• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Santri di Deli Serdang Tewas Dianiaya Seniornya, Pihak Pesantren Berusaha Tutupin Kasus

Santri di Deli Serdang Tewas Dianiaya Seniornya, Pihak Pesantren Berusaha Tutupin Kasus

Juni 8, 2021
Polri Segera Tetapkan Tersangka 98 Kasus Karhutla Korporasi

Polri Segera Tetapkan Tersangka 98 Kasus Karhutla Korporasi

Oktober 21, 2026
Komisi II DPR Desak Cabut HGU Perusahaan Pembakar Lahan di Kalsel, Empat Korporasi Masuk Tahap Penyidikan

Komisi II DPR Desak Cabut HGU Perusahaan Pembakar Lahan di Kalsel, Empat Korporasi Masuk Tahap Penyidikan

Oktober 21, 2026
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Komisi III DPR Desak Kapolri Usut Tuntas Dugaan Kejahatan Pasar Modal dan Tindak Tegas Pelaku Manipulasi Saham

Wakil Ketua Komisi III DPR Desak Kapolri Usut Tuntas Dugaan Kejahatan Pasar Modal dan Tindak Tegas Pelaku Manipulasi Saham

Oktober 21, 2026
DPRD Batam Sahkan Ranperda Pengelolaan Sampah, Dorong Sistem Modern dan Berkelanjutan

DPRD Batam Sahkan Ranperda Pengelolaan Sampah, Dorong Sistem Modern dan Berkelanjutan

Oktober 21, 2026
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Dorong Transformasi Olahraga Nasional dan Ukir Prestasi Bersejarah

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Dorong Transformasi Olahraga Nasional dan Ukir Prestasi Bersejarah

Oktober 21, 2026
Uni Eropa Siap MoU dengan Kaledonia Baru Mengenai Nikel

Uni Eropa Siap MoU dengan Kaledonia Baru Mengenai Nikel

Oktober 21, 2026
Rapor Merah HAM ‘Dua Tahun’ Pemerintahan Indonesia Prabowo-Gibran

Rapor Merah HAM ‘Dua Tahun’ Pemerintahan Indonesia Prabowo-Gibran

Oktober 21, 2026
Tujuh Penyakit Kronis yang Dibiayai BPJS hingga Agustus 2026

Tujuh Penyakit Kronis yang Dibiayai BPJS hingga Agustus 2026

Oktober 21, 2026
Polda Kepri Gelar Donor Darah Peringati Hari Jadi Humas Polri Ke-75

Polda Kepri Gelar Donor Darah Peringati Hari Jadi Humas Polri Ke-75

Oktober 20, 2026
Koalisi Tagih Janji Prabowo Selesaikan Masalah Politik Papua

Koalisi Tagih Janji Prabowo Selesaikan Masalah Politik Papua

Oktober 20, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Santri di Deli Serdang Tewas Dianiaya Seniornya, Pihak Pesantren Berusaha Tutupin Kasus

[News]

Juni 8, 2021
in News
0
0
SHARES
92
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Seorang santri di Pondok Pesantren Darul Arafah Raya, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumatera Utara, tewas akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kakak kelasnya, Sabtu (5/6/2021) malam.

Penganiayaan berujung maut tersebut menggemparkan pesantren Darul Arafah Raya.

Dilansir dari Tribun Network, korban dilaporkan meninggal dunia dengan luka seperti bekas cekikan di bagian leher dan bagian kedua bahu terlihat membiru.

Ibu korban, Cut Fitriani (41), mengungkapkan kematian anaknya itu disebabkan penganiayaan oleh seniornya.

Menurut Cut Fitriani, pada Sabtu malam itu, korban bersama delapan temannya dipanggil oleh sekira enam seniornya ke aula pesantren.

“Anak saya yang pertama dipukul, langsung jatuh tidak sadarkan diri,” kata Cut ketika ditemui di rumahnya, Senin (7/6/2021).

Cut mendapatkan informasi tentang penganiayaan anaknya dari salah satu teman korban yang turut menjadi korban pemukulan, Minggu (6/6/2021) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Saat itu ia sudah berada di Pesantren Darul Arafah Raya untuk menjemput jenazah putranya.

“Kejadiannya jam 10 malam, kami menanyakan mengapa jam 10 malam anak-anak bisa bebas berada di luar,” ungkap Cut.

