• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Ribuan Santri Peringati Hari Santri 2026 di Tebuireng, Resolusi Jihad Kembali Digaungkan

Ribuan Santri Peringati Hari Santri 2026 di Tebuireng, Resolusi Jihad Kembali Digaungkan

Oktober 22, 2026
Kardinal Suharyo Kunjungi Polda Kaltim : Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Kunjungi Polda Kaltim : Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Oktober 23, 2026
Pendidikan Dokter Spesialis, Ketua Komite III DPD RI : Prioritaskan Daerah 3T

Pendidikan Dokter Spesialis, Ketua Komite III DPD RI : Prioritaskan Daerah 3T

Oktober 23, 2026
ADVERTISEMENT
KASAL Buka Pekan Ilmiah Tahunan Ke-16, Dorong Transformasi Digital dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi TNi AL

KASAL Buka Pekan Ilmiah Tahunan Ke-16, Dorong Transformasi Digital dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi TNi AL

Oktober 23, 2026
10 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Sudah Beroperasi

10 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Sudah Beroperasi

Oktober 23, 2026
[Opini] Menilik Pesan Gubernur Khofifah di Hari Santri 2026: Dari Harapan hingga Langkah Nyata

[Opini] Menilik Pesan Gubernur Khofifah di Hari Santri 2026: Dari Harapan hingga Langkah Nyata

Oktober 23, 2026
Ini Pesan Gubernur Jatim Khofifah di Hari Santri 22 Oktober Kemarin

Ini Pesan Gubernur Jatim Khofifah di Hari Santri 22 Oktober Kemarin

Oktober 23, 2026
Ahmad Doli Kurnia Bongkar Misteri PKPU Wapres Gibran, Tegaskan Pasal 18 Ayat 3 Tak Pernah Dibahas

Ahmad Doli Kurnia Bongkar Misteri PKPU Wapres Gibran, Tegaskan Pasal 18 Ayat 3 Tak Pernah Dibahas

Oktober 23, 2026
Ratusan Pecatur Kepri Siap Berlaga di Open Chess Tournament, Wali Kota Batam Dijadwalkan Hadir

Ratusan Pecatur Kepri Siap Berlaga di Open Chess Tournament, Wali Kota Batam Dijadwalkan Hadir

Oktober 23, 2026
Bahlil, Listrik Batam–Bintan Padam, Ekspor Gas ke Singapura Harus Dikaji Ulang : Projo Kepri Sudah Mengingatkan Sejak Juni

Bahlil, Listrik Batam–Bintan Padam, Ekspor Gas ke Singapura Harus Dikaji Ulang : Projo Kepri Sudah Mengingatkan Sejak Juni

Oktober 23, 2026
Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Oktober 23, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Ribuan Santri Peringati Hari Santri 2026 di Tebuireng, Resolusi Jihad Kembali Digaungkan

(Ragam Info)

Oktober 22, 2026
in Ragam Info
0
0
SHARES
18
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Foto : Ketua PBNU Gus Kikin memimpin rangkaian acara peringatan Hari Santri 2026

Jombang, satukanindonesia.com – Delapan puluh satu tahun setelah Resolusi Jihad lahir, semangat perjuangan para ulama dan santri kembali digaungkan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Ribuan santri berkumpul sejak Kamis (22/10/2026) pagi untuk mengikuti apel peringatan Hari Santri 2026 yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di tempat yang memiliki hubungan erat dengan perjuangan KH Hasyim Asy’ari itu, peringatan Hari Santri bukan sekadar menghadirkan barisan peserta, melainkan juga mengajak generasi sekarang mengingat kembali sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Apel yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut diikuti ribuan santri, pengurus pesantren, sivitas akademika, jajaran PBNU, dan para ulama. Para peserta mengenakan busana khas santri dengan dominasi warna putih dan hitam, memenuhi lapangan pesantren sejak pagi. Suasana peringatan berlangsung khidmat, sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan antara tradisi pesantren dan ingatan sejarah kebangsaan.

Rangkaian apel diawali dengan penataan barisan peserta, menyanyikan Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, dan Mars Hari Santri. Para peserta kemudian mengheningkan cipta untuk mengenang jasa pahlawan dan ulama yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah pembacaan teks Resolusi Jihad oleh KH Irfan Yusuf yang mewakili keluarga keturunan KH Hasyim Asy’ari.

*Gus Kikin Ingatkan Santri Menjaga Tradisi dan Menghadapi Perubahan*

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin bertindak sebagai inspektur apel. Dalam amanatnya, ia mengingatkan bahwa perubahan zaman harus dihadapi dengan tetap menjaga akar tradisi dan semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu. Menurutnya, NU memiliki tanggung jawab untuk menjembatani nilai-nilai perjuangan masa lalu dengan kebutuhan kehidupan masyarakat sekarang.

“Kita telah menghadapi banyak perubahan hingga hari ini, dan NU sebagai akar yang kuat harusnya mampu menjadi jembatan antara tradisi serta semangat perjuangan santri dulu dengan berbagai perubahan ini,” ujar Gus Kikin, sebagaimana dikutip dari NU Online, Kamis (22/10/2026).

