampaikan Dendy dalam pesan singkatnya kepada Yosua dari satukanindonesia.com Minggu (15/3)

Menurut Dendy, meningkatnya ketegangan geopolitik global tidak hanya berdampak pada stabilitas politik internasional, tetapi juga berpotensi memicu krisis ekonomi global, gangguan rantai pasok energi dan pangan, serta risiko terhadap stabilitas keamanan nasional berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Situasi geopolitik dunia saat ini menuntut seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional. Indonesia harus tetap solid dan menempatkan kepentingan nasional di atas segala perbedaan,” ujar Dendy dalam keterangannya kepada media.

Pria yang juga sebagai eksponen aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini menilai bahwa dalam situasi global yang penuh ketidak pastian, dukungan terhadap kepemimpinan nasional dan program strategis pemerintah menjadi penting untuk menjaga stabilitas negara. Dendy menyatakan dukungannya terhadap langkah dan program kerja Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas ekonomi, serta meningkatkan kesiap siagaan pertahanan negara di tengah dinamika geopolitik global.

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan, energi, stabilitas ekonomi, serta sistem pertahanan nasional merupakan langkah strategis agar Indonesia mampu mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul apabila konflik global semakin meluas.

“Potensi krisis ekonomi global dan ancaman terhadap stabilitas keamanan nasional harus diantisipasi sejak dini. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi sangat penting untuk memastikan Indonesia tetap kuat dan stabil,” imbuhnya.

Dendy juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah bangsa di tengah situasi global yang sensitif.
“Sejarah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu melewati berbagai tantangan besar ketika persatuan nasional dijaga. Dengan kebersamaan serta dukungan terhadap arah kebijakan pemerintah, saya yakin Indonesia mampu menghadapi dinamika geopolitik global dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Dendy menambahkan bahwa gagasan persatuan nasional sejatinya telah lama menjadi fondasi pemikiran kebangsaan Indonesia, sebagaimana sering ditekankan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno.

Menurut Dendy, dalam berbagai pidatonya Bung Karno selalu menegaskan bahwa persatuan nasional merupakan upaya menyatukan seluruh elemen bangsa—lintas suku, agama, dan golongan—di atas dasar pengalaman sejarah yang sama serta cita-cita kolektif untuk mewujudkan kemerdekaan dan keadilan sosial.

Ia menjelaskan bahwa Bung Karno juga kerap mengingatkan bahaya politik pecah belah yang pernah digunakan kekuatan kolonial untuk melemahkan bangsa Indonesia. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 1964 di Stadion Utama Senayan, Jakarta, Bung Karno secara tegas menggambarkan bagaimana imperialisme berusaha memecah belah rakyat Nusantara.

“Orang Jawa dibikin benci kepada orang Sumatera. Orang Sumatera dibikin benci kepada orang Jawa. Orang Jawa dibikin benci kepada orang Sulawesi. Orang Sulawesi dibikin benci sama orang Jawa,” ujar Bung Karno dalam pidato tersebut.

Dendy menilai bahwa peringatan tersebut menunjukkan bagaimana politik adu domba menjadi salah satu strategi non-militer yang digunakan kolonialisme untuk melemahkan solidaritas bangsa. Karena itu, Bung Karno terus menekankan bahwa kepentingan bangsa harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok, golongan, maupun kepentingan sempit lainnya.

Pesan serupa juga disampaikan Bung Karno dalam pidatonya pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 1963 di Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Bung Karno mengibaratkan bangsa Indonesia sebagai sapu lidi. “Jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat,” kata Bung Karno.

Ia kemudian mengingatkan pepatah yang sering ia kutip, yakni “Rukun agawe santosa,” yang berarti bahwa kerukunan dan persatuan akan melahirkan kekuatan bagi bangsa.

Dendy menilai bahwa pesan Bung Karno tersebut tetap relevan dalam konteks Indonesia masa kini. Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, persatuan nasional dinilai menjadi modal utama untuk menjaga stabilitas negara, memperkuat ketahanan nasional, serta memastikan Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa mengorbankan kedaulatan dan kepentingan nasional (Yos/Hiz)

Komentar Facebook

Tags: Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)kawasan Timur TengahMuh Ageng Dendy SetiawanPembina Yayasan Rumah Juang IndonesiaSatukanindonesia.com
ShareTweetSend

Related Posts

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Juni 12, 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Plh. Wali Kota Bekasi Dorong Kepedulian Lingkungan di Bekasi

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Plh. Wali Kota Bekasi Dorong Kepedulian Lingkungan di Bekasi

Juni 11, 2026
Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Juni 11, 2026

Kota Bekasi Raih WTP Masuk Lima Besar Terbaik

Juni 10, 2026

Terima Kunjungan DPRD Kota Banjarbaru, Plh Wali Kota Harris Bobihoe Bahas Peningkatan PAD

Juni 9, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?