
Nganjuk, satukanindonesia.com — Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu siang. Agenda tersebut menjadi salah satu langkah besar pemerintah dalam membangun kekuatan ekonomi desa berbasis koperasi dan gotong royong.
Sejak pagi, ribuan warga, petani, perangkat desa, pengurus koperasi, hingga kelompok masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati lokasi acara. Kehadiran Presiden disambut meriah dengan tepuk tangan dan sorak warga yang memenuhi area peresmian.
Sebelum acara dimulai, Prabowo meninjau langsung aktivitas KDMP Nglawak. Presiden melihat layanan koperasi, distribusi kebutuhan pokok, gudang hasil pertanian, kendaraan operasional, hingga berdialog dengan warga dan pengurus koperasi desa.
Dalam agenda tersebut, Prabowo hadir bersama sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional. Tampak hadir Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno,
serta Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Turut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri HAM Natalius Pigai, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak boleh hanya bertumpu pada kota besar sementara desa tertinggal.
“Kalau ekonomi desa kuat, negara akan kuat,” kata Prabowo di hadapan ribuan peserta yang hadir.
Ia menilai koperasi harus kembali menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat kecil dan penguat kesejahteraan masyarakat desa. Menurutnya, Indonesia dibangun di atas semangat ekonomi kekeluargaan sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.
“Indonesia adalah negara kekeluargaan. Kekuatan kita adalah kerja bersama,” ujarnya.
Peresmian operasionalisasi 1.061 KDMP ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama jajaran menteri dan tamu undangan. Setelah itu, layar besar di lokasi menampilkan koneksi daring sejumlah koperasi desa merah putih dari berbagai daerah Indonesia yang mulai beroperasi secara serentak.
Program KDMP diproyeksikan menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa, menjaga distribusi kebutuhan masyarakat, dan mengurangi ketimpangan ekonomi nasional.
Dari Nganjuk, pemerintah mencoba menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat kecil di tengah perubahan ekonomi nasional yang semakin kompetitif.(Yos)













