• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Masyarakat Adat dan Investasi adalah Mitra Strategis Pembangunan

Masyarakat Adat dan Investasi adalah Mitra Strategis Pembangunan

Maret 10, 2026
Doa Bersama dan Tabur Bunga, Wawali Bekasi Kenang Korban Kecelakaan Kereta

Doa Bersama dan Tabur Bunga, Wawali Bekasi Kenang Korban Kecelakaan Kereta

Mei 1, 2026
Wawali Bekasi Kunjungi Korban Kebakaran di Bojong Rawalumbu

Wawali Bekasi Kunjungi Korban Kebakaran di Bojong Rawalumbu

Mei 1, 2026
ADVERTISEMENT
Ketua SMSI Sulut Voucke Lontaan Ucapkan Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026

Ketua SMSI Sulut Voucke Lontaan Ucapkan Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026

Mei 1, 2026
Bukan Sekedar Tren, Wakil Bupati Taput ,Minta Kepala Sekolah Manfaatkan AI untuk Kemajuan Mutu Pendidikan Disekolah

Bukan Sekedar Tren, Wakil Bupati Taput ,Minta Kepala Sekolah Manfaatkan AI untuk Kemajuan Mutu Pendidikan Disekolah

Mei 1, 2026
Noel Ancam Gugat Rp300 T, KPK Sarankan Fokus Saja di Persidangan

Noel Ancam Gugat Rp300 T, KPK Sarankan Fokus Saja di Persidangan

Mei 1, 2026
Polisi Segera Lakukan Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Polisi Segera Lakukan Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Mei 1, 2026
Prediksi BMKG Jakarta Diguyur Hujan Ringan Siang Ini, Jaksel Berpotensi Disertai Petir

Prediksi BMKG Jakarta Diguyur Hujan Ringan Siang Ini, Jaksel Berpotensi Disertai Petir

Mei 1, 2026
Menteri PKP: Anggaran Perumahan 2026 Difokuskan ke Rakyat, 400 Ribu Rumah Swadaya Jadi Prioritas Utama

Menteri PKP: Anggaran Perumahan 2026 Difokuskan ke Rakyat, 400 Ribu Rumah Swadaya Jadi Prioritas Utama

Mei 1, 2026
DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

April 30, 2026
Wali Kota Bekasi Dampingi KDM Jenguk Korban, Pastikan Penanganan Maksimal di RS dan Tercover BPJS.

Wali Kota Bekasi Dampingi KDM Jenguk Korban, Pastikan Penanganan Maksimal di RS dan Tercover BPJS.

April 30, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Masyarakat Adat dan Investasi adalah Mitra Strategis Pembangunan

Maret 10, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
179
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KET.FOTO: Ketua Komite III DPD RI, Dr Filep Wamafma saat hadiri FGD tentang Peran Masyarakat Hukum Adat dalam Investasi, di Teluk Bintuni, Papua Barat//GRW

BINTUNI, SatukanIndonesia.com – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyatakan, Investasi dan masyarakat Adat adalah mitra strategis pembangunan daerah maupun Negara.

Hal ini ditegaskan, Dr Filep Wamafma sebagai Ketua Komite III DPD RI saat menghadiri kegiatan Fokus Group Diskusi (FGD) tentang peran Masyarakat Hukum Adat dalam Investasi, di Teluk Bintuni, Papua Barat, Senin (09/03/2026).

Namun, kata Dr Filep, yang terjadi di tanah Papua masyarakat adat dianggap sebagai musuh, pada akhirnya terjadi konflik berkepanjangan.

“Masyarakat Adat bicara tentang hak atas tanah, dan menolak investasi. Sementara pemerintah pusat mengatakan, ini kewenangan Negara yang menjadi amanat konstitusi,”sebut Senator Papua Barat ini.

Maka yang terjadi, lanjut Dr Filep, tidak ada kesepahaman antara masyarakat Adat, Investasi, Pemerintah sehingga munculah konflik.

“Kalau sudah konflik, berarti berpengaruh kepada semua aspek. Itu bagian dari konflik politik investasi,”katanya.

Berikutnya, kata Dr Filep, konstitusi Republik Indonesia telah merumuskan berbagai ide cemerlang, untuk mengakui dan menghormati hak masyarakat adat.

“Negara (pemerintah) mengakui dan menghormati, itu kewajiban. Tidak ada istilah bahwa negara tidak mengakui hak masyarakat adat. Negara mengakui satu-satuan masyarakat adat, pemerintah daerah yang bersifat khusus atau istimewa”tutur Wamafma.

