
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Konglomerat sekaligus Pendiri Alibaba Group, Jack Ma kini muncul sejak dirinya dikabarkan menghilang pada Oktober 2020.
Selama dalam “persembunyiannya”, memicu publik berspekulasi bahwa keberadaannya dalam tengah pengawasan resmi pemerintah China yang meningkat atas bisnisnya.
Jack Ma bertemu dengan 100 guru pedesaan di China melalui video meeting pada Rabu, 20 Januari 2021 menurut media pemerintah setempat.
Saham Alibaba melonjak 5 persen di bursa saham Hong Kong karena berita tersebut.
Tianmu News, yang didukung oleh pemerintah Provinsi Zhejiang, pertama kali melaporkan bahwa Ma berbicara kepada para guru sebagai bagian dari salah satu inisiatif yayasan amalnya.
Acara tahunan biasanya diselenggarakan di kota resor Sanya, tetapi diadakan secara online tahun ini karena pembatasan COVID-19.
“Kami tidak bisa bertemu di Sanya karena wabah itu,” katanya dalam pidatonya.
“Saat epidemi selesai, kita harus menemukan waktu untuk mengganti perjalanan ke Sanya, lalu kita akan bertemu lagi!”
Dalam video tersebut, dia mengenakan jaket pullover biru dan berbicara langsung ke kamera, dari sebuah ruangan dengan dinding marmer abu-abu dan karpet motif bergaris.
Kendati demikian tidak dijelaskan oleh video atau artikel Tianmu News dari mana Jack Ma berbicara.
Sebagaimana diketahui, Jack Ma pernah mengecam peraturan China yang disebutnya menghambat inovasi. Tak lama, otoritas China kemudian mengumumkan penyelidikan anti-monopoli terhadap perusahaannya.
Jack Ma sempat jadi orang terkaya di China, namun posisinya merosot menjadi orang terkaya nomor empat di China sejak pemerintah memperketat aturan untuk industri teknologi dan keuangan. Kini, total kekayaan Jack Ma diperkirakan sebesar Rp744 triliun. (*)












