• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
DPD RI : Mudah-mudahan Jeritan dan Tangisan Papua bisa Didengar

DPD RI : Mudah-mudahan Jeritan dan Tangisan Papua bisa Didengar

September 4, 2026
‎IWO Batam Kecam Dugaan Pemukulan Sekretaris IWO, Desak Polisi Usut Salman dan Audit Keterlibatan Oknum BP

‎IWO Batam Kecam Dugaan Pemukulan Sekretaris IWO, Desak Polisi Usut Salman dan Audit Keterlibatan Oknum BP

September 5, 2026
Cegah Pasal Tidak Sinkron, Hanura Minta DPR Putuskan RUU Pemilu Lebih Awal

Cegah Pasal Tidak Sinkron, Hanura Minta DPR Putuskan RUU Pemilu Lebih Awal

September 5, 2026
ADVERTISEMENT
Polisi Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla hingga September 2026

Polisi Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla hingga September 2026

September 5, 2026
Masyarakat Adat Papua Tolak PSN dalam Pelaksanaan PAPEDA Summit 2026

Masyarakat Adat Papua Tolak PSN dalam Pelaksanaan PAPEDA Summit 2026

September 5, 2026
Pertegas Manfaat Ekonomi hingga 2055, Pemerintah Pusat Didesak Audit Proyek LNG Tangguh

Pertegas Manfaat Ekonomi hingga 2055, Pemerintah Pusat Didesak Audit Proyek LNG Tangguh

September 5, 2026
Wali Kota Bekasi Kukuhkan FKUB 2026-2031, Dorong Aksi Nyata Toleransi hingga Tingkat Wilayah

Wali Kota Bekasi Kukuhkan FKUB 2026-2031, Dorong Aksi Nyata Toleransi hingga Tingkat Wilayah

September 4, 2026
Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

September 4, 2026
Tasyakur HUT ke-81 Kejaksaan RI, Wali Kota Bekasi Apresiasi Dedikasi Kejaksaan Negeri Kota Bekasi

Tasyakur HUT ke-81 Kejaksaan RI, Wali Kota Bekasi Apresiasi Dedikasi Kejaksaan Negeri Kota Bekasi

September 4, 2026
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Wali Kota Bekasi: Jadikan Pembelajaran untuk Tingkatkan Pelayanan

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Wali Kota Bekasi: Jadikan Pembelajaran untuk Tingkatkan Pelayanan

September 4, 2026
Wartawan Laporkan Penganiayaan dalam Sengketa Kavling Sei Beduk, Polisi Didorong Usut Tuntas

Wartawan Laporkan Penganiayaan dalam Sengketa Kavling Sei Beduk, Polisi Didorong Usut Tuntas

September 4, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, September 5, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

DPD RI : Mudah-mudahan Jeritan dan Tangisan Papua bisa Didengar

(Politik)

September 4, 2026
in Politik
0
0
SHARES
126
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ketua Pansus Papua DPD RI Yorrys Raweyai saat konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta

JAKARTA, satukanindonesia.com – Dalam rangka menyelesaikan persoalan di Tanah Papua. Panitia Khusus (Pensus) Papua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) akan melibatkan pihak pemerintah pusat dan daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun lembaga adat.

 

Hal ini dikatakan Ketua Pansus Papua DPD RI, Yorrys Raweyai kepada wartawan, di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (03/09/2026).

Ia mengatakan, Pansus telah melaksanakan rapat perdana untuk menginventarisir seluruh perjalanan, baik pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) maupun proyek strategis nasional (PSN).

“Tiga hari lalu, Pansus sudah mengadakan rapat perdana untuk menginventarisir seluruh persoalan di Papua, baik itu pelanggaran HAM maupun PSN. Kemudian akan mengundang kementerian, lembaga, atau stakeholder yang lain yang bisa bersama-sama atau kita berdialog untuk mendapatkan masukan-masukan,”katanya.

