• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Himpunan Pramuwisata NTT Soroti ‘Jurassic Park’ TN Komodo

Himpunan Pramuwisata NTT Soroti ‘Jurassic Park’ TN Komodo

Oktober 26, 2020
Isu Fee Proyek Kopdes Viral, Dandim Kediri Tegaskan Tak Ada Jual Beli Titik

Isu Fee Proyek Kopdes Viral, Dandim Kediri Tegaskan Tak Ada Jual Beli Titik

Mei 18, 2026
Diangkat Jadi Dirut Perkebunan Daerah Jember, Gogot Mantan Komisioner KPU Jatim Tegaskan Komitmen Anti Korupsi

Diangkat Jadi Dirut Perkebunan Daerah Jember, Gogot Mantan Komisioner KPU Jatim Tegaskan Komitmen Anti Korupsi

Mei 18, 2026
ADVERTISEMENT
Gen Z Jadi Sasaran, Perindo Jatim Siapkan Strategi Politik dan Ekonomi Kerakyatan

Gen Z Jadi Sasaran, Perindo Jatim Siapkan Strategi Politik dan Ekonomi Kerakyatan

Mei 18, 2026
Presiden Prabowo Tinjau Alutsista hingga Radar Baru TNI AU di Lanud Halim

Presiden Prabowo Tinjau Alutsista hingga Radar Baru TNI AU di Lanud Halim

Mei 18, 2026
Lewat Gerakan Nasional Migran Aman, Menteri P2MI Tegaskan Perang terhadap Sindikat Ilegal

Lewat Gerakan Nasional Migran Aman, Menteri P2MI Tegaskan Perang terhadap Sindikat Ilegal

Mei 18, 2026
Timwas DPR Minta Petugas Haji Beri Pelayanan Maksimal Terhadap Jemaah Lansia

Timwas DPR Minta Petugas Haji Beri Pelayanan Maksimal Terhadap Jemaah Lansia

Mei 18, 2026
Wamendagri  Pastikan Penanganan Pengungsi Jayawijaya Terkoordinasi

Wamendagri  Pastikan Penanganan Pengungsi Jayawijaya Terkoordinasi

Mei 18, 2026
Kemenhaj Kembali Gagalkan 32 Jemaah Haji  Ilegal di Soetta

Kemenhaj Kembali Gagalkan 32 Jemaah Haji  Ilegal di Soetta

Mei 18, 2026
Anggota DPRD sebut Optimalisasi CCTV di Jakarta Sudah Mendesak untuk Keamanan Publik

Anggota DPRD sebut Optimalisasi CCTV di Jakarta Sudah Mendesak untuk Keamanan Publik

Mei 18, 2026
Kemendikdasmen:Guru Daerah Lebih Tenang Mengajar Berkat Surat Edaran Baru

Kemendikdasmen:Guru Daerah Lebih Tenang Mengajar Berkat Surat Edaran Baru

Mei 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Mei 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Himpunan Pramuwisata NTT Soroti ‘Jurassic Park’ TN Komodo

[Ragam Info]

Oktober 26, 2020
in Ragam Info
0
0
SHARES
248
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com –  Viral foto truk versus komodo (Varanus komodoensis) di salah satu area Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, memunculkan kritik dari warganet soal pembangunan komersial atas nama wisata di Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO itu. Tagar #savekomodo pun menyeruak di media sosial.

Selain oleh komunitas pelestarian alam, Himpunan Pramuwisata Indonesia Nusa Tenggara Timur (HPI NTT) ikut menyoroti kasus tersebut.

Ketua HPI NTT Agustinus Bataona mengatakan pembangunan komersial di taman nasional sudah pasti memberi dampak buruk, salah satunya terganggunya habitat alami kawanan komodo.

Namun, ia tidak bisa memberi angka pasti mengenai luas wilayah habitat komodo yang bakal ‘digusur’ pembangunan komersial tersebut.

