
MANOKWARI, SatukanIndonesia.com – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) meminta, Pemerintah Daerah (Pemda) di tanah Papua memberikan perhatian terhadap Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), di Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Hal ini ditegaskan Ketua Komite III DPD RI, Dr Filep Wamafma usai melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI dengan tema ‘Penguatan Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan sebagai Fondasi Persatuan, Perdamaian, dan Harmonisasi Sosial di Tanah Papua.
Dr Filep menilai, Pemerintah Daerah (Pemda) tidak merespon percepatan pembangunan di sektor pendidikan, antaranya sekolah Polbangtan yang kini berada di Manokwari, provinsi Papua Barat.
Meski, kata Ketua Komite III DPD RI, sekolah Politeknik tersebut berada di bawa kementerian pertanian, tetapi wajib mendapat perhatian dari Pemda.
“Pemerintah daerah jangan mengabaikan, karena ini bagian dari investasi pendidikan di daerah,”ujar Dr Filep Wamafma.
Ia mengatakan, Pemda harus mengintervensi dalam bentuk dukungan anggaran maupun infrastruktur.
“Tidak ada alasan, pendidikan dibeda-bedakan. Pemprov harus membantu semua pendidikan yang berada di daerah tanpa terkecuali. Pendidikan itu mau berada di bawa kementerian dasar dan menengah atau dibawa kemensaitek, semuanya sama,”tegasnya.
Disamping itu, Dr Filep menyebutkan, setiap lulusan dari Polbangtan secara otomatis membawa nama Manokwari dan Papua Barat bahkan tanah Papua karena ketika sumber daya manusia (SDM) mereka (para mahasiswa) ini bagus tentu akan menjadi indikator pembangunan SDM di daerah juga ikut maju atau berkualitas.
“Tapi jika lulusan politeknik tidak bisa bersaing secara nasional, percuma ada Politeknik di tanah Papua. Berarti kan, tanah Papua masih rendah soal pendidikan,”ucap dia.
Namun, katanya, sebagai ketua komite III DPD RI siap memanggil kementerian terkait, dan terlebih bertemu Gubernur Papua Barat untuk bisa dibijaki, agar Polbangtan mendapat dukungan dari Pemda.
Sebelum menjadi Polbangtan, Dr Filep menceritakan, sekolah tersebut dahulu adalah Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) yang merupakan sekolah sejarah sebelum Universitas Papua (UNIPA).
“Apalagi ini kan mahasiswa vokasi, mereka siap bekerja, dan tidak akan membebankan pemerintah daerah. Maka Pemda harus bantu meringankan,”katanya.
Oleh sebab itu, Dr Filep meminta, Pemda di tanah Papua terlebih Papua Barat untuk memberikan kontribusi kepada Polbangtan.
“Ini satu-satunya Politeknik yang memberikan edukasi vokasi kepada putra-putri asli Papua, maka semua Pemda se-Tanah Papua harus datang memberikan kontribusi,”jelasnya.
Sementara Wakil Direktur III Polbangtan Manokwari, Latarus Fangohoi mengapresiasi kunjungan Ketua Komite III DPD RI, Dr Filep Wamafma ke Sekolah Polbangtan Manokwari.
Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 60an (SPMA), sekolah penyuluhan pertanian, dan akhirnya menjadi Polbangtan.
“Tapi masih banyak kendala yang kami hadapi. Mungkin karena sekolah ini dibawa kementerian. Padahal, peserta didik 60 persen sebagian besar putra-putri asli Papua, dan sebagainya lagi dari Jawa dan Sumatera,”ujar Wakil Direktur Polbangtan Manokwari. [GRW]













