
Surabaya, SatukanIndonesia.com – Sebagai organisasi perempuan berbasis keagamaan terbesar di Indonesia Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) memiliki kontribusi besar bagi pembangunan bangsa. Hal ini menurut Presiden Prabowo tak lepas pula dari kehadiran NU sebagai pilar NKRI. Hal ini disampaikan Prabowo dalam pembukaan Kongres Ke- XVIII Muslimat NU yang dihelat di Jatim International Expo (JIExpo) Surabaya, Senin(10/2).
“Saya sangat hormat. Saya menyampaikan penghargaan kepada Muslimat, kepada NU yang membesarkan Muslimat. Luar biasa NU dalam sejarahnya, dalam tradisinya, dalam setiap krisis bangsa, NU muncul untuk menyelamatkan bangsa,” ujar Prabowo di hadapan lebih dari 7500 orang yang hadir dalam pembukaan kongres yang tertajuk “Merawat tradisi, menguatkan kemandirian, meneduhkan peradaban.
Rangkaian acara pembukaan dari kongres yang berlangsung hingga sabtu mendatang (15/2) dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang mengundang rasa kebangsaan bagi para peserta. Setelahnya, lagu “Ya Lal Wathan” yang merupakan simbol kecintaan terhadap Tanah Air dinyanyikan bersama dengan penuh semangat, diikuti dengan mars Muslimat NU oleh paduan suara Muslimat NU Kabupaten Blitar.
Suasana makin syahdu ketika acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran dan shalawat badar. Nuansa kebudayaan juga terasa ketika perwakilan siswi Khadijah Surabaya menyuguhkan tarian khas Provinsi Aceh, Tari Saman.
Pada acara kongres ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa meluncurkan tiga program baru Muslimat NU yakni Mustika Darling (Muslimat Cantik Kuat Mandiri Perkasa Sadar Lingkungan), Mustika Mesem (Muslimat Cantik Kuat Mandiri Perkasa Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem), dan Mustika Segar (Muslimat Cantik Kuat Mandiri Perkasa Sehat dan Bugar).
Ketum PP Muslimat NU juga secara simbolis menyerahkan tiga rompi kepada para relawan Mustika Darling, Mustika Mesem, dan Mustika Segar. “Kami juga akan deklarasikan Mustika Segar, muslimat cantik sehat dan bugar. Hanya yang ketiga ini karena masing-masing sudah bawa baju seragam maka nanti kita akan di Asrama Haji sambil kita memastikan bahwa senam Muslimat NU ini akan menjadi bagian penguatan Muslimat NU yang sehat dan bugar,” ucap Khofifah.
Sebagai tanda resmi dibukanya Kongres Ke-XVIII Muslimat NU, Presiden didampingi Wakil Presiden beserta undangan lainnya menabuh rebana yang diikuti dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Dengan tabuhan rebana ini, Kongres XVIII Muslimat NU resmi dimulai dengan membawa semangat baru bagi seluruh anggota Muslimat NU dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Turut hadir mendampingi Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran pejabat di lingkungan istana. Sementara dari Nahdlatul Ulama, tampak hadir Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf beserta jajaran pimpinan Badan Otonom (BANOM) NU. Tak ketinggalan jajaran Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono dan jajaran Forkopimda dan Pemrov Jatim, Tentu saja jajaran pengurus PWNU Jatim beserta BANOMnya (Yos).