Cut Fitriani mengaku, awalnya mendapatkan kabar duka dari salah seorang ustaz, sekira pukul 22.20 WIB malam kejadian.

Tetapi saat itu dia menangkap kesan bahwa pihak yayasan berniat menutupi penyebab kematian anaknya.

“Bicaranya gugup, kemudian handphone itu diambil alih sama ustaz lain dan langsung dibilang anak kami meninggal karena jatuh di aula,” ungkap Cut.

Pada malam itu juga ia bersama keluarganya berangkat ke pondok Pesantren Darul Arafah Raya.

Naluri Cut yang bekerja sebagai bidan desa langsung menemukan banyak kejanggalan pada jasad korban. Pihak keluarga pun langsung mendesak yayasan agar jujur menceritakan penyebab kematian itu.

“Anak saya dibilang jatuh, tapi melihat lukanya itu bukan jatuh, tapi orang yang barusan dianiaya,” ujarnya lirih.

Mengaku belakangan

Paman korban, Yetno, yang malam itu ikut ke Sumatera Utara menimpali bahwa penyebab kematian keponakannya itu baru terungkap setelah seorang teman korban bercerita tentang penganiayaan.

Dia menjelaskan malam itu korban bersama delapan temannya dipanggil oleh seniornya ke sebuah aula yang masih berada di lingkungan pesantren.

“Seniornya adan lima atau enam orang, tapi yang mukul hanya satu,” sebut Yetno.

Yetno menambahkan pihak pesantren baru terbuka setelah dirinya berniat membawa jasad korban untuk diautopsi. “Setelah dibilang akan diautopsi, baru mereka mengakui ada penganiayaan,” timpalnya.

Sempat minta pindah

Cut Fitrinai juga mengungkapkan bahwa anaknya, FWA, sempat menceritakan ingin pindah dan mengeluhkan perlakuan kasar seniornya. Keluhan itu selalu disampaikan FWA kepada ibunya, baik secara langsung ketika pulang ataupun melalui saluran telepon.

“Pertama alasannya jauh dari masjid, jadi susah shalat. Belakangan bilang sering dipukul sama senior,” kisah Cut.

Dia mengakui, keluhan ini baru diungkapkan putra sulungnya ketika naik kelas dua tingkat SMP di pesantren itu. “Waktu kelas satu tidak pernah,” sambung dia lagi.

Namun Cut menilai permintaan ini tidak serius dan tergantung pada suasana hati sang anak.

Karena itu, dirinya tak terlalu menganggap keluhan tersebut.

“Tergantung suasana hati, saya mikirnya, mungkin kalau lagi ada pemukulan, dia langsung nelpon minta pindah. Kalau di dalam lagi enak, dia gak mau pindah,” cerita Cut.

Meski demikian, secara khusus Cut pernah menanyakan perlakuaan kasar teman-temannya di dalam pesantren.

Dia pun terkejut ketika anaknya menjawab bahwa pemukulan merupakan hal biasa di dalam pesantren. “Dia bilang biasa, makanya saya sudah siapkan naik kelas tiga ini dia harus pindah.

Ternyata sudah begini kejadiannya,” katanya lesu. (FA/SI).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Deli SerdangDianiayaKakak KelasPesantrenSantritewas
ShareTweetSend

Related Posts

Mendes PDT Tegaskan Pesantren Jadi Pilar Utama Pembentuk Karakter Masyarakat Desa

Mendes PDT Tegaskan Pesantren Jadi Pilar Utama Pembentuk Karakter Masyarakat Desa

Juni 15, 2026
Komnas HAM Dorong Perguruan Tinggi dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS

Komnas HAM Dorong Perguruan Tinggi dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS

Mei 18, 2026
Komisi X DPR RI: Revisi UU Sisdiknas Perkuat Posisi Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Komisi X DPR RI: Revisi UU Sisdiknas Perkuat Posisi Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Oktober 10, 2025

Satu Pimpinan Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Papua Tewas

Juli 7, 2025

Wujud Komitmen TNI AL, Kasal Resmikan Gedung Santri, Rumah Singgah Santri Lansia dan Peletakan Batu Pertama Masjid Ar-Rahman Ar-Rahim di Garut

Oktober 26, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?