
DURBAN, SatukanIndonesia.com – Sebanyak 72 orang tewas akibat kerusuhan di Afrika Selatan yang dipicu protes penahanan mantan presiden Yakub Zuma, Selasa (14/7). Polisi Afrika Selatan, Mayor Jenderal Mathapelo Peters mengatakan sebagian besar korban tewas karena berdesak-desakan saat penjarahan di Provinsi Gauteng dan KwaZulu-Natal.
Jumlah ini termasuk 10 orang tewas terinjak-injak saat penjarahan pada Senin malam di satu pusat perbelanjaan di Soweto. Baca juga: Kelompok Neo-Nazi Bangkit, Inggris Kalang Kabut!
Polisi Afrika Selatan, Mayor Jenderal Mathapelo Peters mengatakan sebagian besar korban tewas karena berdesak-desakan saat penjarahan di Provinsi Gauteng dan KwaZulu-Natal. Para demonstran itu menjarah makanan, peralatan listrik, minuman keras dan pakaian dari toko.
Polisi Afrika Selatan mengatakan mereka telah mengidentifikasi 12 orang yang diduga memprovokasi kerusuhan, dan total 1.234 orang telah ditangkap.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyebutnya sebagai beberapa kekerasan terburuk yang disaksikan di Afrika Selatan sejak 1990-an, sebelum berakhirnya apartheid.
Baca juga: Menlu AS Sebut China Paksa dan Intimidasi Negara-negara ASEAN
Kebakaran meluas, jalan raya diblokir dan bisnis serta gudang dijarah di kota-kota besar dan kecil di provinsi KwaZulu-Natal dan Gauteng.
Para menteri telah memperingatkan jika penjarahan berlanjut, ada daerah-daerah yang berisiko kehabisan persediaan makanan pokok dalam waktu dekat. Meski demikian, mereka mengesampingkan menyatakan keadaan darurat.
Seberapa parah kerusakannya? “Lebih dari 200 mal pusat perbelanjaan telah dijarah pada Senin sore,” ungkap CEO Business Leadership Afrika Selatan, Busisiwe Mavuso pada kantor berita Bloomberg.
Beberapa pusat perbelanjaan di Soweto, kota terbesar di Afrika Selatan yang pernah menjadi rumah bagi Nelson Mandela, telah dirampok habis-habisan.
Baca juga: Peneliti Korut Sebut Bantuan Kemanusiaan AS Sebagai ‘Rencana Politik Jahat’
Di Soweto, banyak ATM dibobol, restoran, toko yang menjual alkohol, dan toko pakaian semuanya dibiarkan compang-camping setelah dijarah.
Tentara yang bekerja sama dengan polisi berhasil menangkap beberapa perusuh. Secara total hampir 800 telah ditangkap, tetapi penegakan hukum masih kalah jumlah.
“Di KwaZulu-Natal, tempat ternak juga dicuri, kerusuhan berlanjut dengan ambulans yang diserang perusuh di beberapa daerah,” papar portal TimesLive.
Rekaman video menunjukkan bank darah dijarah di Durban saat Ramaphosa berbicara kepada seluruh rakyat pada Senin malam.
(nal/SI)













