
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), buka suara atas tudingan yang diarahkan padanya oleh ekonom senior Rizal Ramli, yang menurutnya sering menjegal dirinya sehingga gagal menjadi menteri.
Menanggapi cerita Rizal Ramli, Jusuf Kalla pun angkat bicara. Ia membalas tudingan Rizal yang diarahkan padanya.
Dalam sebuah tayangan, Jusuf Kalla mengatakan jika Rizal Ramli tak pernah dipanggil dan diperhitungkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Berikut ulasan lengkapnya.
Dilansir dari channel Youtube Karni Ilyas Club, Jusuf Kalla memberikan tanggapan atas tudingan Rizal Ramli yang mengarah padanya.
“Rizal kan pernah jadi menteri waktu zaman nya Gus Dur, sepuluh bulan jadi Menko, dua bulan jadi menteri keuangan, hanya dua bulan jadi menteri keuangan,” kata Jusuf Kalla.
“Kemudian pas zaman Pak SBY dengan saya tahun 2004, lobi ke mana mana untuk lobi kabinet, dan seakan-akan dia sudah dicalonkan untuk menteri keuangan atau BUMN. Padahal dia pilih menteri keuangan atau BUMN, yang basah lah, kita tau ada hubungannya,” sambungnya.
“Waktu itu, seperti diketahui, calon menteri itu, di interview dulu oleh Pak SBY, dipanggil. Dia tidak pernah dipanggil. Dia tidak pernah saya larang. Memang tidak pernah diperhitungkan oleh Pak SBY. Kalau diperhitungkan, dia dipanggil,” imbuhnya.
Dalam tayangan tersebut, Jusuf Kalla mengungkapkan jika Rizal kala itu sudah menunggu tetapi tak pernah dipanggil.
“Nah justu, pada saat terakhir di kabinet, mau disusun kabinet, Pak SBY mengatakan, masih ada enggak kosong, masih satu perindustrian, ah bagaimana kalau Rizal Ramli? Boleh saya bilang, ya saya telpon dia,” ujar Jusuf Kalla.
“Dia sudah nunggu sebenarnya, tapi tidak pernah dipanggil, jangan lupa. Dulu kan orang ngantri, dia tidak pernah dipanggil,” sambungnya.
Jusuf Kalla juga mengungkapkan jika Rizal kala itu ingin menjadi Menteri Keuangan atau BUMN.
“Saya bilang eh Rizal, kan teman, kita putuskan menteri perindustrian. Wah Anda ini teman tapi tidak adil. Saya kan maunya menteri keuangan atau BUMN, ya maunya, tapi ini kan yang menentukan presiden,” imbuhnya.
Jusuf Kalla juga menilai bahwa Rizal Ramli merupakan sosok orang yang pintar tapi tak bisa memimpin orang.
“Jadi Rizal ini mungkin pintar, tapi tak bisa pimpin orang. Waktu zaman Gus Dur hanya sepuluh bulan jadi menteri, hanya dua bulan menteri keuangan, Menko nya pernah,” kata Jusuf Kalla.
“Zaman Jokowi, pertama hanya sepuluh bulan, enggak bisa, enggak bisa pimpin orang. Ngomong banyak tapi tidak bisa pimpin orang. Jadi orang semua lawan gitu kan,” imbuhnya. (ms/bm)













