• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kampus Tolak Fasilitasi Tes Covid Mahasiswa Pedemo Ciptaker

Kampus Tolak Fasilitasi Tes Covid Mahasiswa Pedemo Ciptaker

Oktober 17, 2020
Mendagri dan Mentan Teken Surat Edaran, Perkuat Penyuluh Pertanian untuk Swasembada Pangan

Mendagri dan Mentan Teken Surat Edaran, Perkuat Penyuluh Pertanian untuk Swasembada Pangan

Oktober 12, 2026
Gubernur DKI Tinjau Gedung Sekolah Terpadu SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jaktim

Gubernur DKI Tinjau Gedung Sekolah Terpadu SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jaktim

Oktober 12, 2026
ADVERTISEMENT
Mendagri Tito Soroti Serangan Houthi di Arab Saudi, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Mendagri Tito Soroti Serangan Houthi di Arab Saudi, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Oktober 12, 2026
Menhub Siapkan Aturan Baru Ojol dalam Revisi UU LLAJ, Ditargetkan Berlaku Mulai 2027

Menhub Siapkan Aturan Baru Ojol dalam Revisi UU LLAJ, Ditargetkan Berlaku Mulai 2027

Oktober 12, 2026
Legislator Minta Pemerintah Jaga Defisit APBN  dan Optimalkan Penerimaan Negara

Legislator Minta Pemerintah Jaga Defisit APBN dan Optimalkan Penerimaan Negara

Oktober 12, 2026
Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Oktober 12, 2026
Terjadi Kembali Perundungan Siswa, Komisi X Dorong Perlindungan Anak dalam RUU Sisdiknas

Terjadi Kembali Perundungan Siswa, Komisi X Dorong Perlindungan Anak dalam RUU Sisdiknas

Oktober 12, 2026
Hilirisasi Buka 10.000 Lapangan Kerja, Akademisi Apresiasi Presiden Prabowo

Hilirisasi Buka 10.000 Lapangan Kerja, Akademisi Apresiasi Presiden Prabowo

Oktober 12, 2026
Presiden Prabowo Didesak Berikan Akses kepada PIF dan Dewan HAM PBB

Presiden Prabowo Didesak Berikan Akses kepada PIF dan Dewan HAM PBB

Oktober 11, 2026
199 Dimutasi, Irjen Johnny E Isir : Tugas Kepolisian Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

199 Dimutasi, Irjen Johnny E Isir : Tugas Kepolisian Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Oktober 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Oktober 12, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Kampus Tolak Fasilitasi Tes Covid Mahasiswa Pedemo Ciptaker

[Nasional]

Oktober 17, 2020
in Nasional
0
0
SHARES
48
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jakarta,Satukanindonesia.com – Sejumlah perguruan tinggi menyatakan tidak memfasilitasi tes virus corona (Covid-19) bagi mahasiswa yang mengikuti demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja. Hal ini diungkap merespons imbauan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 beberapa hari lalu.

Beberapa kampus yang tidak memfasilitasi pemeriksaan corona untuk mahasiswa yang berdemonstrasi adalah Universitas Pancasila, Universitas Nasional dan Universitas Gadjah Mada.

Kepala Biro Humas Universitas Pancasila Putri Langka mengatakan pihak kampus sudah mewanti-wanti agar mahasiswa tidak mengikuti demonstrasi di tengah pandemi Covid-19.

“Kami informasikan bahwa sudah terdapat edaran dari bidang kemahasiswaan yang menyatakan tidak menyetujui kegiatan demo pada masa pandemi ini karena besarnya risiko penularan,”  Dilansir Dari CNNIndonesia.com, Jumat (16/10/2020).

“Mahasiswa yang tetap berangkat memiliki tanggung jawab atas tindakannya masing-masing. Termasuk rapid test merupakan tanggung jawab pribadi untuk saat ini,” lanjutnya.

Putri mengatakan imbauan agar melakukan rapid test secara mandiri sudah disampaikan oleh pihaknya kepada mahasiswa. Ini disarankan agar mahasiswa mengetahui kondisi kesehatannya dan tidak membahayakan orang di sekitarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan Universitas Pancasila juga masih melakukan pembelajaran daring. Sehingga tidak ada kegiatan yang dilakukan di kampus dan berpotensi menyebabkan penularan virus.

