
Jakarta, satukanindonesia.com – Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat mempersiapkan masa tua yang sehat, mandiri, aktif, dan berdaya sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat sepanjang siklus kehidupan.
Langkah tersebut dinilai penting karena Indonesia telah memasuki era penuaan penduduk (aging population) yang ditandai dengan meningkatnya jumlah lansia seiring bertambahnya usia harapan hidup, seperti yang disampaikan Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi.
“Ini merupakan salah satu keberhasilan pembangunan kesehatan yang patut kita syukuri bersama. Namun, di sisi lain menjadi tantangan bagi kita semua untuk memastikan masyarakat Indonesia tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga tetap sehat, mandiri, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik di usia lanjut,” ujar Imran saat membuka webinar interaktif memperingati Hari Lanjut Usia (HLUN) 2026 yang mengusung tema Mempersiapkan Hari Tua yang Sehat, Mandiri, dan Berdaya, dilansir dari infopublik Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi penduduk lansia saat ini telah mencapai hampir 12 persen atau sekitar 34 juta jiwa. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 20 persen dari total penduduk Indonesia pada 2045.
Karena itu, Imran menegaskan bahwa persiapan menuju usia lanjut tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak usia produktif melalui perilaku hidup sehat, aktivitas fisik teratur, pemeliharaan kesehatan mental, penguatan hubungan sosial, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Pendekatan sepanjang siklus hidup ini menjadi fondasi penting untuk menghadapi proses penuaan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik,” katanya.
Imran Pambudi menjelaskan, konsep lansia sehat tidak hanya diukur dari usia panjang atau terbebas dari penyakit, tetapi juga kemampuan seseorang untuk tetap mandiri, aktif berpartisipasi dalam keluarga dan masyarakat, serta memiliki kualitas hidup yang baik.
“Lansia harus tetap produktif. Lansia perlu didukung agar tetap merasa dihargai, memiliki makna dalam kehidupannya, serta dapat terus berkontribusi sesuai kemampuan dan potensinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan keluarga dan lingkungan yang ramah lansia menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup kelompok lanjut usia. “Lanjut usia bukanlah beban, melainkan fase kehidupan yang tetap dapat dijalani secara sehat, aktif, bahagia, dan bermakna,” tegas Imran.
Pada kesempatan tersebut, Imran juga mengundang masyarakat untuk menghadiri puncak peringatan Hari Lanjut Usia yang akan digelar pada 13 Juni 2026 di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Jakarta. Kegiatan tersebut akan menghadirkan pameran, aktivitas bersama lansia, talkshow edukatif, serta layanan pemeriksaan kesehatan.
Ia berharap momentum HLUN 2026 dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap proses penuaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap para lansia. “Menghormati dan menyayangi lansia sepenuh hati akan membantu mereka tetap sehat, mandiri, dan menginspirasi,” pungkasnya.(***)













