• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
18 Juta Ton Emas di Papua Diduga Dikuasai Pejabat Tinggi Indonesia

18 Juta Ton Emas di Papua Diduga Dikuasai Pejabat Tinggi Indonesia

Juni 11, 2025
Rano Karno: Pemprov DKI Dukung Kegiatan Keagamaan untuk Perkuat Toleransi di Jakarta

Rano Karno: Pemprov DKI Dukung Kegiatan Keagamaan untuk Perkuat Toleransi di Jakarta

Mei 31, 2026
Plh. Wali Kota Bekasi Serahkan Bantuan Sapi Qurban Presiden di Masjid Al Mukhlisin Jatiasih

Plh. Wali Kota Bekasi Serahkan Bantuan Sapi Qurban Presiden di Masjid Al Mukhlisin Jatiasih

Mei 31, 2026
ADVERTISEMENT
Dukung Dukcapil Larang Fotokopi e-KTP, Komisi II: Langkah Tepat Cegah Penyalahgunaan Data

Dukung Dukcapil Larang Fotokopi e-KTP, Komisi II: Langkah Tepat Cegah Penyalahgunaan Data

Mei 30, 2026
Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore Hari 

Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore Hari 

Mei 30, 2026
La Ode Safiul Akbar Jadi Calon Pertama  Daftarkan Diri sebagai Caketum Kosgoro 1957

La Ode Safiul Akbar Jadi Calon Pertama Daftarkan Diri sebagai Caketum Kosgoro 1957

Mei 30, 2026
Kemdiktisaintek-Bappenas Perkuat Riset dan IPTEK

Kemdiktisaintek-Bappenas Perkuat Riset dan IPTEK

Mei 30, 2026
Anggota Komisi I DPR Dukung Putusan MK Soal 30 Persen Keterwakilan Perempuan di Pemilu

Anggota Komisi I DPR Dukung Putusan MK Soal 30 Persen Keterwakilan Perempuan di Pemilu

Mei 30, 2026
Anggota DPRD DKI Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Begal

Anggota DPRD DKI Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Begal

Mei 30, 2026
Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi

Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi

Mei 30, 2026
Hadiri Konferensi APS, Dedi Mulyadi : Pembangunan Papua Mesti Berbasis Budaya

Hadiri Konferensi APS, Dedi Mulyadi : Pembangunan Papua Mesti Berbasis Budaya

Mei 29, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

18 Juta Ton Emas di Papua Diduga Dikuasai Pejabat Tinggi Indonesia

[Ragam Info]

Juni 11, 2025
in News, Ragam Info
0
0
SHARES
404
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Haris Azhar//ISTIMEWA

JAKARTA, SatukanIndonesia.com – Aktivis HAM sekaligus pendiri Lokataru, Haris Azhar, kembali mengguncang publik lewat pernyataan tajamnya dalam podcast bersama pakar hukum tata negara, Refly Harun, Selasa (10/06/2025).

Haris mengungkap, hasil investigasinya di Intan Jaya, Papua, yang menunjukkan adanya temuan cadangan emas sebesar 8,1 juta ton di satu lokasi, dan totalnya disebut bisa mencapai 18 juta ton dengan indikasi keterlibatan aktor-aktor elit dari Jakarta.

“Data profesional menyebut di satu gunung besar Intan Jaya, yang merupakan bagian dari urat emas Pegunungan Tengah, terdapat 8,1 juta ton emas,”ungkap Haris.

Ia mengklaim, telah melakukan verifikasi terhadap sejumlah pejabat di Papua yang menyebutkan bahwa pengelolaan emas itu berada dalam kendali “pejabat tinggi Jakarta”.

Meski tak menyebut nama secara langsung, Haris memberi isyarat keras, bahwa proyek-proyek eksploitasi di Papua kini bukan lagi sepenuhnya dikelola oleh negara, melainkan telah dikuasai pihak swasta dan elite tertentu yang memanfaatkan kebijakan seperti Undang-Undang Cipta Kerja.

“Cipta Kerja itu sudah selesai di atas kertas. Tapi bagi masyarakat Papua, mereka hanya ditinggalkan dan dipinggirkan,”tegasnya.

Lebih lanjut, Haris menyoroti, dampak sosial dari proyek pembangunan yang selama ini tidak melibatkan masyarakat adat Papua.

“Mereka yang hidup secara adat di hutan, justru terusir karena proyek sawit dan tambang. Mereka bukan anti-modern, tapi punya cara hidup sendiri yang bahagia dan mandiri,”ujarnya.

Ia juga mengkritik, keras narasi dominan pemerintah pusat yang memaksakan definisi kemajuan sebagai pembangunan infrastruktur.

“Jalan, jembatan, mall semua itu tidak relevan untuk ukuran kebahagiaan orang Papua yang hanya ingin kebun, babi, dan ubi,”tutur Haris sambil mengutip lagu Slank, Lembah Baliem.

Dalam kesempatan yang sama, Haris menyampaikan bahwa trauma terhadap aparat militer masih sangat kuat di kalangan warga Papua.

Ia menyinggung, kasus terbunuhnya pendeta Yeremias Zanambani, seorang tokoh intelektual lokal yang selama ini aktif membela hak-hak rakyat Papua.

“Dia tahu soal tanah, bahasa, Injil, dan menjadi ancaman karena ia bersuara. Padahal dia hanya ingin tahu di mana cucunya yang hilang,” kata Haris.

Refly Harun menimpali, dugaan konflik kepentingan antara kekuasaan dan pemodal dalam penguasaan Papua bukanlah hal baru.

Namun, Haris menambahkan, akar konflik Papua sebenarnya sudah dipetakan oleh LIPI dan Jaringan Damai Papua (JDP), tetapi temuan ilmiah itu tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Karya intelektual JDP sia-sia karena tidak di-follow up. Padahal itu bisa jadi titik awal penyelesaian konflik Papua,”tandasnya.

Terakhir, Haris juga mengkritisi, orkestrasi pembusukan terhadap tokoh-tokoh seperti Benny Wenda dan Veronica Koman.

Menurutnya, penyebaran narasi provokatif hanya memperkeruh konflik tanpa menyentuh akar masalah seperti rasisme, penggusuran tanah adat, dan ketimpangan pembangunan. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Aktivis HAMEmas di PapuaHaris Azhar
ShareTweetSend

Related Posts

Natalius Pigai Anugerahi 6 Orang Jadi Tokoh HAM: Ada 6 Orang Jadi Tokoh HAM, Ada Jimly-Hariman Siregar

Natalius Pigai Anugerahi 6 Orang Jadi Tokoh HAM: Ada 6 Orang Jadi Tokoh HAM, Ada Jimly-Hariman Siregar

Desember 11, 2025
Pendiri PBHI Johnson Panjaitan Wafat, Tinggalkan Jejak Panjang Perjuangan HAM

Pendiri PBHI Johnson Panjaitan Wafat, Tinggalkan Jejak Panjang Perjuangan HAM

Oktober 26, 2025
Catat, Ini Aturan Terbarunya, Jabodetabek hingga Bali Naik Jadi Level 3

Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti Divonis Bebas, Begini Respons Luhut

Januari 9, 2024

Haris Azhar Divonis Bebas di Kasus Lord Luhut

Januari 8, 2024

Haris Azhar Dituntut 4 Tahun Penjara Kasus Lord Luhut

November 13, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?