• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Jubir Vaksinasi Covid-19 : Jenis Vaksin GR Tidak Akan Menggunakan Vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer

WHO Sebut Sertifikasi Vaksin Sinovac Diberi pada 3 Mei

April 23, 2021
Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Juni 3, 2026
Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Juni 3, 2026
ADVERTISEMENT
Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Juni 3, 2026
Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Juni 3, 2026
BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

Juni 3, 2026
Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Juni 3, 2026
Prabowo Berdialog dengan Siswa SMPN 111 Jakarta Saat Meninjau Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Berdialog dengan Siswa SMPN 111 Jakarta Saat Meninjau Program Makan Bergizi Gratis

Juni 3, 2026
Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Juni 2, 2026
Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Juni 2, 2026
Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Juni 2, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

WHO Sebut Sertifikasi Vaksin Sinovac Diberi pada 3 Mei

[Internasional]

April 23, 2021
in Internasional
0
0
SHARES
80
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Vaksin Sinovac – Ilustrasi

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Sertifikasi penggunaan darurat alias emergency use listing (EUL) untuk vaksin Sinovac diprediksi diberikan pada 3 Mei mendatang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO menyatakan kepada Reuters bahwa mereka dapat mengeluarkan EUL setelah melakukan kajian terhadap vaksin buatan perusahaan farmasi asal China, Sinopharm, itu. Proses kajian itu sendiri akan dimulai pada Senin (26/4/2021).

“Kami memperkirakan keputusan akan diambil beberapa hari setelahnya,” demikian pernyataan WHO kepada Reuters, Kamis (22/4/2021).

EUL ini diperlukan saat sebuah vaksin akan digunakan untuk program WHO.Permasalahan EUL untuk Sinovac ini menjadi sorotan di Indonesia karena terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji.

Arab Saudi menegaskan bahwa semua umat Muslim yang ingin menunaikan ibadah di Tanah Suci, Mekkah, harus sudah mengikuti vaksinasi menggunakan vaksin sesuai EUL.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 memprediksi WHO akan memberikan sertifikasi untuk Sinovac pada akhir Mei.

Meski belum mendapatkan EUL, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan bahwa Sinovac sudah aman digunakan sebab telah mengantongi izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pemeriksa Obat-obatan dan Makanan (BPOM) RI.

Wiku menyatakan bahwa EUA dan EUL tak perlu dirisaukan karena keduanya memiliki tujuan penggunaan serupa.

Ia kemudian menerangkan bahwa EUL ditujukan untuk yang berkomitmen menyelesaikan pengembangan produk dan mengajukan prakualifikasi WHO.

Dengan begitu, vaksin dengan EUL akan masuk daftar vaksin WHO yang dapat didistribusikan ke negara-negara membutuhkan, salah satunya seperti dalam skema kerja sama multilateral GAVI COVAX Facility.

Sementara EUA, katanya, digunakan untuk menilai kualitas, keamanan, dan kemanjuran vaksin. Izin itu diberikan secara terbatas di suatu negara. (BM/CNNI)

 

 

Komentar Facebook

Tags: emergency use listingSertifikasi penggunaan daruratVaksin SinovacWHO
ShareTweetSend

Related Posts

Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Juni 3, 2026
Cegah Kanker Rahim, Kemenkes Gelar Advokasi Perluasan Implementasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim di Papua Barat Daya

Cegah Kanker Rahim, Kemenkes Gelar Advokasi Perluasan Implementasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim di Papua Barat Daya

Maret 15, 2026
WHO Umumkan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

WHO Umumkan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

Mei 6, 2023

Penanganan Darurat Covid Indonesia Dipuji 2 Lembaga Besar Dunia

Maret 21, 2023

Rektor Unhan RI Paparkan Biodefense di WHO

April 25, 2022
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?