“Kami tidak mengetahui persis seperti apa tekanan terhadap ekosistem selama pembangunan tersebut. Juga terkait pelanggaran terhadap konservasi setelah ada investasi besar di sana,” katanya saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan pendek pada Senin (26/10).

“Namun sejatinya, pemanfaatan wilayah taman nasional untuk komersil itu hanya dibolehkan “nol koma sekian persen”. Jika lebih dari itu, bukan lagi bisa disebut pengembangan dalam koridor ekowisata,” lanjutnya.

HPI menyatakan dukungannya untuk usaha pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di Taman Nasional Komodo demi menyejahterakan masyarakat di sekitarnya.

Tapi perlu digarisbawahi ialah masyarakat menginginkan pengembangan yang berbasis lokal dan tetap menjaga alam.

Konsep ekowisata seperti pembangunan yang tak mengganggu aktivitas fauna dan flora berkembangbiak serta pembatasan jumlah turis, dinilai bisa diterapkan.

 Ditambah lagi dengan penetapan area kapal wisata berlabuh – sehingga tak merusak terumbu karang tempat habitat ikan tangkapan nelayan, peningkatan kesejahteraan jagawana yang berpatroli, hingga edukasi kepariwisataan bagi warga.

“Pendampingan secara intensif terhadap masyarakat, terutama dalam hal teknologi, bisa membantu menyempurnakan konsep ekowisata. Sehingga masyarakat bisa menjadikan wisata sebagai mata pencaharian alternatif,” ujarnya.

Alam yang pulih

Agus mengungkapkan bahwa pandemi virus Corona yang tengah melanda membuat kunjungan ke Taman Nasional Komodo turun drastis.

Meski demikian, pihaknya melihat ada pemulihan alam di tengah kekosongan turis di sana – yang pada tahun 2018 hampir mencapai jumlah 170 ribu orang.

“Alam di sini seakan diberi kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan dirinya,” katanya.

Sepinya turis juga diramalnya bakal terjadi setelah aturan keanggotaan (membership) diberlakukan.

Wacana turis yang ingin masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar wajib memiliki membership telah terdengar sejak Juli 2020.

Saat ini sistem membership masih terus digodok oleh Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLF), sementara itu pendaftaran masuk secara online telah diterapkan. Sempat beredar kabar burung bahwa harga membership sekitar Rp14 juta per orang.

Pendaftaran online untuk masuk Taman Nasional Komodo berlaku mulai 6 Juli 2020, bersamaan dengan uji coba di beberapa destinasi wisata Labuan Bajo.

“HPI setuju dengan pembatasan turis demi kenyamanan dan kelestarian alam. Hanya saja penerapannya harus tegas dan terkontrol. Soal tarif membership sebaiknya diberi dengan harga yang wajar, sehingga semua kalangan bisa menikmati Taman Nasional Komodo,” pungkasnya.

Ini bukan kali pertama pengelolaan Taman Nasional Komodo tersandung masalah. Sebelumnya, taman nasional ini pernah mengalami kebakaran, tepatnya di Pulau Gili Lawa. Masalah tumpukan sampah juga sempat membuat Indonesia dikritik netizen dunia.

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: KomodoNTTProyek Jurasic Park
ShareTweetSend

Related Posts

Senator NTT Luncurkan Buku Keempat

Bumdes dan Kopdes Merah Putih Perlu Dilebur

Agustus 7, 2025
Perlu Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Masa Depan Siswa SMA NTT

Perlu Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Masa Depan Siswa SMA NTT

Februari 27, 2025
Segera Implementasikan Guru PPPK Bisa Mengajar di Sekolah Swasta

Senator NTT Luncurkan Buku Keempat

Februari 22, 2025

Satgas Pengamanan Nataru TNI AL Gagalkan Penyelundupan Miras dari Labuan Bajo ke Surabaya

Desember 27, 2024

Ditegur Pakai Helm Saat ke ATM, Kapolsek Komodo Pukul Security Bank

September 14, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?