Sentani, satukanindonesia.com – Dua pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas di Kabupaten Jayapura, Paua menjadi percontohan uji coba mengambil 200 self-sampling untuk mendeteksi dini kanker leher rahim atau serviks dengan metedo Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid atau HPV-DNA.
Keduanya adalah Puskesmas Sentani di Distrik Sentani dan Puskesmas Harapan di Distrik Sentani Timur.
Masing-masing puskesmas mengambil sampel 100 orang. Pengambilan sampel di Puskesmas Sentani dilaksanakan Selasa, 21 Oktober 2025 dan Puskesmas Harapan pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Metode HPV DNA menggunakan alat yang disebut collecting kit dilakukan sendiri, artinya pasien secara mandiri yang menggunakan alat itu untuk pengambilan sampelnya.
Warga Kampung Harapan, Salma Puraro (47 tahun), salah satu peserta yang melakukan uji coba untuk deteksi dini kanker leher rahim mengatakan, informasi itu diperolehnya melalui kader puskesmas.
Puraro mengaku kegiatan uji coba ini bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan. Untuk proses pemeriksaan, katanya, dimulai dengan mengisi formulir lalu diarahkan cara menggunakan alat untuk mengambil sampel DNA.
“Saya dengar dari kader ada pemeriksaan kesehatan [deteksi dini kanker serviks]. Pemeriksaan kesehatan ini memang kita harus datang untuk periksa karena kita tidak tahu kondisi di dalam tubuh apakah baik atau tidak. Jadi, dengan deteksi dini ini, kita bisa tahu sehat atau tidak,” kata Puraro usai pengambilan sampel mandiri yang dilansir dari jubi.id, Rabu (22/10/2025).
Anggota tim kerja penyakit kanker Direktorat Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Aneke Theresia Kapoh, M.Epid mengatakan sasaran deteksi dini ini menyasar perempuan berumur 30 – 69 tahun.
“Syarat untuk pengambilan sampel secara mandiri yaitu tidak sedang dalam keadaan haid dan tidak berhubungan badan selama dua hari (2×24 jam),” ucap Aneke Theresia Kapoh.
Metode HPV DNA ini bertujuan untuk mendeteksi infeksi virus penyebab kanker rahim, sehingga dengan adanya deteksi dini secara mandiri diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan harapan hidup lebih panjang. (***)














