
Sidoarjo, satukanindonesia.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak semua pihak termasuk wartawan turut mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur. Hal ini disampaikannya usai membuka pasar murah di Waru, Sidoarjo, Jumat (19/9).
“Ya evaluasi rek ke BGN dan tim setempat, ya. . Sampeyan juga ikut mengawasi, mengevaluasi, mengingatkan Saya raga gitu ya,” ungkap gubernur wanita pertama Jawa Timur ini, ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan beberapa kasus keracunan makanan yang terjadi.
Dalam wawancara door stop tersebut, Khofifah juga menyatakan, “MBG perkembangannya di Jawa timur cukup bagus. Per hari ini (Jumat, 19/9 –red) kira-kira 2,7 juta siswa penerima manfaat dari target 10 juta. Jadi kita terus meluaskan SPPG tentu dengan monitoring yang dilakukan oleh BGN.”
Sebagaimana diketahui, Ajakan ini muncul setelah belasan siswa SMA Negeri 2 Lamongan mengalami keracunan usai diduga menyantap menu MBG. Sejumlah kasus serupa di daerah lain juga memunculkan kekhawatiran mengenai standar distribusi dan kualitas makanan.
“Pengawasan sangat penting. Semua pihak perlu memastikan bahwa menu yang disajikan benar-benar layak konsumsi, sehat, dan aman. Jangan sampai ada kejadian yang merugikan anak-anak kita,” ujar Khofifah dalam keterangan resmi lanjutan yang diterima Satukanindonesia, Senin (22/9)
Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas makanan yang diberikan. Ia mendorong sekolah, penyedia makanan, aparat pemerintah daerah, hingga orang tua siswa ikut serta dalam pengawasan.
Hingga Senin (22/9), terdapat 714 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur MBG, dengan target jangka panjang mencapai 3.545 SPPG. Setiap SPPG melayani ribuan pelajar hingga kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, dan balita.
“Kita harus menjaga bersama agar program yang sudah berjalan dengan baik ini memberikan dampak positif. Jika ada temuan di lapangan, segera laporkan agar bisa cepat ditangani,” tegasnya.
Pada bagian lain, gubernur wanita pertama Jawa Timur ini, kepada jurnalis mengatakan, “Ya, semua pihak harus mengawasi pelaksanaannya. BGN, SPPG dan juga
Dengan pengawasan terpadu, diharapkan program MBG benar-benar menjadi sarana peningkatan kualitas gizi sekaligus investasi sumber daya manusia Jawa Timur di masa depan (Yosua)













