• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kemnaker Ajak Perusahaan Terapkan Sistem Kerja Lebih Efisien

Kemnaker Ajak Perusahaan Terapkan Sistem Kerja Lebih Efisien

Agustus 25, 2026
Presiden Prabowo Didesak Berikan Akses kepada PIF dan Dewan HAM PBB

Presiden Prabowo Didesak Berikan Akses kepada PIF dan Dewan HAM PBB

Oktober 11, 2026
199 Dimutasi, Irjen Johnny E Isir : Tugas Kepolisian Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

199 Dimutasi, Irjen Johnny E Isir : Tugas Kepolisian Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Oktober 11, 2026
ADVERTISEMENT
Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Berganti, Perkuat Penyegaran dan Kinerja Organisasi

Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Berganti, Perkuat Penyegaran dan Kinerja Organisasi

Oktober 11, 2026
Perluas Dunia Usaha, Presiden Indonesia dan Presiden Mesir Bentuk EPA

Perluas Dunia Usaha, Presiden Indonesia dan Presiden Mesir Bentuk EPA

Oktober 11, 2026
Tiba di Fiji, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 lanjutkan Misi Kemanusiaan

Tiba di Fiji, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 lanjutkan Misi Kemanusiaan

Oktober 11, 2026
Komisi XIII DPR Sebut Dampak Asap Karhutla Sebagai Bagian dari Isu HAM

Komisi XIII DPR Sebut Dampak Asap Karhutla Sebagai Bagian dari Isu HAM

Oktober 11, 2026
DPD RI Fokuskan 5 Agenda Utama, Targetkan Rekomendasi Konkret

DPD RI Fokuskan 5 Agenda Utama, Targetkan Rekomendasi Konkret

Oktober 11, 2026
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi Tiba di Jakarta Akan Bertemu Prabowo Bahas Kerja Sama Strategis

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi Tiba di Jakarta Akan Bertemu Prabowo Bahas Kerja Sama Strategis

Oktober 11, 2026
Golkar Dukung Penuh Prabowo Subianto Capres 2029

Golkar Dukung Penuh Prabowo Subianto Capres 2029

Oktober 11, 2026
Atasi Kelebihan Kapasitas Lapas, UU Narkotika di Indonesia akan di Revisi

Atasi Kelebihan Kapasitas Lapas, UU Narkotika di Indonesia akan di Revisi

Oktober 10, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kemnaker Ajak Perusahaan Terapkan Sistem Kerja Lebih Efisien

(Ekonomi)

Agustus 25, 2026
in Ekonomi
0
0
SHARES
26
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (Foto: Dok Kemnaker)

Jakarta, satukanindonesia.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pendampingan bagi 20 perusahaan untuk membenahi sistem dan proses kerja agar lebih efisien, berkualitas, dan produktif. Program yang menyasar sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan ini berlangsung September–November 2026.

Program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan pekerja, tetapi juga membenahi cara perusahaan mengelola pekerjaan. Sedikitnya 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur, dan 20 peserta pemagangan nasional akan terlibat dalam proses pendampingan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan antara penguatan kompetensi tenaga kerja dan perbaikan sistem kerja di perusahaan. “Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat,” ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (23/8/2026).

Pendampingan menggunakan pendekatan company-based productivity improvement sehingga intervensi disesuaikan dengan persoalan dan kebutuhan masing-masing perusahaan. Proses dimulai dengan pengukuran baseline dan diagnosis produktivitas untuk memetakan kondisi awal. Selanjutnya, tim pendamping mengidentifikasi akar masalah, menyusun rencana perbaikan, membantu implementasi, serta melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap dampaknya.

Perbaikan dapat mencakup efisiensi proses kerja, peningkatan kualitas layanan, pengurangan pemborosan, penataan tempat kerja, optimalisasi sumber daya manusia, digitalisasi proses, hingga peningkatan kualitas produksi dan pelayanan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat peningkatan produktivitas tidak berhenti pada rekomendasi, tetapi menghasilkan perubahan yang dapat diukur dalam proses operasional perusahaan.

Kemnaker juga melibatkan peserta Program Pemagangan Nasional dalam pendampingan tersebut. Keterlibatan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung mengenai bagaimana persoalan produktivitas diidentifikasi dan diselesaikan di lingkungan kerja.

Peserta akan berinteraksi dengan perusahaan, instruktur, dan spesialis produktivitas selama proses perbaikan berlangsung. “Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas. Mereka juga harus belajar bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih efisien, lebih berkualitas, dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Yassierli.

Menurutnya, pola pembelajaran seperti ini penting agar peserta pemagangan tidak hanya memiliki pengalaman bekerja, tetapi juga memahami prinsip efisiensi, kualitas, dan penciptaan nilai dalam sebuah proses kerja.

Yassierli menilai penguatan produktivitas semakin penting di tengah perubahan teknologi, dinamika pasar tenaga kerja, dan target Indonesia Emas 2045. Produktivitas, kata dia, perlu dibangun sebagai budaya kerja, bukan semata-mata menjadi indikator kinerja perusahaan.

Melalui program percontohan ini, Kemnaker menargetkan terbentuknya model pendampingan peningkatan produktivitas yang sistematis, terukur, dan terintegrasi. Model tersebut selanjutnya diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas untuk membantu perusahaan meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kualitas dunia kerja Indonesia.(***)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Kerja Lebih EfisienMenteri Ketenagakerjaan (Menaker)Yassierli
ShareTweetSend

Related Posts

Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Buka Era Baru Hukum Ketenagakerjaan

Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Buka Era Baru Hukum Ketenagakerjaan

Oktober 7, 2026
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui DPR dan Pemerintah, Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui DPR dan Pemerintah, Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II

Oktober 7, 2026
Kemnaker dan KLH Perkuat Kompetensi Teknisi Pendingin untuk Lindungi Ozon

Kemnaker dan KLH Perkuat Kompetensi Teknisi Pendingin untuk Lindungi Ozon

September 18, 2026

Menaker Yassierli Buka Masukan Pengusaha dan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan

September 4, 2026

Pemerintah Perluas Program Magang Nasional untuk Percepat Serapan Kerja

Juli 1, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?