Belum adanya Fasilitas Pemeriksaan

Kepala Biro Humas Universitas Nasional, Jakarta, Marsudi menyebut hingga kini belum ada instruksi dari pimpinan kampus untuk memfasilitasi pemeriksaan corona bagi mahasiswa yang melakukan demonstrasi.

Ia menekankan, kampus tidak terkait dalam tindakan mahasiswa melakukan demonstrasi menolak UU Cipta Kerja dalam beberapa waktu ini, sehingga tidak mengadakan pemeriksaan masif.

 “Mereka kan bukan atas arahan Unas, mereka kan turun berdemo atas keinginan masing-masing individu,” Dilansir dari CNNIndonesia.com.

Marsudi juga mengatakan Unas tidak menerima informasi maupun arahan resmi dari pihak terkait agar melakukan pemeriksaan terhadap mahasiswa.

Sedangkan Universitas Gadjah Mada memiliki layanan fasilitas pemeriksaan corona untuk mahasiswanya. Namun terdapat syarat yang perlu dipenuhi mahasiswa untuk diperiksa secara gratis. Mengikuti demonstrasi tidak termasuk di antaranya.

“Kampus memfasilitasi tes Covid-19 untuk mahasiswa yang datang dari daerah, mahasiswa yang akan kembali ke daerah asal, mahasiswa yang akan penelitian skripsi, tesis dan disertasi, panitia kemahasiswaan dan mahasiswa yang akan mengikuti lomba,” ungkap Direktur Kemahasiswaan UGM Haryadi kepada CNNIndonesia.com.

Ia mengatakan klinik milik kampus tidak menolak pemeriksaan untuk mahasiswa yang mengikuti aksi. Namun mahasiswa tersebut harus memenuhi salah satu dari syarat yang disebut.

“Tidak memenuhi kriteria, mahasiswa secara sadar tes mandiri di luar,” lanjutnya.

Namun begitu, katanya, UGM menyediakan tempat periksa dan isolasi bagi mahasiswa yang memiliki gejala namun tidak termasuk dalam lima syarat yang ditentukan kampus.

Sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta agar kampus melakukan pemeriksaan massal terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi belakangan ini.

Satgas Covid-19 mencatat ada 123 mahasiswa berasal dari perguruan tinggi di enam provinsi yang tercatat reaktif Covid-19. Ia pun khawatir demonstrasi mahasiswa akan memunculkan klaster baru.

“Kami imbau agar pihak universitas yang mahasiswanya mengikuti kegiatan aksi tersebut untuk melakukan identifikasi dan testing,” katanya, Selasa (13/10/2020).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengimbau mahasiswa tidak turun ke jalan berdemo menolak Omnibus Law Cipta Kerja. Penolakan mahasiswa sebaiknya disalurkan lewat jalur akademis. Namun demonstrasi mahasiswa masih berlangsung sejak 8 Oktober hingga hari ini di berbagai daerah, termasuk di DKI Jakarta.

Komentar Facebook

Tags: Covid-19mahasiswaOmnibus LawVirus Corona
ShareTweetSend

Related Posts

Mentan Amran Ajak Mahasiswa Bangun Bisnis Sejak Kuliah

Mentan Amran Ajak Mahasiswa Bangun Bisnis Sejak Kuliah

Juli 19, 2026
AKSI BENTANG SPANDUK: DESA PONDOK KELAPA TERANCAM TENGGELAM, WARGA DESAK NEGARA BERTINDAK

AKSI BENTANG SPANDUK: DESA PONDOK KELAPA TERANCAM TENGGELAM, WARGA DESAK NEGARA BERTINDAK

Januari 26, 2026
Mahasiswa Harap MKD DPR Tak Gegabah Berhentikan Anggota Nonaktif

Mahasiswa Harap MKD DPR Tak Gegabah Berhentikan Anggota Nonaktif

Oktober 31, 2025

Kapolda Kepri Audiensi Bersama Organisasi Mahasiswa di Batam

September 1, 2025

Mahasiswa dan Solidaritas Rakyat Makassar Demo Tolak Tambang Nikel Raja Ampat

Juni 28, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?