
Batam, satukanindonesia.com – Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Kepri, Jhonson Fidoli Sibuea, mengapresiasi aksi solidaritas Mahasiswa Batam di depan kantor Pengadilan Negeri Batam.
Aksi solidaritas mahasiswa menuntut penegakan hukum yang adil , tolak kriminalisasi kepada siapapun, apalagi kepada wartawan. Dalam aksi, mahasiswa didampingi sejumlah wartawan media cetak-online di Batam dan Kepulauan Riau.
“Kita menduga ada kejanggalan dalam proses hukum Gordon Hassler Silalahi. Pemeriksaan di Polsek Batu Ampar tidak ditemukan unsur. Kemudian minta gelar perkara khusus di Polda Kepri, kasusnya berjalan sampai 3 tahun, ada apa ini,” tanya Jhonson.
Lanjut Jhonson, sedalam apapun kebenaram itu ditenggelamkan, suatu saat pasti menemukan jalan untuk naik kepermukaan.
Kebetulan saya mengikuti persoalan ini, setahu saya, Gordon sudah melakukan progres kerja, mendapatkan permohonan pemasangan air yang diberikan Ikhwan, Gordon telah mengerjakanya selama 6 bulan dan tidak pernah minta uang kepada Ikhwan, setelah keluar faktur resi pembayaran dari pihak PT.ABH Gordon langsung memberikan ke Ikhwan, mau apalagi ,?” tanya Jhonson.
Terakhir Jhonson berharap, dalam kasus Gordon Silalahi ini hukum harus benar-benar ditegakkan, jangan ada kriminalisasi hukum terhadap siapapun juga apalagi saudara Gordon ini adalah seorang wartawan media online, yang notabene saya yakin dia mengetahui tentang aturan.
Hukum harus berkeadilan tanpa ada negosiasi atau pesanan dari pihak manapun sebab bila hal itu terjadi maka penegak hukum akan dianggap sudah tidak berkeadilan, dan bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum kita.
Sekali lagi tegakkanlah hukum yang berkeadilan, terimakasih mengahiri statement nya dengan awak media (Red/HAG)