Terlebih khusus di tanah Papua, ia menjelaskan, sebagai ketua Tim penyusun Undang Undang Otonomi Khusus (UU Otsus), PP 106, dan PP 107 mendukung upaya pemerintah melindungi hak masyarakat Adat.

“Otsus adalah kebijakan dalam konstitusi yang menjamin hak-hak masyarakat Adat, jadi tidak serta-merta Otsus dalam konteks uang saja. Tapi kita bicara Otsus adalah satu kesatuan daripada seluruh elemen di dalam UU Otsus, jadi kalau orientasinya hanya uang. Maka sangat sempit sekali cara berpikir tentang Otsus,”sebutnya.

Katanya, dari sisi hukum masyarakat adat di berikan kesempatan oleh UU Otsus untuk merumuskan kewenangan termasuk dibidang investasi. Salah satunya, pembuatan regulasi atau peraturan daerah khusus (Perdasus).

Tak hanya itu, sebagai Ketua Komite III DPD RI menyoroti, pemerintah daerah (Pemda) terkait regulasi serta perlindungan hutan dalam mendukung pembangunan, yang berkeadilan di Papua Barat.

Menurut Dr Filep, setiap pembentukan regulasi, baik undang-undang maupun peraturan daerah (Perda), harus melalui proses uji publik agar dapat diketahui efektivitasnya ketika diterapkan di masyarakat.

Pasalnya, regulasi tidak boleh hanya disusun secara administratif tanpa memahami dampak serta manfaatnya.

“Pembentukan peraturan tidak bisa hanya sebatas dibuat, tetapi harus diuji kepada publik untuk melihat apakah efektif atau tidak dalam pelaksanaannya,”ujar Dr Filep.

Dalam FGD, sejumlah peserta yang berasal dari perwakilan lembaga masyarakat adat, dewan adat, serta tokoh perempuan menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. Salah satu isu, yang mencuat adalah belum maksimalnya implementasi kompensasi bagi masyarakat adat atas pengelolaan hutan adat.

Dijelaskannya, hutan adat yang telah memenuhi persyaratan dan diakui oleh pemerintah melalui kementerian terkait seharusnya memperoleh jaminan kompensasi dari Negara.

Menurutnya, kompensasi tersebut penting, karena masyarakat adat telah menyerahkan sebagian wilayah hutan adat, untuk kepentingan pembangunan.

“Ketika hutan adat sudah memenuhi syarat dan diakui oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka seharusnya ada alokasi kompensasi bagi masyarakat adat. Namun kenyataannya, pelaksanaan itu belum berjalan secara maksimal,”jelasnya.

Ketua STIH Manokwari ini juga menyoroti, komitmen Papua Barat sebagai provinsi konservasi yang seharusnya berkorelasi langsung dengan perlindungan hutan adat.

Ia mengutarakan, konsep konservasi tidak akan berjalan optimal apabila perlindungan terhadap wilayah adat justru diabaikan.

Oleh karena itu, Dr Filep mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) melalui instansi teknis guna merumuskan langkah konkret dalam memberdayakan masyarakat adat sekaligus memperkuat perlindungan terhadap hutan adat.

“Pemberdayaan masyarakat adat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, di Papua Barat. Mengingat masyarakat adat selama ini berperan menjaga kawasan hutan secara turun-temurun,”tukasnya. [GRW]

Komentar Facebook

Tags: Dewan Perwakilan Daerah Republik IndonesiaDr. Filep WamafmaFokus Group Diskusi (FGD)Ketua Komite III DPD RIPapua BaratSatukanindonesia.com
ShareTweetSend

Related Posts

Soroti Insiden di SMA Taruna Kasuari, Komite III DPD RI Desak Evaluasi Total 

Soroti Insiden di SMA Taruna Kasuari, Komite III DPD RI Desak Evaluasi Total 

April 24, 2026
Rapat bersama KONI Pusat, DPD RI Soroti Kesejahteraan Atlet di Daerah

Rapat bersama KONI Pusat, DPD RI Soroti Kesejahteraan Atlet di Daerah

April 22, 2026
Wali Kota Bekasi dan Mendikdasmen Dukung Penuh AYIMUN 2026, Dorong Generasi Muda Tampil Positif di Kancah Global

Wali Kota Bekasi dan Mendikdasmen Dukung Penuh AYIMUN 2026, Dorong Generasi Muda Tampil Positif di Kancah Global

April 12, 2026

Wali Kota Bekasi Sambut Kunjungan Wamendagri, Bahas Kebijakan WFH: Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

April 11, 2026

Gunakan Sepeda ke Kantor, Walikota Bekasi Pantau WFH dan Dorong Efisiensi Energi

April 11, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?