
Kediri, SATUKANINDONESIA.Com – Jelang arus mudik Lebaran 2026, pengamanan di wilayah Kota Kediri terus diperkuat melalui Operasi Ketupat Semeru. Kepolisian bersama unsur gabungan mengintensifkan patroli di sejumlah titik strategis guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Sebagaimana dilansir Humas Polres Kediri Kota (19/3), penguatan pengamanan dilakukan dengan mengaktifkan lima pos yang menjadi pusat pemantauan. Dari pos-pos tersebut, personel secara rutin melaksanakan patroli sejak dini hari hingga siang hari, menyasar jalur padat aktivitas serta titik rawan gangguan keamanan.
Di Pos Pengamanan Terminal Tamanan, petugas melakukan patroli kamtibmas sekaligus memantau arus lalu lintas dan pergerakan pemudik. Aktivitas ini berlangsung sejak dini hari, menyesuaikan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang pagi.
Sementara itu, di Pos Pam Jalan Ahmad Yani, patroli difokuskan pada kawasan rawan kriminalitas seperti perbatasan wilayah, area perbankan, dan mesin ATM. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi kejahatan jalanan, termasuk curat, curas, dan curanmor, di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Pengamanan serupa juga berlangsung di Pos Pam Gringging. Petugas tidak hanya memantau situasi keamanan, tetapi juga mengatur arus lalu lintas di sekitar pasar yang dikenal memiliki intensitas keramaian tinggi. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan, kemudian dilanjutkan patroli dan pengawasan situasi lapangan.
Seluruh kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi penopang penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode mudik.
Operasi Ketupat Semeru 2026 sendiri berlangsung selama 13 hari, sejak 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus pengamanan diarahkan pada jalur mudik, pusat keramaian, serta titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Hingga pelaksanaan patroli di berbagai pos tersebut, situasi di wilayah Kota Kediri terpantau aman, tertib, dan relatif kondusif.
Dalam lanskap yang lebih luas, intensifikasi patroli ini tidak sekadar rutinitas pengamanan, melainkan refleksi dari upaya menghadirkan rasa aman sebagai prasyarat dasar bagi masyarakat yang hendak pulang—sebuah perjalanan yang bukan hanya fisik, tetapi juga emosional, menuju ruang yang disebut rumah (Tim Liputan Khusus Lebaran Satukan Indonesia Biro Jatim).