Yorrys mengungkapkan, sejumlah agenda Pansus Papua DPD RI ke depan akan mengundang perwakilan pemerintah pusat, seperti Kementerian Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Bidang Hukum dan HAM, Panglima TNI, Polri, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

Pansus Papua DPD RI juga akan mengundang pemerintah daerah (Pemda), untuk memberi informasi riil tentang kondisi keamanan dan kemanusiaan di wilayah-wilayah terdampak konflik.

Sementara dari pihak masyarakat, Pansus DPD RI akan mengundang perwakilan agama, pemuda, wanita, dan adat di Papua.


Termasuk juga lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan yang selama ini menaruh perhatian terkait persoalan HAM dan Keamanan di Tanah Papua.

Misalnya Amnesty International, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, dan Yayasan Pusaka Bentala Rakyat.

Nantinya hasil berbagai pertemuan tersebut, Pansus Papua DPD akan mengelurkan rekomendasi yang akan disampaikan langsung ke Presiden Prabowo Subianto.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa mendengar jeritan dan tangisan dari Papua,”ucapnya.

`PANSUS PAPUA DPD RI MENGUNDANG KOMNAS HAM’

Pansus memastikan akan terus melibatkan Komnas HAM dalam upaya penyelesaian konflik, di Papua. “Kita akan kawal sama-sama dengan Komnas HAM,”kata Yorrys.

Sebagai Senator asal tanah Papua, ia berkomitmen, penyelesaian konflik keamanan dan kemanusiaan di papua dilakukan secara objektif, menyeluruh dan berkeadilan.

Wakil Ketua DPD itu menyatakan, Pansus akan terus mendorong agar setiap regulasi dan kebijakan benar-benar membawa dampak nyata bagi korban dan keluarga korban di Papua, baik dari sisi pemulihan, kepastian hukum, maupun jaminan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Bakal kunjungi sejumlah daerah, Yorry mengatakan, Pansus Papua DPD RI akan berkunjung ke berbagai daerah di Tanah Papua yang terdampak langsung persoalan konflik keamanan dan kemanusiaan.

Diantaranya, daerah yang dikunjungi yakni Biak yang terdampak proyek pembangunan Badan Antariksa Nasiomal.

“Biak ini sekarang bergejolak dengan telah disepakatinya peluncuran satelit dari Biak (kerja sama) pemerintah dengan Rusia,”ujarnya.

Yorrys mengungkapkan, DPD RI telah mengunjungi lokasi tersebut sebanyak tiga kali. Menurutnya, gejolak yang timbul diakibatkan kurangnya sosialisasi oleh pemerintah.

“Nah, ini masalah yang membuat masyarakat itu tidak memahami apa tujuannya, karena sosialisasi tidak berjalan dengan baik. Sehingga tiba-tiba sudah ada orang asing yang begitu banyak, peralatan masuk, dan lain-lain. Ini menjadi persoalan tersendiri. Nanti kita akan tinjau ke sana,”aku Yorrys Raweyai.

Tak hanya Biak, ia menambahkan, Pansus juga akan melakukan kunjungan ke Maybrat dan Timika sebagai wilayah yang terdampak konflik keamanan. [***/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

ShareTweetSend

Related Posts

‎IWO Batam Kecam Dugaan Pemukulan Sekretaris IWO, Desak Polisi Usut Salman dan Audit Keterlibatan Oknum BP

‎IWO Batam Kecam Dugaan Pemukulan Sekretaris IWO, Desak Polisi Usut Salman dan Audit Keterlibatan Oknum BP

September 5, 2026
Cegah Pasal Tidak Sinkron, Hanura Minta DPR Putuskan RUU Pemilu Lebih Awal

Cegah Pasal Tidak Sinkron, Hanura Minta DPR Putuskan RUU Pemilu Lebih Awal

September 5, 2026
Polisi Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla hingga September 2026

Polisi Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla hingga September 2026

September 5, 2026

Masyarakat Adat Papua Tolak PSN dalam Pelaksanaan PAPEDA Summit 2026

September 5, 2026

Pertegas Manfaat Ekonomi hingga 2055, Pemerintah Pusat Didesak Audit Proyek LNG Tangguh

September 5, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?