
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengungkapkan bahwa pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat tajam, 91% selama pandemi.Ini berarti di masa pandemi Covid-19 ini, industri e-commerce tak mengalami kemerosotan usaha, melainkan sedang dapat ‘berkah’.
Ditelisik lagi, penetrasi pengguna internet juga melonjak 73,7% dibandingkan jumlah pengguna internet tahun 2019 masih berada sekitar 64%.
Pendiri sekaligus CEO Bhinneka.com, Hendrik Tio, mengungkapkan proses go digital semakin diperlukan dan tidak dapat dihindarkan. Setiap orang, bahkan kaum baby boomers (lanjut usia) secara tidak langsung terpaksa menggunakan smartphone. “Semua orang akan berbelanja di e-commerce nantinya. Tentunya, ini menjadi kabar gembira bagi para pemain industri ini karena pasar akan menjadi semakin matang,” kata Hendrik di Jakarta, Senin (28/12/2020).
Dia mengatakanm perubahan terbesar sepanjang tahun 2020 terletak pada cara kerja supaya bisa menjaga performa perusahaan. Meski kebanyakan karyawan work from home (WFH), namun pekerja lapangan memegang peranan penting untuk merampungkan fulfillment. “Untuk menjaga performa e-commerce, setiap produk yang sudah dibeli harus di-packing dan dikirimkan ke pembeli dengan cepat dan tepat,” kata Hendrik.
Di tengah berkembangnya platform e-commerce di Indonesia, Hendrik mengaku bahwa permasalahan utama sepanjang 2020 dari sisi industri adalah tantangan produktivitas. Menurutnya, produktivitas di seluruh dunia menurun akibat pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020. Banyak pabrik tidak dapat beroperasi mengingat karyawan tidak bisa bekerja full karena harus mengikuti protokol kesehatan.
“Hasilnya, stok barang tidak ada. Penjual ada dan pembeli ada, namun produknya tidak ada. Inilah yang mengakibatkan penurunan ekonomi yang lebih dalam,” tandas Hendrik Tio. (*)