Pesan tersebut menjadi penting karena tantangan yang dihadapi generasi santri sekarang tentu tidak lagi sama dengan keadaan tahun 1945. Jika dahulu para ulama dan santri menghadapi ancaman kembalinya penjajahan, generasi sekarang hidup di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial yang berlangsung cepat. Semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu diharapkan tetap memperoleh tempat dalam kehidupan santri, tanpa mengabaikan kebutuhan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

*Pembacaan Resolusi Jihad dan Teater Perjuangan*

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam apel tersebut adalah pembacaan teks Resolusi Jihad oleh KH Irfan Yusuf. Pembacaan itu membawa ingatan peserta kembali pada keputusan para ulama NU di Surabaya, 22 Oktober 1945, ketika Republik Indonesia yang baru merdeka menghadapi ancaman kembalinya kekuasaan kolonial. Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar historis penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

Peringatan sejarah itu juga dihadirkan melalui pertunjukan teater santri yang menggambarkan perjuangan heroik berkaitan dengan Resolusi Jihad. Pertunjukan tersebut menjadi bagian penutup rangkaian apel sebelum para tokoh dan tamu undangan melanjutkan kegiatan ramah tamah. Dengan menghadirkan kembali kisah perjuangan melalui seni pertunjukan, penyelenggara memberikan ruang bagi generasi santri untuk mengenal sejarah melalui cara yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar turut memimpin doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bangsa Indonesia. Doa tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menghubungkan penghormatan kepada para pendahulu dengan harapan bagi kehidupan bangsa pada masa mendatang.

*Kirab Resolusi Jihad Menuju Surabaya Dikawal 99 Motor Banser*

Peringatan Hari Santri di Tebuireng tidak berhenti setelah apel selesai. PBNU juga mengagendakan kirab naskah Resolusi Jihad dari Jombang menuju Surabaya dengan pengawalan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Perjalanan tersebut menghubungkan dua tempat yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah KH Hasyim Asy’ari dan Resolusi Jihad.

Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser, H Syafiq Syauqi, mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan 99 sepeda motor untuk mengawal rombongan PBNU menuju Surabaya. Menurutnya, jumlah tersebut memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan Asmaul Husna dan simpul tali pada lambang Nahdlatul Ulama. Pengawalan dimaksudkan untuk membantu menjaga keamanan rombongan selama perjalanan.

Kirab tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini. Perjalanan dari Tebuireng menuju Surabaya tidak hanya membawa naskah yang berkaitan dengan peristiwa sejarah, tetapi juga menghadirkan kembali hubungan antara pesantren, ulama, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Melalui kegiatan itu, ingatan tentang Resolusi Jihad dibawa dari lingkungan pesantren menuju kota tempat keputusan bersejarah tersebut lahir.

Tebuireng dan Ingatan Perjuangan Santri

Pemilihan Pesantren Tebuireng sebagai pusat apel Hari Santri 2026 memiliki hubungan dengan sejarah perjuangan ulama dan santri. Pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy’ari itu merupakan salah satu lingkungan penting dalam perkembangan pendidikan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Karena itu, penyelenggaraan apel di Tebuireng memiliki kedekatan sejarah dengan peristiwa yang menjadi dasar peringatan Hari Santri.

Sebelumnya, pada 19 Oktober 2026, jajaran Pengurus Wilayah NU Jawa Timur bersama Pengurus Cabang NU Jombang juga melaksanakan ziarah ke makam para pendiri NU, termasuk makam KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri yang diselenggarakan di Jawa Timur. Melalui ziarah, apel, pembacaan Resolusi Jihad, hingga kirab menuju Surabaya, peringatan tahun ini mempertemukan tradisi penghormatan terhadap para ulama dengan kegiatan yang melibatkan generasi santri sekarang.

Hari Santri memang diperingati setiap tahun, tetapi sejarah yang melatarbelakanginya tidak selalu hadir dengan sendirinya dalam ingatan generasi baru. Ada peristiwa, keputusan, dan pengorbanan yang perlu terus diperkenalkan agar peringatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Dari Tebuireng pada 22 Oktober 2026, pesan yang kembali mengemuka adalah bahwa menghormati perjuangan ulama dan santri juga berarti menjaga nilai pengabdian mereka dalam kehidupan bangsa yang terus berubah (Yos)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Peringati Hari Santri 2026Resolusi JihadSantri
ShareTweetSend

Related Posts

Wujud Komitmen TNI AL, Kasal Resmikan Gedung Santri, Rumah Singgah Santri Lansia dan Peletakan Batu Pertama Masjid Ar-Rahman Ar-Rahim di Garut

Wujud Komitmen TNI AL, Kasal Resmikan Gedung Santri, Rumah Singgah Santri Lansia dan Peletakan Batu Pertama Masjid Ar-Rahman Ar-Rahim di Garut

Oktober 26, 2024
Bus Pengangkut Puluhan Santri Masuk Jurang di Sulteng

Bus Pengangkut Puluhan Santri Masuk Jurang di Sulteng

Mei 4, 2023
Alumni Taruna Akabri Laut 1989 Gelar Bakti Sosial Untuk Para Santri

Alumni Taruna Akabri Laut 1989 Gelar Bakti Sosial Untuk Para Santri

Maret 27, 2023

Santri di Deli Serdang Tewas Dianiaya Seniornya, Pihak Pesantren Berusaha Tutupin Kasus

Juni 8, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?